Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Manajemen Laba Memediasi Penghindaran Pajak  Terhadap Nilai Perusahaan Property dan Real Estate Henggar Pramudya Gumelar; Gigih Aulia Hilmiawan; Melvin Rahma Sayuga Subroto
Solusi Vol. 24 No. 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v24i2.14103

Abstract

Tekanan biaya operasional dan beban pajak yang berat mendorong perusahaan properti dan real estat untuk mengejar strategi penghindaran pajak yang bertujuan untuk meningkatkan keuntungan dan nilai perusahaan. Namun, praktik tersebut sering kali menyebabkan manajemen laba, yang mendistorsi persepsi investor. Penelitian ini menyelidiki pengaruh penghindaran pajak terhadap nilai perusahaan di antara perusahaan properti dan real estat yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX) dari tahun 2015 hingga 2025. Penghindaran pajak diukur melalui Tingkat Pajak Efektif Tunai (CETR), nilai perusahaan melalui Tobin's Q, dan manajemen laba melalui akrual diskresioner. Variabel kontrol meliputi leverage, Return on Assets (ROA), dan likuiditas. Pendekatan pengambilan sampel bertujuan memilih 25 perusahaan, menghasilkan 250 observasi tahunan. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS 4.0). Hasil utama menunjukkan bahwa penghindaran pajak secara signifikan mengurangi nilai perusahaan (p=0,025), tidak menunjukkan dampak signifikan pada manajemen laba (p=0,0825), dan tidak memiliki pengaruh langsung pada nilai perusahaan. Selain itu, manajemen laba tidak memediasi hubungan antara penghindaran pajak dan nilai perusahaan (p=0,808). Singkatnya, pengaruh penghindaran pajak terhadap nilai perusahaan menunjukkan hubungan yang proporsional positif. Di antara variabel kontrol, leverage (p=0,007) dan ROA (p=0,000) memberikan pengaruh positif yang kuat terhadap nilai perusahaan, sedangkan likuiditas terbukti tidak signifikan (p=0,694). Studi ini memberikan wawasan tentang dinamika akuntansi keuangan dan pajak menggunakan data pasar modal riil Indonesia. Studi ini menawarkan nilai praktis bagi investor yang menilai taktik pajak perusahaan dan bagi regulator yang meningkatkan pengawasan terhadap dampak keuangan dari penghindaran pajak.
Kepuasan Praktisi Perpajakan melalui Literasi serta Kualitas Sistem dengan Mediasi Implementasi Coretax Aida Fitrin Anjani; Melvin Rahma Sayuga Subroto; Gigih Aulia Hilmiawan
Solusi Vol. 24 No. 3 (2026): July
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v24i3.14620

Abstract

Akselerasi transformasi digital melalui sistem administrasi perpajakan yang baru menuntut kesiapan adaptasi dan infrastruktur teknologi yang mumpuni agar tidak mengganggu aktivitas operasional para praktisi. Keberhasilan transformasi tersebut tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan pengguna dalam memahami dan mengimplementasikan sistem secara efektif sebagai bagian dari reformasi administrasi perpajakan. Penelitian ini menguji efek mediasi dari implementasi Coretax dalam menjembatani pengaruh literasi perpajakan serta kualitas sistem perpajakan terhadap tingkat kepuasan praktisi perpajakan. Melalui desain explanatory survey berbasis pendekatan kuantitatif, data primer dihimpun melalui penyebaran kuesioner dan diperoleh sebanyak 93 responden praktisi perpajakan di Daerah Istimewa Yogyakarta yang memenuhi kriteria dengan teknik purposive sampling. Pemodelan persamaan struktural berbasis Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) diaplikasikan untuk memproses data dengan bantuan software SmartPLS versi 4.1.1.7. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel berarah positif dan signifikan. Kualitas sistem perpajakan meningkatkan kepuasan praktisi perpajakan serta mendukung keberhasilan implementasi Coretax. Literasi perpajakan memperkuat implementasi Coretax, sedangkan implementasi Coretax meningkatkan kepuasan praktisi perpajakan sekaligus memediasi hubungan literasi perpajakan dan kualitas sistem perpajakan terhadap kepuasan praktisi. Temuan penelitian membuktikan bahwa kepuasan praktisi pajak yang optimal dapat dicapai melalui keberhasilan implementasi Coretax yang didukung secara efektif oleh keandalan kualitas sistem perpajakan serta tingginya tingkat literasi perpajakan.
Pelatihan Strategi Promosi dan Akuntansi Digital Untuk Penguatan Tata Kelola Wisata Jamu Dusun Kiringan Gigih Aulia Hilmiawan; Septian Rico Hernawan; Nur Azmi Ainul Bashir
Jurnal Pengabdian Masyarakat - Teknologi Digital Indonesia. Vol 5, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat - Universitas Teknologi Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26798/jpm.v5i1.2124

