Hokbyan R.S Angkat
Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Universitas Tarumanagara

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EVALUASI SIMPANG APILL KALIBATA – PASAR MINGGU BERDASARKAN PKJI 2023 DAN SIMULASI PTV VISSIM Syeimaa Salsabila; Lidwina Sri Ayu DR Sianturi; Hokbyan R.S Angkat; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34116

Abstract

The growth of the number of vehicles in Jakarta continues to increase along with the increasing population and economic activities. This causes significant traffic congestion, especially during peak hours. One of the points experiencing congestion is the Kalibata three-way intersection which connects Pasar Minggu street and Kalibata street. This intersection has a strategic role because it is located near shopping centers, offices, and residential areas, making it a meeting point for various types of vehicles. This study aims to analyze the performance of the Kalibata three-way intersection by evaluating traffic performance parameters based on PKJI 2023. The data used in this study were obtained through a field survey that included data collection on traffic volume, road geometric characteristics, and traffic signal settings. This study uses the ptv vissim simulation software that allows modeling and simulation of existing traffic conditions and testing various improvement scenarios. The recommendations proposed in this study focus on non-physical handling, namely adjusting the timing of traffic signals at each intersection approach. Microsimulation modeling using PTV Vissim software shows results that are consistent with the analytical approach of PKJI, although the resulting delays tend to be lower. The combined approach between the PKJI analytical method and PTV Vissim microsimulation has proven to be complementary in analyzing the overall performance of the intersection. Abstrak Pertumbuhan volume kendaraan di wilayah Jakarta Selatan yang tidak seimbang dengan kapasitas jalan yang tersedia telah menimbulkan permasalahan kemacetan, khususnya di lokasi-lokasi penting seperti Simpang Tiga Kalibata. Simpang ini berfungsi sebagai titik pertemuan antara Jalan Raya Kalibata dan Jalan Raya Pasar Minggu, yang berada di area dengan kepadatan aktivitas, seperti permukiman, area perkantoran, dan fasilitas umum. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja lalu lintas pada simpang tersebut dengan metode analisis berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 serta melalui simulasi mikroskopik menggunakan software PTV Vissim. Data utama diperoleh melalui pengamatan lapangan, sementara data pendukung diambil dari peta jaringan jalan dan informasi penggunaan lahan sekitar simpang. Evaluasi dilakukan terhadap parameter lalu lintas seperti derajat kejenuhan, panjang antrean kendaraan, tundaan rata-rata, dan level of service (LOS). Berdasarkan hasil analisis, simpang ini berada pada tingkat pelayanan F pada kondisi eksisting, baik menurut PKJI maupun hasil simulasi Vissim. Proses validasi model menggunakan metode GEH dan MAPE menunjukkan bahwa hasil simulasi cukup akurat. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penyesuaian waktu siklus lampu lalu lintas dan pengaturan ulang fase sinyal sebagai alternatif solusi. Implementasi strategi ini diharapkan mampu meningkatkan kelancaran arus lalu lintas dan menurunkan tingkat kemacetan yang terjadi.
ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL MENGGUNAKAN PKJI 2023 DAN MIKROSIMULASI PTV VISSIM PADA SIMPANG EMPAT MUNCUL, SERPONG Amanda Greta Theodora; Najid Najid; Hokbyan R.S Angkat; Lidwina Sri Ayu DR Sianturi
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34357

Abstract

Traffic congestion is a major issue in urban areas, including at Simpang Empat Muncul. Serpong, South Tangerang. Despite the implementation of a one-way system during peak hours, traffic delays persist. This study aims to evaluate the performance of the signalized intersection using the Indonesian Highway Capacity Manual (PKJI) 2023 and compare it with microsimulation modeling using PTV Vissim software. Data were collected through primary and secondary surveys and analyzed using both methods to compare results in terms of queue length, delay, and Level of Service (LOS). The results show significant differences: PKJI tends to produce higher delay values, while Vissim provides lower but more realistic outcomes, supported by accurate validation (GEH < 5.0 and MAPE < 2%). The worst condition occurred on Saturday evening with LOS F, while the one-way system during weekday mornings effectively reduced congestion. These differences are attributed to the deterministic approach of PKJI and the stochastic nature of Vissim. The integration of both methods offers a more comprehensive analysis to support optimal traffic management recommendations. Abstrak Kemacetan lalu lintas menjadi masalah krusial di kawasan perkotaan, termasuk di Simpang Empat Muncul, Serpong, Tangerang Selatan. Meskipun telah diterapkan sistem satu arah pada jam sibuk, kemacetan masih kerap terjadi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja simpang bersinyal menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dan membandingkannya dengan pemodelan mikrosimulasi menggunakan perangkat lunak PTV Vissim. Data diperoleh melalui survei primer dan sekunder, kemudian dianalisis dengan kedua metode untuk membandingkan hasil dalam hal panjang antrian, tundaan, dan tingkat pelayanan (LOS). Hasil menunjukkan perbedaan signifikan: PKJI cenderung menghasilkan nilai tundaan lebih tinggi, sedangkan Vissim memberikan hasil lebih rendah namun realistis, dengan validasi akurat (GEH < 5,0 dan MAPE < 2%). Kondisi terburuk terjadi pada Sabtu malam dengan LOS F, sedangkan sistem satu arah pada pagi hari kerja terbukti efektif menurunkan kemacetan. Perbedaan hasil disebabkan oleh pendekatan deterministik (PKJI) dan stokastik (Vissim). Kombinasi keduanya memberikan gambaran yang lebih komprehensif dalam mendukung rekomendasi pengelolaan lalu lintas yang optimal.
KARAKTERISTIK KECELAKAAN LALU LINTAS PADA RUAS JALAN IR. SUTAMI KOTA BANDAR LAMPUNG Inaya Vidiadari; Hokbyan R.S Angkat; Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i3.37345

