Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN FREKUENSI PEMBERIAN ASI DENGAN KEJADIAN BREASTFEEDING JAUNDICE Sari, Evin Noviana; Hafizah, Hafizah; ujati, Pinjung
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.18669

Abstract

Ikterus karena ASI berhubungan dengan pemberian ASI dari seorang ibu tertentu dan biasanya akan timbul ikterus pada setiap bayi yang disusukannya. Selain itu, ikterus karena ASI juga bergantung kepada kemampuan bayi mengkonjugasi bilirubin indirek (misalnya bayi prematur akan lebih besar kemungkinan terjadi ikterus). Ikterus neonatorum bila tidak ditangani secara cepat akan menimbulkan masalah kesehatan serius yaitu kernikterus,  Kernikterus adalah suatu keadaan dimana terjadi penimbunan bilirubin dalam otak, sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada otak. Efek jangka Panjang dari kernikterus adalah keterbelakangan mental, kelumpuhan selebral dan dapat menyebabkan tuli. Untuk mengetahui hubungan frekuensi pemberian ASI dengan kejadian breastfeeding jaundice. Menggunakan analisis statistik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel nya sebesar 40 orang ibu yang memiliki bayi umur kurang dari 1 bulan di wilayah kerja puskesmas Koto Baru Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik chi square dengan nilai signifikan p value 0,05 dengan menggunakan spss. Hasil penelitian di dapatkan p value 0,00 yang menunjukkan terdapat hubungan antara frekuensi pemberian ASI dengan kejadian breastfeeding jaundice Bayi yang tidak mengalami ikterus cenderung lebih sering mendapakan ASI yang optimal atau sering. Semakin tinggi frekuensi pemberian ASI pada bayi baru lahir, maka resiko terjadinya ikterus akan semakin kecil.
Hubungan Pengetahuan Orang Tua Tentang Toxic Parenting Dengan Perilaku Emosional Anak di TKN Pembina Sungai Rumbai Kabupaten Dharmasraya Tahun 2023 Sari, Evin Noviana; Deski, Sinta Okta; Yuliawati, Eni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.9093

Abstract

Toxic parenting merupakan pola asuh di mana orang tua memperlakukan anaknya dengan tidak hormat sebagai individu dimana orang tua yang egois tanpa memikirkan perasaan serta kurang menghargai hak berpendapat pada anak. Masih ada orang tua yang tidak mau mendengarkan pendapat anak dan pendapatnya tidak mau dibantah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan orang tua tentang toxic parenting dengan perilaku emosional anak, sehingga didapat metode yang paling efektif hubungan pengetahuan orang tua tentang toxic parenting dengan perilaku emosional anak. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif analitik, dengan pendekatan cross sectional dengan bentuk pengisian kuisioner. Pada penelitian ini sampel penelitian yang digunakan sebanyak 56 orang . Berdasarkan hasil penelitian dengan uji chi square didapatkan nilai p –value 0,000 < a (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna pengetahuan orang tua tentang toxic parenting terhadap perilaku emosional anak.
Evaluasi Ketercapaian Kunjungan ANC K6 di Wilayah Kerja Puskesmas Silago Kabupaten Dharmasraya Tahun 2024 Khotimah, Siti; Sari, Evin Noviana; Sepiana, Anggun; Putri, Culeksi Yusie Noviana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15179

Abstract

Pelayanan yang menyeluruh dan unggul yang diberikan kepada seluruh ibu hamil disebut dengan pelayanan antenatal terpadu. Pelayanan antenatal terpadu (ANC) yang meliputi identifikasi faktor risiko dini dan pemberian pengobatan bagi ibu hamil yang mengalami masalah sangat penting dalam menentukan hasil persalinan. Salah satu dampak dari kurangnya penyediaan layanan antenatal adalah Angka Kematian Ibu (AKI). Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif, cara menentukan informan dengan teknik porposiv sampling, informan kunci adalah pimpinan kepala puskesmas, informan tambahan adalah Bidan kordinator, bidan Desa dan Ibu hamil, informan tambahan kader posyandu. Teknik pengambilan data Observasi , wawancara, focus grup diskusi, dokumentasi. Teknik analisis data Reduksi data, penyajian data, Penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data Triangulasi data, Triangulasi metode, Triangulasi sumber.  Wilayah kerja Puskesmas Silago Kabupaten Dharmasraya dapat dikatakan belum mencapai jumlah kunjungan Antenatal Care (ANC) yang diharapkan pada tingkat K6. Kekurangan ini disebabkan oleh sarana dan prasarana yang belum memadai serta keterbatasan sumber daya manusia. faktor ekonomi kemudian akses jalan serta keadaan geografi yang menyebabkan kunjungan Antenatal Care k6 diwilayah kerja puskesmas Silago Belum mencapai Target. Kata kunci : Evaluasi, Antenatal Care, kunjungan (k6).
PENGARUH PENGGUNAAN VIRGIN COCONUT OIL TERHADAP RUAM POPOK PADA BAYI USIA 0-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTO BESAR TAHUN 2025 Purwati, Rati; Sari, Evin Noviana; Suri, Niken
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 1 (2025): Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i1.3440

Abstract

Diaper rash is a common problem in infants that can cause discomfort and health problems. Factors that cause diaper rash include friction between the baby's skin and diaper, excessive moisture, bacterial or fungal infections, and poor diaper hygiene. This study aims to determine the effect of using Virgin Coconut Oil (VCO) on diaper rash in infants aged 0-12 months in the working area of Koto Besar Health Center in 2025. This study uses a quantitative method with a posttest only control group design, with 20 respondents divided into two groups: an experimental group (n = 10) given VCO on the diaper rash area, and a control group (n = 10) not given VCO. The sampling technique used is total sampling. The results showed that there was a significant difference between the experimental group and the control group in terms of diaper rash severity (p = 0.000; Wilcoxon test). This result indicates that the use of VCO can reduce the severity of diaper rash in infants aged 0-12 months. This study can be a reference for parents and health professionals in managing diaper rash in infants. Conclusion: Virgin Coconut Oil can be used as an alternative non-pharmacological management in reducing the severity of diaper rash in infants.Keywords: Diaper rash, Virgin Coconut Oil (VCO), infant, non-pharmacological management, alternative treatment