Jalan Nasional Lintas Banda Aceh - Aceh Jaya merupakan penghubung utama ibukota Provinsi Aceh dengan kabupaten dibagian barat Aceh. Jalan sepanjang 246 km merupakan produk pasca Tsunami 2004 oleh USAID yang melintasi wilayah pegunungan Paro, Kulu, dan Geurutee. Peneliti mencatat telah terjadi 29 kali bencana longsor selama periode tahun 2020-2025. Penelitian ini dilakukan untuk memetakan zona kerentanan tinggi longsor di sepanjang ruas jalan sehingga kedepannya mampu membangun sistem rapid evaluation terhadap wilayah dengan kondisi kerentanan tinggi. Metode Analytical Hierarchy Process memiliki keunggulan terutama pada kajian tanah longsor karena mampu mengklasifikasikan zona kerawanan longsor secara rinci. Parameter utama yang digunakan pada penelitian ini yaitu parameter litologi, kemiringan lereng, relief relatif, tutupan lahan, kebasahan tanah dan curah hujan. Berdasarkan hasil analisis terdapat 10 zona yang memiliki kerentanan tinggi terhadap tanah longsor. Model ini divalidasi melalui pendekatan berbasis kejadian aktual yaitu 29 titik kejadian longsor periode tahun 2020-2025. Berdasarkan rasio titik longsor, 10 titik longsor (34,5%) berada pada zona kerentanan tinggi dan 15 titik (51,7%) berada pada zona kerentanan sedang. Pola distribusi kejadian longsor tersebut mengindikasikan tingkat akurasi model yang diperoleh dapat dikategorikan sebagai kualitas model baik.