Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Makna Semantik Dalam Puisi “Aku” Karya Chairil Anwar Agus Sibagariang; Anggi Rahmawati; Rindy Any Br Tarigan; Vika Maria Sagala; Yuliana Sari
BLAZE : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan Vol. 2 No. 2 (2024): Mei: Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/blaze.v2i2.1204

Abstract

This research introduces an analysis of semantic meaning in the poem "Aku" by Chairil Anwar. Using a qualitative approach, this research explores the lexical and grammatical meaning of each word and phrase in the poem. By referring to the concepts of lexical and grammatical semantics, this research describes how the words in poetry contain deep and varied meanings, implicitly expressing the poet's feelings and thoughts. The results of the analysis show that each word in the poem makes a rich contribution to the overall interpretation of this literary work. This research aims to provide in-depth insight into Chairil Anwar's poetic expressions and the importance of understanding semantic meaning in a literary context.
Praktik Kekuasaan: Studi Analisis Wacana Terhadap Pidato Megawati Soekarno Putri Rut Yemima Sitorus; Rindy Any Br Tarigan; Deby Yanti Nahampun; Friska Yani Natalia Hutasoit
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): April-Juni, Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/86a1xr82

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap praktik kekuasaan dalam pidato politik Megawati Soekarnoputri melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Norman Fairclough. Dalam masyarakat demokratis, pidato politik tidak hanya menjadi media penyampaian gagasan, tetapi juga alat reproduksi ideologi dan legitimasi kekuasaan. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks pidato Megawati pada acara Trisakti Tourism Award 2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak, catat, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan tiga dimensi Fairclough: dimensi tekstual, praksis diskursif, dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pidato Megawati mengandung berbagai strategi linguistik seperti penggunaan pronomina, diksi ideologis, repetisi, dan simbol historis untuk membangun citra diri sebagai pemimpin bermoral dan nasionalis. Secara praksis, pidato tersebut diproduksi dalam konteks politik pasca-Pemilu 2024, merepresentasikan suara institusional partai, dan disebarkan melalui media untuk memperluas pengaruhnya. Secara sosial, pidato ini menegaskan hegemoni ideologis yang menggabungkan nasionalisme, populisme, dan identitas perempuan dalam politik. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa wacana politik merupakan arena penting dalam perebutan makna dan reproduksi kekuasaan.