Sebrian Mirdeklis Beselly Putra
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Evaluasi Penerapan Sistem Drainase Berwawasan Lingkungan dalam Menanggulangi Genangan dengan Konsep Low-Impact Development pada Perumahan Jatibening Permai Kota Bekasi Erlangga Prasetyo Ajie; Sumiadi; Sebrian Mirdeklis Beselly Putra
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.2.73

Abstract

Perumahan Jatibening Permai di Kota Bekasi selalu mengalami masalah banjir setiap tahunnya. Hal ini ditengarai karena kurang optimalnya fungsi saluran drainase akibat kapasitas yang tidak mencukupi, beberapa segmen drainase yang tidak seragam, dan kurangnya resapan. Perumahan ini hanya memiliki 1 ruang terbuka hijau untuk resapan berupa sebuah taman perumahan. Minimnya lahan resapan pada kawasan ini menyebabkan berkurangnya daerah resap air hujan sehingga air hanya mengalir menuju saluran drainase konvensional saja. Di sisi lain, kondisi saluran drainase eksisting yang buruk serta curah hujan yang tinggi menyebabkan limpasan air tidak dapat diatasi dengan optimal sehingga membentuk genangan pada daerah ini. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan guna mengevaluasi sistem drainase eksisting dan merancang sistem drainase baru dengan konsep Low-Impact Development (LID).Penelitian mencakup analisis hidrologi debit banjir rencana, analisis hidrolika, dan pemodelan EPA SWMM 5.2. Hasil simulasi menunjukkan 51 saluran drainase rawan meluap serta 7 titik genangan dengan total volume genangan sebesar 1027 m³. Penanganan yang dilakukan meliputi pelebaran dimensi saluran guna menambah kapasitas saluran dan pembuatan 31 sumur resapan guna membantu menampung limpasan air hujan. Penggunaan konsep LID terbukti efektif mereduksi volume genangan hingga 100% serta meningkatkan kapasitas drainase dalam mengatasi debit banjir rencana sebagai solusi berkelanjutan dalam menangani risiko genangan
Analisa Laju Erosi dan Arahan Konservasi Lahan Menggunakan Model SWAT Pada Sub DAS Kali Konto Ariani, Intan Febri; Runi Asmaranto; Sebrian Mirdeklis Beselly Putra
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sub DAS Kali Konto merupakan bagian dari DAS Brantas yang rawan erosi akibat topografi curam dan mengalami perubahan tata guna lahan, ditandai dengan banjir besar pada tahun 2021. Penelitian ini menganalisis laju erosi dan sedimentasi menggunakan model SWAT+ berbasis SIG, menghitung Indeks Bahaya Erosi (IBE), serta merumuskan arahan konservasi lahan dan rancangan anggaran biaya bangunan pengendali sedimen. Hasil simulasi menunjukkan rerata laju erosi di 2023 sebesar 167,37 ton per ha pertahun (11,95 mm/tahun), dengan 63% dari total luas DAS (24.277,36 ha) berkategori IBE sangat tinggi. Arahan konservasi yang diusulkan berupa kombinasi metode mekanis berupa tiga bangunan check dam pada titik strategis, dan metode non-struktural berupa reboisasi serta terasering pada subbasin lainnya. Total rancangan anggaran biaya pembangunan tiga check dam tersebut diperkirakan sebesar Rp13.946.780.000. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi pengelolaan DAS Kali Konto yang lebih berkelanjutan.
