Dewi Purwati
Fakultas Keperawatan, Universitas Padjadjaran

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Kecemasan Orang Tua yang Memiliki Anak Tunagrahita di SLB BC Multahada Purwati, Dewi; Hendrawati, Hendrawati; Setyorini, Dyah; Asriyani Maryam, Nenden Nur; Hernawaty, Taty
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/.v7i2.353

Abstract

Anak tunagrahita memiliki berbagai keterbatasan, baik dalam fungsi intelektual maupun fungsi adaptifnya. Keterbatasan ini membuat orang tua menjadi cemas terhadap masa depan dan tingkat kemandirian anaknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB (Sekolah Luar Biasa) BC Multahada. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah orang tua (ayah/ibu/wali/pengasuh utama di rumah) yang memiliki anak tunagrahita di SLB BC Multahada dengan jumlah sebanyak 63 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Kuesioner yang digunakan adalah Penn State Worry Questionnaire versi Indonesia yang memiliki nilai validitas, yaitu: 0,75 sampai 0,80; dan nilai reliabilitas 0,88. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif frekuensi dan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir setengah responden mengalami kecemasan sedang diikuti kecemasan ringan. Lalu sebagian kecil mengalami kecemasan berat dan sebagian kecil lagi tidak mengalami kecemasan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, kecemasan yang dirasakan orang tua akan berdampak terhadap dirinya maupun anaknya. Apabila kecemasan ini tidak segera ditangani nantinya akan berkembang menjadi lebih buruk. Adapun faktor yang mempengaruhi kecemasan orang tua adalah jenis kelamin, status pekerjaan, usia, pendidikan, derajat tunagrahita, dan usia anak
Penerapan Art Therapy pada Pasien Halusinasi Pendengaran dan Penglihatan di Rumah Sakit Jiwa: Laporan Kasus Dewi Purwati; Aat Sriati; Indra Maulana; Yofi Purnamagiri
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2475

Abstract

Halusinasi, terutama halusinasi pendengaran yang memiliki prevalensi 70–80% pada pasien dengan gangguan psikotik, merupakan gejala yang sering ditemukan pada pasien skizoafektif dan dapat mengganggu fungsi sosial, perilaku, serta kualitas hidup. Manajemen halusinasi merupakan intervensi keperawatan penting untuk membantu pasien mengontrol gejala yang dialami. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan art therapy sebagai intervensi keperawatan pendukung dalam membantu pasien mengontrol halusinasi pendengaran dan penglihatan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan laporan kasus pada seorang pasien perempuan usia 26 tahun dengan diagnosis skizoafektif tipe manik yang dirawat di rumah sakit jiwa selama delapan hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan status mental, dan telaah rekam medis. Intervensi yang diberikan meliputi teknik menghardik, kepatuhan minum obat, bercakap-cakap dengan orang lain, serta art therapy berupa menggambar dan mewarnai. Hasil menunjukkan penurunan frekuensi halusinasi, peningkatan kemampuan mengenali dan mengontrol halusinasi secara mandiri, berkurangnya perilaku berbicara dan tertawa sendiri, serta peningkatan keterlibatan dalam aktivitas sehari-hari. Kombinasi intervensi generalis dan art therapy membantu meningkatkan orientasi realitas, regulasi emosi, dan kemampuan koping. Penerapan manajemen halusinasi berpengaruh dalam membantu pasien mengontrol halusinasi dan mendukung proses pemulihan. Perawat jiwa disarankan mengintegrasikan art therapy sebagai intervensi pendukung dalam manajemen halusinasi.