Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penentuan Rute Penarikan Obat Penyebab Gagal Ginjal Akut pada Anak di Fasilitas Kesehatan Kota Yogyakarta Lukman Adhitama; Dodi Rahmad; Fauzan Yoga Pratama; Dwi Megah Purnamasari
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2023): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 2 - Februari 2023
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kasus gagal ginjal akut pada anak memerlukan tindakan khusus. Penyebab kasus ini adalah adanya temuan kandungan berbahaya pada obat anak. Untuk mencegah semakin meningginya kasus gagal ginjal pada anak pemerintah perlu melakukan penarikan obat dari fasilitas kesehatan terutama puskesmas yang menjadi tempat tujuan utama orang tua memeriksakan anaknya yang sedang sakit. Agar penarikan dapat dilakukan dengan cepat maka perlu adanya pengoptimalan rute kunjungan. Hal tersebut merupakan bagian dari traveling salesman problem. Proses optimasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan metode ant colony system. Hasil rute yang diperoleh memiliki waktu tempuh sebesar 142 menit, waktu total 7,87 jam, biaya transportasi Rp135.695,00, dan emisi CO sebesar 1.728g.
Eco-Efficiency dalam Green SCM: PLTSa Sebagai Alternatif Manajemen Sampah dan Sumber Listrik Fauzan Yoga Pratama; Sri Hartanti; Deta Handy Prasetyo
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v5i2.5298

Abstract

Abstrak. Karbon dioksida (CO2) dan gas metan (CH4) memberikan kontribusi terbesar terhadap pemanasan global. Salah satu cara untuk mengurangi polusi udara khususnya kandungan CO2 adalah menggunakan pembangkit listrik yang rendah emisi CO2. Hal ini sejalan dengan kondisi di TPST Piyungan yang mengalami overcapacity sampah. Sampah tersebut dapat digunakan sebagai sumber energi terbarukan yang mampu menghasilkan energi listrik melalui pembakaran incinerator. Metode open dumping yang saat ini diterapkan di TPST Piyungan dinilai tidak efektif.bTPST Piyungan mengalami penutupan selama 1,5 bulan karena overcapacity. Integrasi teknologi Waste to Energy dalam sistem pengelolaan limbah menggunakan incinerator dapat menjadi solusi untuk menjamin pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Hasil energi listrik dari pembakaran sampah dapat digunakan sebagai sumber energi untuk mengoperasikan incinerator, maupun untuk kebutuhan masyarakat sekitar. Strategi yang digunakan adalah Eco-Efficiency, untuk mengurangi dampak lingkungan dari setiap proses yang dilakukan di Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Piyungan. Eco-Efficiency merupakan kombinasi efisiensi ekonomi dan efisiensi ekologi. Evaluasi yang digunakan adalah EEI (Eco Efficiency Index) dan EER (Eco Efficiency Ratio). Penulis mengusulkan 2 skenario, diantaranya penggunaan spesifikasi incinerator yang memiliki kapasitas burn rate sebesar 600 kg/h, dan sebesar 12.500 kg/h. Berdasarkan perhitungan menggunakan EEI, EVR, dan EER pada penerapan PLTSa menghasilkan kesimpulan bahwa PLTSa lebih terjangkau secara finansial dan ramah lingkungan serta layak diterapkan. Skenario yang menjadi rekomendasi adalah pada skenario 2, memiliki nilai ERR sebesar 89%. Artinya nilai eko-efisiensi dari penerapan insinerator nilai eko efisiensi sebesar 89%. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan insinerator di TPST Piyungan dapat diinterpretasikan sebagai langkah yang signifikan menuju pengelolaan limbah yang lebih green.
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI BISNIS MASKER KAIN DAN HAND SANITIZER DI MASA PANDEMI COVID-19 BERDASARKAN ASPEK FINANSIAL Adhitama, Lukman; Putri, Oktaviana; Yoga Pratama, Fauzan; Briyan Rifiansyah, Al Kahfi
Jurnal Inovasi Teknik Industri Vol 2, No 2 (2023): JURNAL INOVASI TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jitin.v2i2.1250

