p-Index From 2021 - 2026
0.961
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agrotan
Jurnal Agrotan
Unknown Affiliation

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Organogenesis Tidak Langsung dan Induksi Kalus Morphogenic pada Perbanyakan In Vitro Sansevieria Masoniana: INDIRECT ORGANOGENESIS AND INDUCTION OF MORPHOGENIC CALLUS FOR IN VITRO PROPAGATION OF Sansevieria masoniana Jurnal Agrotan; Sitti Inderiati
Jurnal Agrotan Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Induksi morfogenik kalus dan meristemoid sangat penting dalam in vitro propagasi tanaman secara efektif dan selanjutnya untuk pembiakan secara cepat dan massal pada tanaman yang memiliki nilai ekonomis tinggi seperti Sansevieria. Dalam eksperimen ini, induksi kalus pada eksplan daun dilakukan pada media Murashige and Skoog (MS) yang dilengkapi dengan 2,4-dichlorophenoxyacetic acid (2,4 D). Organogenik kalus dari Sansevieria masoniana diproduksi secara massif pada MS media yang diperkaya dengan 2,4 D 0.35 mg/l dan menghasilkan formasi meristemoid setelah disubkultur pada media MS yang mengandung 6-benzyladenine (BA). Tidak ada inisiasi kalus maupun pertumbuhan tunas yang diobservasi pada MS media yang dilengkapi dengan BA dan pada media tanpa hormon tumbuh. Maksimal regenerasi tunas, rata-rata jumlah tunas dan rata-rata jumlah daun plantula diperoleh pada medium yang dilengkapi dengan BA (2 mg/l) + 0.5 mg/L ?-naphthaleneacetic acid (NAA). Hasil tersebut dicapai setelah inkubasi selama 14 minggu. Planlet sansevieria menghasilkan lebih banyak akar ketika dipindahkan ke media MS tanpa zat pengatur tumbuh. Berdasarkan hasil yang diperoleh dengan menggunakan metode in vitro seperti di atas, mikropropagasi tanaman S. masoniana diperoleh melalui organogenesis tidak langsung. Kata kunci : Organogenesis tidak langsung, morfogenik kallus, sansevieria, kultur in vitro
STUDI MIKROBA FIKSATOR DAN PUPUK ORGANIK CAIR UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN PADI (Oryza sativa L) DI LAHAN SAWAH TADAH HUJAN: Study on the Application of Microbial Fixator and Liquid Organic Fertilizer on the Growth of Rice (Oryza sativa L) Jurnal Agrotan; Asmiaty Sahur
Jurnal Agrotan Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Mandai, Desa Patontongan, Dusun Magento, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan.Berlangsung dari bulan Maret hingga bulan Juni 2013. Penelitian menggunakan rancangan petak terpisah dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sebagai rancangan lingkungan. Petak utama adalah perlakuan paket pemupukan N anorganik dan Mikroba Fiksator (P) yang terdiri dari 4 taraf yaitu p0 : N rekomendasi ( 250 kg ha _1) , p1 : ½ N + 2,5 L Azotobacter, p2 : 0 N + 5,0 L Azotobacter, p3 :½ N + 2,5 L Azotobacter + 2,5 L Azospirillum. Anak Petak adalah Perlakuan Pupuk Organik Cair (C) yang terdiri atas 4 taraf yaitu c0 : Tanpa pupuk organik cair , c1 : 3 ml L air _1 ,c2 : 6 ml L air_1 c3 : 9 ml L air_1 dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paket Pemupukan pO ,p1, p2, dan p3 memberi pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman 30 Hst, jumlah anakan, jumlah anakan produktif dan panjang malai dan Paket pemupukan p0 memberi hasil terbaik terhadap tinggi tanaman 30 Hst yaitu 50.10 cm dan Paket Pemupukan P3 :½ N + 2,5 L Azotobacter + 2,5 L Azospirillum memberi hasil terbaik terhadap jumlah anakan yaitu 10.69 batang, jumlah anakan produktif yaitu 9.52 batang dan panjang malai yaitu 22.00 cm. Kata Kunci : Pupuk N anorganik, Mikroba Fiksator dan Pupuk Organik Cair
