p-Index From 2021 - 2026
0.961
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agrotan
Jurnal Agrotan
Unknown Affiliation

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

UJI EFEKTIVITAS DOSIS PEMBERIAN POC LIMBAH BAWANG MERAH ((Alium cepa L.) DAN LIMBAH LERI PADA PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI Jurnal Agrotan
Jurnal Agrotan Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman sawi merupakan salah satu sayuran daun yang memiliki teknis budidaya sangatmudah untuk dikembangkan serta banyak dibudidayakan, juga tanaman sawi sangat potensi danmemiliki prospek yang baik. Produksi sawi mengalami penurunan pada tahun 2014, sehinggadibutuhkan budidaya yang baik untuk dapat memenuhi kebutuhan sayuran terutama sawi.Produksi sawi tersebut dapat disebabkan oleh kesuburan tanah yang semakin menurun, sehinggadiperlukan budidaya tanaman yang baik. Penggunaan bahan kimia pada lahan untuk budidayatanaman secara terus - menerus akan menurunkan kesuburan tanah baik fisik, kimia dan biologi.Menciptakan dan menggunakan pupuk buatan sendiri dengan memanfaatkan limbah-limbahorganik yang ada dilingkungan sekitar.menjadi alternatif pengganti pupuk kimia yang tidakmenimbukan dampak merugikan untuk produktifitas lahan pertanian. Penelitian ini bertujuanMengetahui Mengetahui pengaruh pemberian jenis pupuk organik cair, dosis pemberian pupukorganik cair dan interaksi antara keduanya yang memberikan pengaruh terbaik terhadap tanamansawi. Penelitian ini di laksanakan di Lingkungan Bonto Cabu, Kecamatan Lau, KabupatenMaros. Berlangung dari Mei sampai Juni 2021. Rancangan penelitian yang digunakan dalampercobaan ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara Faktorial, terdiridari 2 faktor. Setiap kombinasi terdiri atas 3 ulangan, setiap ulangan terdiri atas 12 tanamansehingga terdapat 36 unit percobaan atau polybag. Berdasarkan hasil penelitian pemberiankombinasi pupuk organik cair kulit bawang merah dan Leridengan pemberian dosis 250 mlpupuk organik cair terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, pada pertumbuhan jumlah daunkombinasi terbaik adalah kombinasi pupuk organik cair kulit bawang merah dan Leri denganpemberian dosis 200 ml pupuk organik cair. Sedangkan pada produksi, pupuk organik cair kulitbawang merah dan pemberian dosis 250 ml adalah kombinasi terbaik untuk diameter batang danberat tanaman sawi, sedangkan untuk berat akar tanaman kombinasi terbaik adalah pupukorganik cair kulit bawang merah dan pemberian dosis 200 ml pupuk organik cair pada tanamansawi.
UJI EFEKTIVITAS TEKNIK BIOPRIMING DENGAN CENDAWAN TRICHODERMA PADA PERBAIKAN VIABILITAS BENIH DAN PRODUKSI MENTIMUN Jurnal Agrotan
Jurnal Agrotan Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mentimun termasuk salah satu jenis sayuran buah yang memiliki banyak manfaat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, sehingga permintaan terhadap komoditi ini sangat besar. Menurut Badan Pusat Statistik (2017), telah terjadi penurunan hasil produksi mentimun di Indonesia. Salah satu usaha untuk meningkatkan produksi mentimun adalah penggunaan varietas yang unggul dan dengan teknik Biopriming dengan Trichoderma sp. Penelitian ini dilaksanakan di Bonto cabu Kecamatan Lau Kabupaten Maros selama kurang lebih tiga bulan, yaitu Mei sampai dengan Juli 2019. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan faktorial dengan dasar RKLT dengan 3 ulangan menggunakan 2 varietas yaitu Hibrida (v1), Makka(v2) dan 3 perlakuan Biopriming dengan 1 pembanding yaitu tanpa Biopriming (b0), 24 jam perendaman (b1) , 48 jam perendaman (b2), 72 jam perendaman (b3). Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui varietas mentimun yang memberikan respons pertumbuhan dan produksi terbaik pada teknik Biopriming, (2) untuk mengetahui lama perendaman benih pada teknik Biopriming dengan Trichoderma sp. berpengaruh terhadap viabilitas benih mentimun, dan (3) untuk mengetahui interaksi antara teknik Biopriming benih dengan varietas mentimun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) varietasa Hibrida menunjukkan pengaruh lebih baik dibandingkan dengan varietas Makka, (2) Biopriming benih dengan Trichoderma sp. selama 24 jam menunjukkan pengaruh lebih baik pada daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh sedangkan Biopriming Benih benih selama 48 jam memberikan pengaruh lebih baik terhadap jumlah daun, umur berbunga, panjang buah, diameter buah, berat buah, dan jumlah buah, (3) Interaksi antara varietas Hibrida dengan Biopriming selama 48 jam memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan dan produksi mentimun.