Suryani
Universitas An Nuur

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN DUKUNGAN KELUARGA DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH TINGGI (HIPERTENSI) PADA LANSIA DI DESA TRUWOLU KECAMATAN NGARINGANKABUPATEN GROBOGAN Ahmad Arifin; Suryani; Wahyu Riniasih
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2017): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu kontributor paling penting untuk penyakit jantung dan stroke yang bersama-sama membentuk penyebab nomor satu kematian dan kecacatan di dunia. Para peneliti memperkirakan bahwa tekanan darah tinggi memberikan kontribusi untuk 9,4 juta kematian akibat penyakit kardiovaskuler setiap tahun. Hal ini juga meningkatkan risiko kondisi seperti gagal ginjal dan kebutaan (WHO, 2013). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Dukungan Keluarga dalam Menurunkan Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) Pada Lansia di Desa Trowolu Kecamatan Ngaringan.   Metode: Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah semua lansia yang menderita tekanan darah tinggi (hipertensi) di Desa Towolu sejumlah 60 lansia. Teknik sampling adalah teknik yang dipergunakan untuk mengambil sampel dari populasi (Hidayat, 2009). Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Total Sampling, yang merupakan teknik penentuan sampel jika seluruh populasi dijadikan sampel (Saryono, 2009).   Hasil: Dari hasil diperoleh nilai p 0.000 yang menunjukkan bahwa korelasi antara skor tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga bermakna dengan uji korelasi Spearman’s rho. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan dengan dukungan keluarga dalam menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi) pada lansia di Desa Trowolu Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan.   Simpulan:Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan dengan dukungan keluarga dalam menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi) pada lansia di Desa Trowolu Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan. 
STUDI KASUS PENGETAHUAN ORANGTUA TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA CHOKING PADA BALITA DI DESA GEYERKECAMATAN GEYER KABUPATEN GROBOGAN Rahmawati; Suryani
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2019): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar belakang : Tersedak ( Choking ) adalah masuknya benda yang berasal dari luar atau pun dalam tubuh yang dalam keadaan normal tidak ada ke saluran pernafasan (Zuleika P, 2016). Data dari RSUD SOEDJATI SOEMODIARDJO PURWODADI periode Januari 2016 - April 2018 jumlah kasus sebanyak 4 kasus balita yang mengalami choking (tersedak) yang di rawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai pengetahuan orang tua tentang pertolongan pertama choking pada balita di Desa Geyer Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan.   Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis pra eksperimen dengan menggunakan metode one group design without control, Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling pada 40 responden.   Hasil : Hasil menunjukkan pengetahuan dengan kategori kurang 15.0%, cukup 65.0%, dan baik 20.0%.   Simpulan : Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan ada pengaruh pengetahuan orangtua tentang pertolongan pertama choking (tersedak) pada balita di Desa Geyer Kecamatan Geyer Grobogan. 
PENGEMBANGAN METODE KONSELING TENTANG DIFTERI PADA PENGETAHUAN ORANG TUA DI KABUPATEN GROBOGAN Sutiyono; Suryani
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2020): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang; Difteri merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh corynebacterium diphteriae yang mudah menular. Dari data Badan Kesehatan Dunia diketahui terdapat 775 kasus di tahun 2013. Kasus difteri di Indonesia 593 dengan angka kematiannya mencapai 32 kasus di tahun 2017. Dari data dinas kesehatan di tahun 2016 terdapat 6 kasus difteri sampai januari 2017. Pendidikan kesehatan merupakan usaha atau kegiatan untuk membantu individu, kelompok atau masyarakat dalam meningkatkan kemampuan untuk mencapai kesehatan secara maksimal, adapun metode yang digunakan dalam pendidikan kesehatan adalah dengan metode konseling. Penelitian ini untuk mengetahui ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode konseling terhadap peningkatan pengetahuan tentang difteri pada orang tua.Metode; Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimen dengan one group pre-post test design dengan 24 responden diberikan pendidikan kesehatan dengan metode konseling.Hasil; terdapat ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode konseling terhadap peningkatan pengetahuan (p value 0.0001). Dengan rata-rata pengetahuan tentang difteri sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan metode konseling sebesar 88.33 lebih tinggi dari sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan metode konseling yaitu 43.06.Simpulan; ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode konseling dalam meningkatkan pengetahuan pada orang tua.  
PENGARUH AKTIFITAS FISIK JALAN KAKI TERHADAP PENURUNAN INDEKS MASSA TUBUH PADA REMAJA DI DUSUN KRAJAN DESA JAMBON KECAMATAN PULOKULON KABUPATEN GROBOGAN Suryani; Christina Nur Widayati; Merica Rusma Setianda
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2020): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang: Indeks masa tubuh merupakan metode sederhana yang digunakan untuk menilai status gizi seorang individu. Pengukuran IMT merupakan metode yang murah dan mudah dalam mengukur status gizi namun tidak  dapat mengukur lemak tubuh secara langsung. Berdasarkan dari hasil Riset Kesehatan Dasar (2018), kejadian berat badan berlebihsaat ini dibuktikan dengan adanya prevalensi nasional berdasarkan data riset kesehatan dasar 2018. Seseorang yang mengalami kelebihan berat badan yaitu 7,3% yang terdiri dari 5,7% overweight dan 1,6% mengalami obesitas hasil ini jauh lebih meningkat dibanding tahun2010 yang hanya sebesar 1,4%  seseorang mengalami kelebihan berat badan didapatkanprevalensi overweight untuk tingkat provinsi jawa tengah menunjukan 6% meningkat dibandingkan tahun 2010 yang hanya 0,7%. Tujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik jalan kaki terhadap penurunan indeks massa tubuh remaja  di Dusun Krajan Desa Jambon Kecamatan Pulokulon Kabupten GroboganMetode; Penelitian ini menggunakan metode Pre Eksperiment menggunakan One group prepost test design. Tekhnik sampling yang digunakan  probability sampling dengan teknik simple random sampling didapatkan sampel berjumlah 35 responden.Hasil; Berdasarkan analisis menggunakan komputerisasi dengan uji Wilcoxon pada pengaruh aktivitas fisik jalan kaki terhadap penurunan IMT pada remaja   menunjukkan p value 0,000 < 0,005, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga pada penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh pengaruh aktivitas fisik jalan kaki terhadap penurunan IMT pada remaja.Simpulan; Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh  aktivitas fisik jalan kaki terhadap penurunan IMT pada remaja   
HUBUNGAN PEMAKAIAN COMPACT POWDER TERHADAP TINGKAT KEPARAHAN ACNE VULGARIS PADA REMAJA WANITA DI MA YPI KLAMBU Talitha Elan Hatma Maharani; Suryani; Wahyu Dewi Hapsari
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2021): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang : Acne vulgaris adalah penyakit peradangan kronis folikel pilosebasea yang umum terjadi pada usia 14-17 tahun. Pada tahun 2007 terdapat sekitar 80% remaja penderita acne vulgaris di Indonesia. Salah satu faktor penyebab acne adalah penggunaan kosmetik seperti compact powder. Dampak yang ditimbulkan oleh acne vulgaris tidak hanya padapermasalahan fisik saja, tetapi akan berdampak pada kualitas hidup seseorang dan kesehatan psikis pada remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemakaian compact powder terhadap tingkat keparahan acne vulgaris pada remaja wanita di MA YPIKlambu.Metode: Penalitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional, teknik sampling yang digunakan Non Probability Sampling dengan metode Purposive Sampling dan didapatkan sampel 61 responden. Uji hipotesis menggunakan Spearman rhodengan SPSS 16.0.Hasil: Berdasarkan analisis menggunakan SPSS 16.0 dengan uji Spearman rho diperoleh nilai p = 0,006 jadi korelasi kedua variabel signifikan karena besarnya nilai ????( ????-value) lebih kecil dibandingkan dengan besarnya ????=0,05. Berarti secara statistik terdapat hubungan yang bermakna antara kedua variabel.Kesimpulan: Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pemakaian compact powder terhadap tingkat keparahan acne vulgaris pada remaja wanita di MA YPI Klambu.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PERILAKUPENCEGAHAN HEPATITIS DI KABUPATEN GROBOGAN Nurulistyawan Tri Purnanto; Suryani; Sulistiyarini
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 4 No 2 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/djp5td23