Abstract

Pariwisata berbasis desa menjadi strategi unggulan dalam pembangunan ekonomi lokal pasca pandemi COVID-19 karena menawarkan pendekatan inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan. Desa Wisata Jamu Kiringan di Bantul memiliki potensi besar dalam wisata herbal tradisional yang masih belum didukung sistem promosi dan pencatatan digital yang optimal. Untuk menjawab tantangan ini, dilakukan kegiatan pengabdian dengan metode Participatory Action-Based Learning (PABL), yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam merancang solusi. Kegiatan terdiri atas empat tahapan: (1) Perencanaan dan identifikasi kebutuhan desa, (2) Pelatihan promosi digital dan penguatan branding melalui media sosial, (3) Pelatihan penggunaan aplikasi pencatatan wisatawan menggunakan Google Forms dan Sheets, serta (4) Evaluasi dan refleksi. Hasilnya, pelatihan ini meningkatkan kemampuan teknis dan kesadaran digital masyarakat desa dalam promosi dan akuntansi kunjungan wisatawan. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan perangkat dan literasi digital, program ini berhasil memicu transformasi digital awal di desa. Ke depan, perlu dukungan berkelanjutan berupa penyediaan perangkat, pelatihan lanjutan, dan kemitraan strategis dengan pihak luar agar transformasi digital desa berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
PENGARUH GLOBAL REPORTING INITIATIVE DAN VOLATILITAS TERHADAP RETURN ON ASSETS DAN DEBT TO EQUITY RATIO PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2019–2025 Lutfi Amalia; Gigih Aulia Hilmiawan
Jurnal Maneksi Vol. 15 No. 3 (2026): Jurnal Maneksi (Management Ekonomi Dan Akuntansi)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/jm.v15i3.4084

Abstract

Introduction: Firm-specific effects were found to constitute the predominant source of variation in Return on Assets (ROA) and Debt to Equity Ratio (DER) among automotive sub-sector firms listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during 2019–2025. This study investigates whether Global Reporting Initiative (GRI) disclosure and stock price volatility contribute to those financial indicators. Methods: A quantitative framework was adopted by utilizing balanced panel observations encompassing eight companies across seven consecutive years, yielding 56 observations. Based on the Chow and Hausman tests, the Fixed Effect Model (FEM) was deemed the most suitable estimation technique for both dependent variables. Furthermore, the classical assumptions concerning multicollinearity, heteroscedasticity, and autocorrelation were fulfilled. Results: The empirical evidence demonstrates that GRI disclosure exerts no statistically discernible influence on either ROA (p = 0.7758) or DER (p = 0.3669). Likewise, stock price volatility fails to produce a significant effect on ROA (p = 0.7622), although its influence on DER is positive and statistically significant (p = 0.0328). When examined concurrently, GRI disclosure and volatility significantly explain variations in ROA (F = 27.761; p < 0.001; R² = 84.45%) and DER (F = 314.074; p < 0.001; R² = 98.40%). Hence, the explanatory contribution of GRI disclosure and volatility individually remains circumscribed, whereas company-specific characteristics exert greater influence on financial performance and capital structure within Indonesia’s automotive sector. Keywords: Global Reporting Initiative, Volatility, Return on Assets, Debt to Equity Ratio, Panel Data, Fixed Effect Model