Perencanaan Struktur Bangunan Plengsengan Kapasitas 2.000 GRT di Dermaga LCM Pelabuhan Bulusan Banyuwangi Jawa Timur Wirayana, Adi Pradana; Suwanto Marsudi; Sebrian Mirdeklis Beselly Putra
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Bulusan di Banyuwangi, Jawa Timur, membutuhkan pengembangan dermaga LCM (Landing Craft Mechanized) untuk menampung kapal berkapasitas hingga 2.000 GRT guna mendukung distribusi barang dan penumpang antar Jawa dan Bali. Penelitian ini merencanakan struktur bangunan plengsengan sebagai penahan sekaligus tempat sandar kapal, meliputi analisis kondisi kolam pelabuhan eksisting, penentuan elevasi muka air laut rencana, desain struktur dan dimensi plengsengan, analisis pembebanan, desain pondasi tiang pancang, serta penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Hasil analisis menunjukkan elevasi muka air laut rencana sebesar +5,00 m dari MSL, dengan struktur plengsengan berdimensi 70 x 30 m menggunakan pondasi spun pile diameter 600 mm. Beban vertikal maksimum 84,19 ton masih jauh di bawah daya dukung izin 423,52 ton, sehingga pondasi dinyatakan stabil. Total RAB yang dibutuhkan untuk pembangunan plengsengan ini adalahRp3.950.000.000. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan teknis dalam pengembanganDermaga LCM Pelabuhan Bulusan.
Pemanfaatan Data Hujan Satelit CHIRPS Sebagai MasukanDalam Perkiraan Debit Sungai Menggunakan HEC-HMS PadaSub-DAS Welang Hulu Kabupaten Pasuruan Aisyah Pratiwi; Donny Harisuseno; Sebrian Mirdeklis Beselly Putra
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan jumlah dan sebaran stasiun hujan menjadi kendala dalam penyediaan data curah hujan untuk pemodelan hidrologi. Data satelit Climate Hazards Group InfraRed Precipitation with Station Data (CHIRPS) dapat dimanfaatkan sebagai alternatif, namun memerlukan koreksi bias sebelum digunakan sebagai masukan model. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja data CHIRPS, menerapkan metode koreksi bias Linear Scaling, serta mengkaji pemanfaatannya pada model HEC-HMS di Sub-DAS Welang Hulu, Kabupaten Pasuruan. Data penelitian meliputi curah hujan observasi tiga stasiun, data CHIRPS, dan debit observasi AWLR Purwodadi periode 2005–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor koreksi harian lebih efektif dibandingkan faktor koreksi bulanan dengan nilai NSE 0,737, r 0,869, dan RSR 0,513. Kalibrasi HEC-HMS meningkatkan nilai NSE dari −0,37 menjadi 0,37. Setelah dilakukan analisis outlier menggunakan metode Interquartile Range (IQR), hasil evaluasi meningkat dengan NSE 0,50, r 0,730, RSR 0,70, PBIAS −0,74%, dan MKGE 0,721. Penerapan faktor koreksi harian dan metode IQR mampu meningkatkan representativitas evaluasi model HEC-HMS.
Distribusi Ukuran Butir dan Karakteristik Sedimen Dasar pada Kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna Kabupaten Malang Bilan Ayu Ardita; Runi Asmaranto; Sebrian Mirdeklis Beselly Putra
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna merupakan ekosistem pesisir yang dipengaruhi oleh gelombang, arus, dan vegetasi mangrove sehingga membentuk karakteristik sedimen yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi ukuran sedimen dasar di kawasan CMC berdasarkan komposisi ukuran butir dan parameter statistik sedimen. Sampel sedimen diambil pada 38 titik pengamatan dan dianalisis menggunakan sieve analysis, kemudian diklasifikasikan berdasarkan klasifikasi tekstur sedimen dan parameter statistik ukuran butir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedimen dasar didominasi oleh fraksi pasir sebesar 74.33–99.63%, dengan tekstur utama Gravelly Sand (52.63%) dan Slightly Gravelly Sand (36.84%). Nilai mean grain size berkisar 0.25–1.77 mm dan D50 sebesar 0.20–1.77 mm, yang menunjukkan dominasi pasir halus hingga pasir sangat kasar. Nilai sorting berkisar 1.320–4.701, skewness −0.428 hingga 0.326, dan kurtosis 0.672–1.977. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kawasan CMC dipengaruhi oleh lingkungan berenergi sedang hingga tinggi dengan proses transpor dan deposisi sedimen yang bervariasi secara spasial akibat pengaruh gelombang, arus pesisir, dan vegetasi mangrove.