Abstract

Latar Belakang: Hepatitis merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat diprediksi sebelumnya. Mayoritas penderita telah terdekti setelah kronis. Di Indonesia pada tahun 2019, data menyebutkan lebih dari 877 orang terdiagnosa dengan hepatitis dan separo dari jumlah tersebut mengalami komplikasi. Ada banyak faktor penyebab hepatitis yang salah satunya adalah pengetahuan dan perilaku perawat dalam pencegahan hepatitis.Tujuan: tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat dengan perilaku pencegahan hepatitis di Kabupaten Grobogan.Metode: desain penelitian ini menggunakan quantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sample dalam penelitian ini adalah 109 responden yang dipilih secara simple random sampling. Data dianalisa dengan menggunakan chi-square.Hasil: Tingkat pengetahuan responden tentang hepatitis adalah baik yaitu sebanyak 58 (53,2%); perilaku perawat dalam pencegahan hepatitis berada pada level baik yaitu 98 (89,9%) dan terdapat hubungan antara Pengetahuan Perawat dengan Perilaku pencegahan hepatitis (p-value; 0,001 dengan nilai r sebesar 0,824)Kesimpulan: terdapat hubungan antara Pengetahuan Perawat dengan Perilaku pencegahan hepatitis
PENERAPAN TERAPI RELAKSASI BENSON UNTUK MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI BENIGNPORSTATIC HYPERPLASIA DI RSUD DR.R. SOEDJATISOEMODIARDJO PURWODADI Danu setiawan; Suryani; Rahmawati; Sri Temu; Dwi Ernawati
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 11 No 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/e18wk347

Abstract

Latar Belakang: Hiperplasia Prostat Jinak (BPH) merupakan masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat seiring bertambahnya usia. Secara global, jumlah penderita BPH telah melampaui 2,4 juta orang, dan di Indonesia diperkirakan mencapai 9,2 juta kasus, terutama pada pria berusia di atas 60 tahun. Jawa Tengah merupakan provinsi dengan jumlah kasus tertinggi, dengan Kabupaten Grobogan mencatat prevalensi sebesar 66,33% dari total kasus di provinsi tersebut. Berdasarkan data dari RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi, terdapat 23 kasus BPH pada tahun 2024. Metode penelitian: Penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus ini bertujuan untuk mengeksplorasi intervensi keperawatan pada pasien pasca operasi BPH yang mengalami nyeri akut di RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi. Hasil: Setelah dilakukan perawatan keperawatan selama 3 hari, pasien dengan nyeri akut pasca operasi BPH menunjukkan penurunan nyeri dari skala 6 menjadi 2 setelah dilakukan teknik relaksasi Benson, dan selanjutnya diperbolehkan pulang. Kesimpulan: Teknik relaksasi Benson efektif dalam mengurangi intensitas nyeri akut pada pasien pasca operasi BPH jinak