Abstract

Pandemi COVID-19 sejak bulan Maret 2020 telah memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap berbagai sektor kehidupan. Aspek kesehatan terutama telah berubah cukup drastis dengan adanya pencegahan penularan melalui penggunaan masker dan hand sanitizer. Kedua barang tersebut telah menjadi barang penting yang wajib dimiliki dan paling dicari oleh masyarakat Indonesia untuk menghindari terpapar Virus Corona (COVID-19). Fenomena tersebut menyebabkan ketersediaan produk pembersih tangan atau hand sanitizer dan masker menjadi barang langka di tengah ancaman pandemi COVID-19. Sekalipun ada, jumlah yang terbatas dan harga yang sangat tinggi menjadi masalah baru yang tak terhindarkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dua investasi bisnis yaitu masker kain dan hand sanitizer terkait dengan kelayakannya untuk dijalankan mengingat tingginya permintaan pasar pada masa pandemi COVID-19 menggunakan analisis aspek keuangan. Metode penilaian aspek keuangan yang digunakan dalam analisis kelayakan investasi ini adalah Net Present Value (NPV), Payback Period (PBP), Annual Worth (AW) dan Benefit Cost of Ratio (B/C Ratio). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa usaha hand sanitizer merupakan usaha yang lebih layak dilakukan pada masa pandemi ini dibandingkan dengan usaha masker kain. Bisnis hand sanitizer memiliki Nilai NPV sebesar Rp37.400.563,25, nilai PBP 3 bulan, nilai B/C ratio sebesar 1.31, dan nilai AW sebesar Rp17.203.876,00.Kata kunci,
Behavioural Insights in Traffic Congestion Mitigation in the Special Region of Yogyakarta: Analysis and Modelling of Driver Decision-Making Fauzan Yoga Pratama; Mutiara Dicinta
Journal of Industrial Engineering and Halal Industries Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Industrial Engineering and Halal Industries (JIEHIS)
Publisher : Industrial Engineering Department, Faculty of Science and Engineering, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jiehis.6302

Abstract

Traffic congestion in the Special Region of Yogyakarta (DIY) is a complex problem characterised by mixed traffic and manual interactions between road users. This study aims to formulate a conceptual model extending the Theory of Planned Behaviour (TPB) to identify the psychological determinants influencing road users' decisions regarding traffic congestion mitigation in DIY. The original TPB model was extended by adding the variables Perceived Cost and Perceived Usefulness. A quantitative approach was adopted through the distribution of a questionnaire survey to drivers in DIY, with the collected data subsequently analysed using structural equation modelling (SEM). The results of the structural model analysis indicate that this model extension successfully explains 56.1% of the variance in drivers’ intentions (R² = 0.561) and 45.0% of the variance in actual congestion mitigation behaviour (R² = 0.450). Of the seven constructs tested, four factors were found to have a significant influence on drivers’ decisions: subjective norms, perceived costs, perceived usefulness, and driving intention. Conversely, the constructs of attitude and perceived behavioural control were found to have no significant influence on the intention to mitigate congestion. The main conclusion of this study indicates that decision-making by motorists in DIY is more likely to be driven by moral values (social pressure) and rationality (cost calculations and perceived usefulness) than by personal attitudes or situational control. The practical implications of this study can be utilized by the Regional Government in DIY to design transport intervention policies based on behavioural insights, such as optimising public transport fare incentives and social norm campaigns.
Pengolahan Sampah Organik menjadi Pupuk Organik Cair (POC) sebagai Upaya Pemanfatan Limbah Organik di Desa Peniron Shafitri Nire Pangestika; Siti Mutoharoh; Dwiki Fitri; Fauzan Yoga Pratama; Dian Nur Pratiwi; Rahyuni Meylani Asmarayani; Zalfa Uniqha Salsabilla; Riska Tri Marlina Bisaroh; Angga Gilang Pambudi; Juanka Bagus Fathurrahman; Bimantaka Cahyo Yonanda; Khaleda Handy Widiastuti
Jurnal Kabar Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: JURNAL KABAR MASYARAKAT
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jkb.v4i3.4899

Abstract

Household waste, particularly organic waste, remains an environmental problem that requires appropriate management and utilization. Organic waste generated from household activities has the potential to be reused as a useful product, one of which is through the production of liquid organic fertilizer (LOF). This community service activity aimed to introduce the utilization of household organic waste as a raw material for producing LOF to the community of Peniron Village. The activity began with observations and interviews to identify the existing conditions of household waste management in Peniron Village. This was followed by education on organic waste management and a demonstration of LOF production, followed by post-activity monitoring to determine the utilization of the LOF produced. The educational and demonstration activities introduced an alternative method of utilizing household organic waste to produce LOF, as well as the use of organic materials available in the surrounding environment. The monitoring results showed that the LOF produced was still being utilized by the community after the activity. The findings indicated that some community members continued producing LOF independently after the activity by utilizing household organic waste. The resulting LOF was then used for watering plants. These findings indicate that the utilization of organic waste continued to be practiced by the community after the community service activity. This activity can serve as an alternative approach to introducing simple household organic waste management by utilizing materials readily available in the surrounding environment.