Abstract

As a major transportation issue, traffic accidents lead to not only material losses but also fatalities. This risk is considerably high on Ir. Sutami Road (Bandar Lampung), a national road with heavy traffic activity. This study examines traffic accident characteristics on Ir. Sutami Road from 2020 to 2025 based on occurrence time, vehicle type, victim age, and accident diagram classification. This study also supports the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 3 (Good Health and Well-being), through efforts to improve road safety and reduce the risk of traffic accidents. The evaluation results indicate that the highest number of accidents frequently occurred in the morning (06:01–10:00 WIB) with a total of 7 cases. In terms of fatality patterns, the accidents were dominated by collisions between trucks/buses and motorcycles (9 cases), with most victims belonging to the productive age group of 16–20 years old (10 people). Based on the Integrated Road Safety Management System (IRSMS), the dominant patterns are front-side and rear-end collisions between heavy vehicles and motorcycles. Overall, traffic accidents on this road segment are dominated by motorcyclists and young individuals with a high level of vulnerability on highways. Abstrak  Sebagai salah satu masalah transportasi utama, kecelakaan lalu lintas tidak hanya menimbulkan kerugian materi tetapi juga korban jiwa. Risiko ini cukup tinggi di ruas Jalan Ir. Sutami (Bandar Lampung), yang merupakan jalan nasional dengan aktivitas lalu lintas yang padat. Penelitian ini mengkaji karakteristik kecelakaan lalu lintas di ruas Jalan Ir. Sutami tahun 2020–2025 berdasarkan waktu kejadian, jenis kendaraan terlibat, usia korban, serta pengelompokan diagram kecelakaan. Penelitian ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Good Health and Well-being), melalui upaya peningkatan keselamatan jalan dan pengurangan risiko kecelakaan lalu lintas. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa insiden tertinggi kerap terjadi pada pagi hari (06.01–10.00 WIB) dengan total 7 kasus. Dari segi fatalitas, kecelakaan didominasi oleh tabrakan antara truk/bus dan sepeda motor (9 kasus), dengan korban terbanyak berasal dari kelompok usia produktif 16–20 tahun (10 orang). Berdasarkan standar Integrated Road Safety Management System (IRSMS), pola yang mendominasi adalah konflik depan-samping dan depan-belakang antara kendaraan berat dan sepeda motor. Secara keseluruhan, kecelakaan di ruas jalan ini didominasi oleh pengendara roda dua dan usia muda yang memiliki tingkat kerentanan tinggi di jalan raya.
KARAKTERISTIK PERJALANAN PENUMPANG LRT JABODEBEK RUTE HARJAMUKTI–DUKUH ATAS PADA PERIODE JAM SIBUK Alifia Cahyaningtias; Hokbyan R.S Angkat; Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i3.37349

Abstract

The Jabodebek LRT is a rail-based mass transit system that supports community mobility across Jakarta, Bogor, Depok, and Bekasi. The Harjamukti–Dukuh Atas route is a key corridor linking suburban residential areas with activity centers in Jakarta. This study aims to analyze the travel characteristics of Jabodebek LRT users on the Harjamukti–Dukuh Atas route during peak hours. A descriptive statistical method was applied using questionnaire data collected from 117 respondents. The results show that most respondents came from Ciracas District (33%) and Cimanggis District (32%). The majority used the LRT for work-related trips (65%), made round trips (100%), and traveled during both morning and evening peak hours (77%). Harjamukti Station was the main departure station (91%), while Dukuh Atas Station was the primary destination (95%). Online transportation was the most common mode for accessing the station and the main alternative mode besides the LRT. These findings indicate that the Jabodebek LRT functions as a commuter transport system that supports mobility between suburban areas and Jakarta’s activity centers. The study also contributes to Sustainable Development Goal (SDG) 11 by supporting the provision of safe, affordable, accessible, and sustainable transportation systems. Abstrak LRT Jabodebek merupakan sistem transportasi massal berbasis rel yang mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi. Rute Harjamukti–Dukuh Atas menjadi salah satu koridor utama yang menghubungkan kawasan permukiman di wilayah penyangga dengan pusat aktivitas di Jakarta. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik perjalanan pengguna LRT Jabodebek pada rute Harjamukti–Dukuh Atas selama jam sibuk. Metode yang digunakan adalah statistik deskriptif berdasarkan data kuesioner dari 117 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berasal dari Kecamatan Ciracas (33%) dan Kecamatan Cimanggis (32%). Mayoritas responden menggunakan LRT untuk keperluan bekerja (65%), melakukan perjalanan pulang-pergi (100%), serta bepergian pada jam sibuk pagi dan sore (77%). Stasiun Harjamukti merupakan stasiun keberangkatan utama (91%), sedangkan Stasiun Dukuh Atas menjadi tujuan utama (95%). Transportasi daring merupakan moda yang paling banyak digunakan untuk menuju stasiun sekaligus menjadi moda alternatif utama selain LRT. Temuan ini menunjukkan bahwa LRT Jabodebek berperan sebagai moda transportasi komuter yang mendukung mobilitas masyarakat dari kawasan penyangga menuju pusat aktivitas di Jakarta. Penelitian ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 11 melalui dukungan terhadap penyediaan sistem transportasi yang aman, terjangkau, mudah diakses, dan berkelanjutan.