Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sosialisasi minuman probiotik berbasis nanas sebagai pangan fungsional dalam mendukung edukasi kesehatan masyarakat: Community Outreach on Pineapple-Based Probiotic Beverage as a Functional Food to Support Public Health Education Idola D. Y. Nebore; Iwan Iwan; Nuryanti Rumalolas; Egi Purnama; Johanis P. Kilmaskossu; Jan H. Nunaki; Silvia H. K. Sirait; Jeni Jeni; Helena T. Tuririday; Aksamina M. Yohanita; Semuel S. Erari; Hengky L. Wambrauw; Suzan Hehamahwa; Naomi A. Awawata; Nirmanda Nirmanda; Stevia B. H. G. Wayoi; Enggi Palimbong; Andhika H. Abdilah; Aulia P. Rahayu
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v7i3.658

Abstract

ABSTRACT  The utilization of functional foods based on local resources is an important strategy to support community health improvement. Pineapple has strong potential to be developed into a probiotic beverage through a simple fermentation process. This community service activity aimed to enhance public knowledge and awareness of pineapple-based probiotic beverages as functional foods supporting health education. The program was conducted through socialization and health education during the Universitas Papua Education Exhibition on 27 October–2 November 2025, involving 100 participants consisting of students, lecturers, teachers, and the general public. Activities included material presentation, introduction to fermented pineapple beverage (tepache), demonstration of the production process, and distribution of educational leaflets, followed by evaluation using participant response questionnaires. The results showed a very high level of perceived usefulness (89.50%), indicating increased knowledge, interest, and awareness regarding the use of pineapple as a probiotic beverage. It can be concluded that this activity was effective in improving community health literacy and has potential to support the sustainable development of local functional foods. Keywords: Functional food; Health education; Pineapple; Probiotics; Tepache ABSTRAK   Pemanfaatan pangan fungsional berbasis sumber daya lokal merupakan salah satu strategi untuk mendukung peningkatan kesehatan masyarakat. Nanas berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku minuman probiotik melalui proses fermentasi sederhana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai minuman probiotik berbasis nanas sebagai pangan fungsional pendukung edukasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan edukasi kesehatan yang dilaksanakan pada Pameran Pendidikan Universitas Papua tanggal 27 Oktober–2 November 2025 dengan melibatkan 100 peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, guru, dan masyarakat umum. Kegiatan meliputi penyampaian materi, pengenalan minuman fermentasi nanas (tepache), demonstrasi pembuatan, serta pembagian leaflet, yang dievaluasi melalui angket respon peserta. Hasil menunjukkan tingkat kebermanfaatan yang sangat tinggi (89,50%), mencerminkan peningkatan pengetahuan, minat, dan kesadaran peserta terhadap pemanfaatan nanas sebagai minuman probiotik. Kegiatan ini disimpulkan efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta berpotensi mendukung pengembangan pangan fungsional lokal secara berkelanjutan. Kata kunci: Edukasi kesehatan; Nanas; Pangan fungsional, Probiotik; Tepache
PENGENALAN MAMALIA LOKAL WONDIBOI MELALUI MEDIA LUDO EDUKATIF DI SMAN 1 WONDAMA Aksamina Maria Yohanita; Egi Purnama; Nuryanti Rumalolas; Silvia Hanna Kusuma Sirait; Semuel Sander Erari; Salsabila Jasmine Frantoe; Sania Loisiana Yomaki; Esterlita Bonggoibo; Yohanes Sembori Sawor
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.14429

Abstract

This community service activity was motivated by the limited utilization of local biodiversity as a biology learning resource at SMAN 1 Wondama, particularly local mammals in the Wondiboi area. This condition highlights the need for learning media that can introduce local biodiversity in an engaging and contextual manner while fostering students’ awareness of wildlife conservation in their surrounding environment. This activity aimed to introduce local Wondiboi mammals to students through an educational Ludo game while providing an interactive and contextual learning experience. The activity was conducted on January 19, 2026, at SMAN 1 Wondama, Teluk Wondama Regency, Southwest Papua, involving 58 twelfth-grade students. The activity employed a participatory approach consisting of preparation, outreach, material presentation through an educational Ludo game, and reflection and feedback. The materials covered the names, morphological characteristics, habitats, ecological roles, and conservation efforts of local Wondiboi mammals. Evaluation was conducted through observations of student engagement, a student response questionnaire, question-and-answer sessions, reflection, and feedback from the accompanying teacher. The results showed that the educational Ludo game created an interactive learning environment and encouraged students’ attention, active engagement, participation, curiosity, and enthusiasm throughout the activity. Students also responded positively to the local mammal materials and gained information about the diversity of Wondiboi mammals and the importance of their conservation. The activity demonstrates that educational Ludo games can serve as an alternative local-potential-based biology learning medium that supports contextual learning and conservation education in schools. ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan potensi keanekaragaman hayati lokal sebagai sumber belajar biologi di SMAN 1 Wondama, khususnya mamalia lokal Wondiboi. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menghadirkan media pembelajaran yang mampu memperkenalkan biodiversitas lokal secara menarik, kontekstual, dan mendorong kepedulian peserta didik terhadap konservasi satwa di lingkungan sekitarnya. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan mamalia lokal Wondiboi kepada peserta didik melalui media ludo edukatif sekaligus memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan kontekstual. Kegiatan dilaksanakan pada 19 Januari 2026 di SMAN 1 Wondama, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, dengan melibatkan 58 peserta didik kelas XII. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang terdiri atas tahap persiapan, sosialisasi, pemaparan materi melalui permainan ludo edukatif, serta refleksi dan umpan balik. Materi yang disajikan mencakup nama, ciri morfologi, habitat, peranan ekologis, dan upaya konservasi mamalia lokal Wondiboi. Evaluasi dilakukan melalui observasi keterlibatan peserta didik, angket respons, tanya jawab, refleksi, dan tanggapan guru pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa media ludo edukatif menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan mendorong perhatian, keaktifan, partisipasi, rasa ingin tahu, serta semangat peserta didik dalam mengikuti kegiatan. Peserta didik juga menunjukkan respons positif terhadap materi mamalia lokal dan memperoleh informasi mengenai keberagaman serta pentingnya menjaga kelestarian fauna Wondiboi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ludo edukatif dapat menjadi alternatif media pembelajaran biologi berbasis potensi lokal yang mendukung pembelajaran kontekstual dan pendidikan konservasi di sekolah.
Pengembangan Modul Biologi Berbantuan Augmented Reality pada Materi Sistem Reproduksi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Ririn Ikha Arayanti Adam Hanafy; Jeni Jeni; Iwan Iwan; Nuryanti Rumalolas; Egi Purnama
Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/lencana.v3i4.7149

