Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Stereotip Negatif: Tantangan Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Dahlia Siregar; Eva G. Siringo Ringo; Fadiyah Ramadani; Fitri Fisrt Nova Butarbutar; Friska Yani Natalia Hutasoit; Marwinda Silalahi; Anggia Puteri; Lili Tansliova
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Maret, Local Culture and Traditions
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/bp48sa41

Abstract

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) seringkali menghadapi berbagai masalah di sekolah, seperti stigmatisasi negatif, perundungan (bullying), dan labelisasi sebagai pembuat onar.  Jurnal ini membahas pengalaman ABK di sekolah dengan fokus pada dinamika sosial, faktor penyebab perundungan, dan efeknya terhadap pertumbuhan psikologis dan akademik mereka. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan anak berkebutuhan khusus di sekolah dapat meliputi kurangnya pemahaman tentang kebutuhan khusus anak, kurangnya sistem pendukung yang inklusif, dan stereotip buruk tentang lingkungan sekolah. Jurnal ini juga mengajukan cara-cara untuk membuat lingkungan belajar yang lebih inklusif dan mendukung ABK, seperti memberikan pelatihan kepada guru, meningkatkan kesadaran tentang pendidikan inklusif, dan kebijakan sekolah yang lebih ramah terhadap keberagaman. Oleh karena itu, diharapkan ada perubahan paradigma dalam memperlakukan ABK sehingga mereka dapat berkembang secara optimal di lingkungan pendidikan.
Praktik Kekuasaan: Studi Analisis Wacana Terhadap Pidato Megawati Soekarno Putri Rut Yemima Sitorus; Rindy Any Br Tarigan; Deby Yanti Nahampun; Friska Yani Natalia Hutasoit
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): April-Juni, Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/86a1xr82

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap praktik kekuasaan dalam pidato politik Megawati Soekarnoputri melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Norman Fairclough. Dalam masyarakat demokratis, pidato politik tidak hanya menjadi media penyampaian gagasan, tetapi juga alat reproduksi ideologi dan legitimasi kekuasaan. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks pidato Megawati pada acara Trisakti Tourism Award 2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak, catat, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan tiga dimensi Fairclough: dimensi tekstual, praksis diskursif, dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pidato Megawati mengandung berbagai strategi linguistik seperti penggunaan pronomina, diksi ideologis, repetisi, dan simbol historis untuk membangun citra diri sebagai pemimpin bermoral dan nasionalis. Secara praksis, pidato tersebut diproduksi dalam konteks politik pasca-Pemilu 2024, merepresentasikan suara institusional partai, dan disebarkan melalui media untuk memperluas pengaruhnya. Secara sosial, pidato ini menegaskan hegemoni ideologis yang menggabungkan nasionalisme, populisme, dan identitas perempuan dalam politik. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa wacana politik merupakan arena penting dalam perebutan makna dan reproduksi kekuasaan.