Eko Parnandes
Institut Agama Islam Abuya Salek Sarolangun

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMALISASI DASAR BAHASA ARAB MELALUI PEMBELAJARAN AL-MUFRADAT PADA ANAK TPQ DESA MUARA LIMUN Eko Parnandes; Prapti Octavianingsih; Muhammad Fajrian
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.59293

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penguasaan kosakata bahasa Arab sebagai fondasi awal dalam memahami Al-Qur’an, serta masih terbatasnya pembelajaran al-mufradāt yang terstruktur dan kontekstual di TPQ. Tujuan riset ini adalah untuk mendeskripsikan kondisi pembelajaran dasar bahasa Arab, proses optimalisasi pembelajaran al-mufradāt, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung terhadap proses pembelajaran, wawancara dengan guru TPQ dan anak-anak, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di TPQ Desa Muara Limun selama periode pelaksanaan KKN berbasis riset. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran al-mufradāt mampu meningkatkan pemahaman dasar kosakata bahasa Arab anak-anak TPQ, khususnya melalui metode pengulangan, pembiasaan, dan penggunaan media pembelajaran yang sederhana namun menarik. Anak-anak menunjukkan peningkatan antusiasme dan kemampuan mengenali kosakata dasar yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari dan bacaan Al-Qur’an. Namun demikian, optimalisasi pembelajaran masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu belajar, sarana pendukung, serta variasi metode pembelajaran. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran al-mufradāt memiliki peran strategis dalam membangun dasar bahasa Arab pada anak-anak TPQ. Oleh karena itu, direkomendasikan adanya penguatan metode pembelajaran yang lebih variatif, dukungan sarana pembelajaran, serta keterlibatan berkelanjutan antara pengelola TPQ, orang tua, dan pihak terkait guna meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab dasar secara berkelanjutan.
PEMBINAAN PRAKTIK KHITBAH BERDASARKAN HUKUM KELUARGA ISLAM DALAM ADAT LAMARAN MASYARAKAT DESA MUARA LIMUN Qomariatul Karimah; Eko Parnandes; Prapti Oktavianingsih; Hernaldi Putra
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62979

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan selama kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis riset dengan fokus pada pembinaan praktik khitbah berdasarkan Hukum Keluarga Islam dalam adat lamaran masyarakat Desa Muara Limun, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya praktik khitbah yang dipengaruhi oleh adat istiadat lokal, seperti penggunaan seloko adat dan simbol lamaran, yang perlu dikaji kesesuaiannya dengan ketentuan Hukum Keluarga Islam. Tujuan riset ini adalah untuk mengetahui praktik khitbah dalam adat lamaran masyarakat, menganalisisnya berdasarkan hukum keluarga Islam, serta menilai tingkat kesesuaian antara adat dan syariat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian yuridis empiris. Teknik pengumpulan data meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari tokoh adat, tokoh agama, aparat desa, serta masyarakat yang terlibat langsung dalam praktik adat lamaran. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Muara Limun selama periode pelaksanaan KKN berbasis riset. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik khitbah dalam adat lamaran masyarakat Desa Muara Limun dilakukan melalui tahapan adat yang sarat nilai simbolik, seperti penyampaian seloko dan penyerahan tombak atau kuju sebagai simbol kesungguhan. Secara umum, praktik tersebut tidak bertentangan dengan Hukum Keluarga Islam, selama tidak mengandung unsur paksaan, pelanggaran syariat, maupun syarat yang memberatkan. Namun demikian, ditemukan pula beberapa praktik adat yang memerlukan pembinaan agar tidak melampaui batasan normatif khitbah dalam Islam. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa adat lamaran masyarakat Desa Muara Limun pada prinsipnya sejalan dengan Hukum Keluarga Islam, namun tetap memerlukan pembinaan dan pemahaman hukum agar adat dan syariat berjalan harmonis. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya peran tokoh agama, tokoh adat, dan pemerintah desa dalam memberikan edukasi hukum keluarga Islam kepada masyarakat guna menjaga kelestarian adat yang selaras dengan nilai-nilai Islam.
KALIGRAFI ARAB DAN RUANG SAKRAL: PERSPEKTIF MASYARAKAT TENTANG ORNAMEN MASJID DI DESA DEMANG Beni Husmansyah; Hadi Thoyib; Eko Parnandes; Faturrahman Faturrahman
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62981

Abstract

Kaligrafi Arab memiliki peran strategis dalam seni visual Islam sebagai elemen estetika sekaligus simbolik yang membentuk makna ruang sakral dalam arsitektur masjid. Namun, di wilayah pedesaan seperti Desa Demang, pemanfaatannya masih menghadapi keterbatasan pemahaman, keterampilan, dan sumber daya, sehingga fungsi spiritual dan estetikanya belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif masyarakat serta meningkatkan kapasitas lokal dalam pengembangan ornamen kaligrafi berbasis nilai religius dan budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan participatory action research dengan melibatkan 30 partisipan melalui intervensi berupa pelatihan, edukasi, penyadaran, dan pendampingan. Data dikumpulkan melalui angket pre-test dan post-test, wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif (persentase peningkatan) dan analisis tematik. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman (68%), partisipasi (54%), keterampilan (60%), dan kesadaran estetika-spiritual (48%). Analisis kualitatif mengungkap tiga tema utama, yaitu kaligrafi sebagai estetika visual, simbol spiritual, dan identitas sosial lokal. Kesimpulannya, pendekatan partisipatif efektif dalam mentransformasi persepsi masyarakat serta memperkuat kapasitas kolektif dalam mengembangkan kaligrafi sebagai elemen pembentuk ruang sakral yang kontekstual dan berkelanjutan.