Abstract

This study aimed to develop an Augmented Reality (AR)-assisted biology learning module on the reproductive system and to assess its validity, practicality, and effectiveness in improving students’ cognitive learning outcomes. The study employed a Research and Development approach using the ADDIE model, which consists of Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate stages. The study was conducted from January to May 2026 at SMAN Taruna Kasuari Nusantara, West Papua, involving 27 male students of class XI A as the research subjects. Validity was assessed by two expert validators based on six components, while practicality was measured through student and teacher response questionnaires. Effectiveness was determined based on changes in pretest-posttest scores, N-Gain, and classical mastery. The results showed an overall average validity score of 96.77%, categorized as very valid. Student responses reached 89.78%, while teacher responses reached 98.00%, both categorized as very practical. The average pretest score of 59.51 increased to 95.80 on the posttest, with an N-Gain score of 0.80, categorized as high. All students achieved scores above the minimum mastery criterion (KKM) of 75, resulting in 100% classical mastery. Based on the criteria used in the study, the AR-assisted biology module met the criteria of being valid, practical, and effective in supporting reproductive system learning in the class studied.
PENGENALAN MAMALIA LOKAL WONDIBOI MELALUI MEDIA LUDO EDUKATIF DI SMAN 1 WONDAMA Aksamina Maria Yohanita; Egi Purnama; Nuryanti Rumalolas; Silvia Hanna Kusuma Sirait; Semuel Sander Erari; Salsabila Jasmine Frantoe; Sania Loisiana Yomaki; Esterlita Bonggoibo; Yohanes Sembori Sawor
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.14429

Abstract

This community service activity was motivated by the limited utilization of local biodiversity as a biology learning resource at SMAN 1 Wondama, particularly local mammals in the Wondiboi area. This condition highlights the need for learning media that can introduce local biodiversity in an engaging and contextual manner while fostering students’ awareness of wildlife conservation in their surrounding environment. This activity aimed to introduce local Wondiboi mammals to students through an educational Ludo game while providing an interactive and contextual learning experience. The activity was conducted on January 19, 2026, at SMAN 1 Wondama, Teluk Wondama Regency, Southwest Papua, involving 58 twelfth-grade students. The activity employed a participatory approach consisting of preparation, outreach, material presentation through an educational Ludo game, and reflection and feedback. The materials covered the names, morphological characteristics, habitats, ecological roles, and conservation efforts of local Wondiboi mammals. Evaluation was conducted through observations of student engagement, a student response questionnaire, question-and-answer sessions, reflection, and feedback from the accompanying teacher. The results showed that the educational Ludo game created an interactive learning environment and encouraged students’ attention, active engagement, participation, curiosity, and enthusiasm throughout the activity. Students also responded positively to the local mammal materials and gained information about the diversity of Wondiboi mammals and the importance of their conservation. The activity demonstrates that educational Ludo games can serve as an alternative local-potential-based biology learning medium that supports contextual learning and conservation education in schools. ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan potensi keanekaragaman hayati lokal sebagai sumber belajar biologi di SMAN 1 Wondama, khususnya mamalia lokal Wondiboi. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menghadirkan media pembelajaran yang mampu memperkenalkan biodiversitas lokal secara menarik, kontekstual, dan mendorong kepedulian peserta didik terhadap konservasi satwa di lingkungan sekitarnya. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan mamalia lokal Wondiboi kepada peserta didik melalui media ludo edukatif sekaligus memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan kontekstual. Kegiatan dilaksanakan pada 19 Januari 2026 di SMAN 1 Wondama, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, dengan melibatkan 58 peserta didik kelas XII. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang terdiri atas tahap persiapan, sosialisasi, pemaparan materi melalui permainan ludo edukatif, serta refleksi dan umpan balik. Materi yang disajikan mencakup nama, ciri morfologi, habitat, peranan ekologis, dan upaya konservasi mamalia lokal Wondiboi. Evaluasi dilakukan melalui observasi keterlibatan peserta didik, angket respons, tanya jawab, refleksi, dan tanggapan guru pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa media ludo edukatif menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan mendorong perhatian, keaktifan, partisipasi, rasa ingin tahu, serta semangat peserta didik dalam mengikuti kegiatan. Peserta didik juga menunjukkan respons positif terhadap materi mamalia lokal dan memperoleh informasi mengenai keberagaman serta pentingnya menjaga kelestarian fauna Wondiboi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ludo edukatif dapat menjadi alternatif media pembelajaran biologi berbasis potensi lokal yang mendukung pembelajaran kontekstual dan pendidikan konservasi di sekolah.