p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
I.G.A Kusuma Astuti N.P
Poltekkes Kemenkes Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Motivasi Lansia Terhadap Penggunaan Gigi Tiruan Di Posyandu Lansia Sekar Arum Gubeng Surabaya Vidya Saradevi; I.G.A Kusuma Astuti N.P; Rohisotul Laily; Agus Marjianto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1257

Abstract

Kehilangan gigi merupakan salah satu permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang banyak dialami lansia sertadapat menurunkan fungsi pengunyahan, kemampuan berbicara, estetika, dan kualitas hidup. Meskipunpenggunaan gigi tiruan merupakan upaya rehabilitasi yang efektif, tingkat pemanfaatannya masih rendah. Studiini dirancang guna mengkaji pengaruh motivasi lanjut usia terhadap pemanfaatan gigi tiruan di Posyandu LansiaSekar Arum, Gubeng, Surabaya. Penelitian ini menerapkan metode analitik observasional dengan pendekatancross-sectional. Penentuan sampel melibatkan 54 orang lansia yang direkrut melalui teknik simple randomsampling. Pengumpulan data variabel motivasi dijalankan lewat instrumen kuesioner, sementara statuspemakaian gigi tiruan dipantau memakai lembar checklist. Pengolahan data dieksekusi secara univariat sertabivariat dengan memanfaatkan uji Chi-Square pada taraf signifikansi 0,05. Temuan riset mengindikasikan bahwamayoritas subjek studi mempunyai tingkat motivasi yang rendah, yakni sebesar 61,1%, dan sebagian besar tidakmengenakan gigi tiruan (83,3%). Lebih lanjut, analisis bivariat membuktikan adanya pengaruh yang bermaknaantara motivasi lansia terhadap keputusan penggunaan gigi tiruan (p = 0,000). Kelompok lansia yang memilikimotivasi lebih kuat menunjukkan kecenderungan yang lebih tinggi untuk memakai gigi tiruan apabiladibandingkan dengan mereka yang bermotivasi rendah. Hasil ini menegaskan bahwa motivasi memegangperanan krusial sebagai determinan perilaku penggunaan gigi tiruan, sehingga intervensi berupa penguatanmotivasi lewat edukasi kesehatan gigi amat diperlukan, penguatan dukungan keluarga, serta peningkatan aksesterhadap pelayanan kesehatan gigi agar pemanfaatan gigi tiruan pada lansia dapat meningkat.
Hubungan Persepsi Ibu Hamil Tentang Cara Menjaga Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan Kejadian Gingivitis Di Wilayah Puskesmas Tambakrejo Kota Surabaya Ulfa Zuliantari; Siti Fitria Ulfah; I.G.A Kusuma Astuti N.P; Sunomo Hadi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1258

Abstract

Gingivitis diklasifikasikan sebagai salah satu patologi periodontal yang lazim menjangkau wanita hamil akibatfluktuasi endokrin masa gestasi serta praktik higienitas oral yang belum maksimal. Kendati persepsi maternalmengenai signifikansi pemeliharaan kesehatan rongga mulut dihipotesiskan memegang kendali terhadapmanifestasi perilaku preventif gingivitis, literatur ilmiah yang mengkaji korelasi kedua variabel tersebut masihtergolong minim. Investigasi ini diarahkan untuk menguji hubungan antara persepsi ibu hamil tentangpemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan insidensi gingivitis di Puskesmas Tambakrejo, Kota Surabaya.Pendekatan kuantitatif analitik berdesain cross-sectional diaplikasikan dalam studi ini dengan melibatkan 30orang subjek ibu hamil yang direkrut melalui teknik consecutive sampling. Pengumpulan data ditempuh viainstrumen kuesioner berbasis Health Belief Model untuk mengukur parameter persepsi, serta asesmen klinismenggunakan Gingival Index guna mendeteksi status peradangan. Pengolahan data analitis dijalankan melaluitahapan univariat dan bivariat memanfaatkan uji Chi-Square. Hasil penelaahan menunjukkan bahwa mayoritastingkat persepsi responden berada pada kategori cukup (56,67%), sementara manifestasi kasus gingivitisdidominasi oleh derajat peradangan berat (60,00%). Pengujian bivariat mengonfirmasi eksistensi korelasi yangbermakna secara statistik antara persepsi ibu hamil dan kejadian gingivitis (p = 0,001). Temuan empiris inimengindikasikan bahwa kualitas persepsi yang lebih optimal berkorelasi linier dengan reduksi tingkat keparahangingivitis, meskipun problem peradangan gusi tersebut tetap dimodulasi oleh faktor hormonal, higienitas oral,serta determinan perilaku lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa eskalasi persepsi lewat intervensi edukasikesehatan yang diselaraskan dalam program perawatan antenatal memiliki daya ungkit yang kuat untukmengoptimalkan upaya promotif serta preventif dalam menekan prevalensi gingivitis maternal.