Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Digital Public Relations Pt Pln Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Priok Dalam Publikasi Program Corporate Social Responsibility Di Wilayah Jakarta Utara Hanifah Hasna Rafifah; Juandanilsyah; Ballian Siregar; Endang Roh Suciati
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi Digital Public Relations PT PLN Indonesia Power UBP Priok dalam publikasi program Corporate Social Responsibility (CSR), memahami pola interaksi digital, dan identifikasi tantangan serta peluang yang muncul dari digitalisasi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) di Jakarta Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa PLN Indonesia Power UBP Priok mengimplementasikan komunikasi dua arah melalui media sosial, Focus Group Discussion (FGD), evaluasi rutin, dan integrasi struktural antara divisi Humas dan CSR. Beberapa platform yang digunakan mencakup Instagram, YouTube, TikTok, WhatsApp Group, dan website dengan penyesuaian konten yang berbeda untuk setiap platform. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia, sedangkan kerjasama dengan media massa menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan luas jangkauan.
Strategi Personal Branding Bryan Benaiah Dalam Membangun Citra Modis Untuk Kaum Pria Di Tiktok (Studi Kasus Pada Akun Tiktok @_Bryanzen) Muhammad Akbar Pahlevi; Endang Roh Suciati; Salman; Juandanilsyah
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi personal branding yang diterapkan Bryan Benaiah sebagai fashion content creator pria di TikTok (@_BryanZen) dan menganalisis penilaian pengikutnya terhadap citra modis yang ia bangun. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang berlandaskan paradigma konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan satu key informan (Bryan Benaiah) dan empat informan followers, serta observasi non-partisipan terhadap konten akun @_BryanZen. Analisis dilakukan menggunakan teori personal branding Montoya dengan delapan prinsip spesialisasi, kepemimpinan, kepribadian, perbedaan, visibilitas, kesatuan, keteguhan, dan nama baik serta teori agenda setting McCombs dan Shaw. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bryan berhasil menerapkan kedelapan prinsip personal branding secara konsisten, dengan spesialisasi pada gaya minimalis, rapi, dan Korean-inspired sebagai fondasi identitas digitalnya, serta diferensiasi yang dibangun melalui penguasaan body shape awareness, color theory, dan tipografi khas. Seluruh informan menilai Bryan autentik, konsisten, dan layak dijadikan referensi fashion pria. Melalui agenda setting, Bryan berhasil menjadikan fashion pria clean sebagai topik penting sekaligus membingkai ulang makna modis sebagai soal pemahaman diri dan kepercayaan diri, bukan sekadar tren. Kesimpulannya, citra modis Bryan merupakan konstruksi sosial yang terbentuk dari sinergi strategi personal branding yang terencana dengan fungsi agenda setting yang efektif.
Pola Komunikasi Virtual dalam Grup Online di Platform Discord pada Server Gang Desa Azhario Juwali; Nurmala; Juandanilsyah; Halomoan Harahap
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 5 (2026): EduTIK : Oktober 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i5.591

Abstract

ABSTRAK Penelitian kualitatif deskriptif ini mengkaji pola komunikasi virtual komunitas Discord “Gang Desa” menggunakan Teori Ekologi Media untuk memetakan peran arsitektur teknologi dalam membentuk norma interaksi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, dokumentasi obrolan, dan wawancara mendalam dengan lima pengurus server, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengidentifikasi empat pola komunikasi utama: pola primer melalui voice channel yang menghadirkan kedekatan emosional; pola sekunder pada text channel terstruktur yang menjembatani pertemuan offline; pola linear satu arah dari pengurus melalui saluran pengumuman untuk menjaga ketertiban; serta pola sirkular berupa obrolan harian yang santai, dinamis, dan setara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fitur teknis Discord tidak sekadar menjadi sarana komunikasi, tetapi juga aktif membentuk cara komunitas melestarikan nilai serta identitas kedaerahan di ruang digital. ABSTRACT This descriptive qualitative research examines virtual communication patterns in the "Gang Desa" Discord community using Media Ecology Theory to map the role of technological architecture in shaping interaction norms. Data were collected through participatory observation, chat documentation, and in-depth interviews with five server administrators, then analyzed using the Miles and Huberman model. The results identify four main communication patterns: a primary pattern through voice channels that creates emotional closeness; a secondary pattern on structured text channels that bridges offline meetings; a linear pattern consisting of one-way announcements from administrators to maintain order; and a circular pattern featuring relaxed, dynamic, and equal daily conversations. This study concludes that Discord's technical features do not merely serve as communication tools, but actively shape how the community preserves rural values and regional identity in the digital space.