KAJIAN ADAPTASI VARIETAS UNGGUL KENTANG TROPIKA PRODUKSI TINGGI DAN TAHAN PENYAKIT DI KABUPATEN BANTAENG SULAWESI SELATAN: Study of Adaptation of Superior Variety Tropical Potatoes High Yielding and Resistant to Disease in Bantaeng District of South Sulawesi Jurnal Agrotan; Fadjry Djufry
Jurnal Agrotan Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi teknologi dalam usaha pengembangan produksi kentang terus ditingkatkan. Beberapa varietas kentang yang telah dihasilkan oleh Balitsa Lembang memiliki potensi hasil tinggi (20-40 t/ha) dan tahan/toleran terhadap hama dan patogen tertentu seperti varietas-varietas Merbabu-17, GM-05, GM-08, Ping-06, Margahayu, Amudra, Manohara, Repita, Krespo, Balsa, Tango, Erika, Fries dan Cipanas. Potensi hasil tanaman dapat tercapai apabila ditanam pada lingkungan tumbuh yang optimal untuk mendukung pertumbuhannya. Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan satu atau dua varietas unggul kentang tropika yang beradaptasi baik dengan produktivitas >30 t/ha di Sulawesi Selatan. Kajian dilaksanakan di Desa Bontolojong, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng pada ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut, mulai bulan Juni hingga Oktober 2010. Kajian menggunakan rancangan acak kelompok, terdiri dari tujuh varietas unggul kentang yaitu: Merbabu-17, Erika, GM-05, Ping-06, Margahayu, Cipanas, dan Granola. Setiap perlakuan diulang tiga kali. Benih umbi kentang setiap varietas Generasi ke 0 (G0) ditanam pada lubang tanam dalam petak percobaan yang berukuran 2,5 m x 2,5 m dengan jarak tanam 70 cm x 30 cm. Setiap petak berisi empat baris tanaman kentang atau 32 tanaman. Peubah yang diamati adalah pertumbuhan tanaman, serangan hama/penyakit, produksi umbi, dan persentase umbi berdasarkan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas yang beradaptasi baik dengan pertumbuhan terbaik, produksi tertinggi, dan tahan penyakit busuk daun (P. infestans) adalah Erika. Dua varietas lainnya yaitu Ping-06 dan Margahayu juga memiliki pertumbuhan yang baik dan produksi lebih tinggi dari pada varietas Granola, namun tidak tahan serangan P. infestans. Kata Kunci: Kentang, varietas, adaptasi dan produktivitas.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PEPINO (Solanum muricatum Aiton) PADA BERBAGAI JENIS DAN WAKTU PEMBERIAN BAHAN ORGANIK: Growth and Production of Pepino (Solanum muricatum Aiton) on Different Types of Organic Material and Time of Application Jurnal Agrotan; Mukarramatul Amriani
Jurnal Agrotan Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan produk pertanian organik memperlihatkan kecenderungan yang terus meningkat. Hal ini terlihat dengan semakin banyaknya permintaan dan pemasaran produk-produk pertanian berlabel organik di berbagai swalayan. Kesadaran yang meningkat akan bahaya residu bahan kimia pada hasil panen menjadi salah satu sebab peningkatan permintaan dari produk pertanian organik. Penggunaan bahan organik merupakan unsur utama dalam menghasilkan produk pertanian organik, namun waktu pemberiannya pun harus tepat waktu agar bahan organik yang diberikan dapat memberikan hasil yang diharapkan. Penelitian dilaksanakan di Manipi Kecamatan Sinjai Barat, Kab. Sinjai, yang terletak pada ketinggian 800 m dpl dengan suhu rata-rata 22,1oC. Penelitian berlangsung pada Februari 2014 sampai Oktober 2014. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan faktorial dua faktor yang disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah jenis bahan organik yang terdiri dari 3 yaitu, pupuk kandang ayam, pupuk kandang kambing, dan pupuk kandang sapi. Faktor kedua adalah waktu pemberian bahan organic yang terdiri dari 3 yaitu; sesaat setelah tanam, minggu pertama setelah tanam, dan minggu kedua setelah tanam. Komponen pertumbuhan dan hasil yang diamati meliputi pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun, pertambahan jumlah cabang, waktu berbunga, panjang buah, bobot buah, diameter buah, dan jumlah buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara jenis dan waktu pemberian bahan organik tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pepino. Pemberian pupuk kandang ayam memberikan hasil yang lebih tinggi pada pengamatan vegetatif tanaman, seperti pertambahan tinggi tanaman (47,69 cm), pertambahan jumlah daun (31,96 helai), dan pertambahan jumlah cabang tanaman pepino (7,24 buah cabang), sedangkan pemberian pupuk kandang sapi memberikan hasil yang lebih tinggi pada pengamatan generatif tanaman pepino seperti, panjang buah pepino (13.60 cm), diameter buah (5,87 cm), dan bobot buah (164,17 g). Waktu pemberian bahan organik tidak memberikan pertumbuhan dan hasil yang berbeda antara satu dengan lainnya. Kata kunci: Pepino, bahan organik, dan waktu pemberian
EVALUASI VARIETAS/GENOTIPE JAGUNG QUALITY PROTEIN MAIZE (QPM) TERHADAP PENYAKIT BULAI: Evaluated of Genotypes of QPM (Quality Protein Maize) on Downy Mildews Jurnal Agrotan; Andi Haris Talanca
Jurnal Agrotan Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada beberapa jenis jagung khusus seperti jagung provit-A, Jagung pulut, dan jagung manis, serta jagung Quality Protein Maize (QPM). Jagung QPM kaya akan protein yaitu dua asam amino esensil (lisin dan triptofan) lebih tinggi dua kali lipat dari jagung biasa. Sifat khusus yang dimiliki jagung ini dikendalikan oleh gen opaque-2 (oo). Masalah utama pengembangan jagung QPM di Indonesia adalah gangguan penyakit bulai yang disebabkan oleh spesis cendawan Peronosclerospora phillipinensis. Kehilangan hasil akibat serangan penyakit bulai di berbagai Negara penghasil jagung seperti di India mencapai 50%, Phillipina 15-40%, dan Thailand 50-100%,serta Indonesia 100%, terutama pada varietas rentan bulai. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan, Balai Penelitian Tanaman Serealia MK (April sampai Juni 2015). Sumber inokulum bulai (Anoman) di tanam dua baris di sekeliling petak percobaan dengan jarak tanam 20 x 75 cm tiga minggu sebelum tanaman uji di tanam. Pembuatan suspensi konidia dilakukan dengan mengambil daun jagung yang terinfeksi penyakit bulai dilapangan, kemudian dibersihkan dengan air mengalir, lalu dimasukkan dalam kantong plastik yang telah diisi air steril dan di remas-remas sampai konidia yang menempel pada daun jagung keluar bercampur dengan air. Suspensi inilah yang disemprotkan pada sumber inokulum (varietas Anoman) di pagi hari, kemudian diulangi esok paginya. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan sumber inokulum yang baik (persentase serangan bulai >80%). Sebanyak 11 genotipe jagung QPM dan varietas bersari bebas serta varietas cek tahan (Lagaligo) dan cek rentan (Anoman) ditanam dalam satu baris sepanjang 5 m dengan jarak tanam 20 x 75 cm, dan tiap lubang diisi satu benih jagung serta diulang dua kali. Pupuk pertama Phonska diberikan 10 HST sebanyak 300 kg/ha, dan pupuk kedua Urea 200 kg/ha (30-35 HST). Pengamatan intensitas serangan penyakit bulai dilakukan sebanyak dua kali yaitu pertama umur 30 HST dan 40 HST. dengan menghitung jumlah tanaman terinfeksi dan jumlah populasi tanaman setiap barisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intenitas serangan penyakit bulai pada genotipe jagung QPM (MSQ (S1) C2) dan MSP (S2) C1), termasuk beberapa varietas bersari bebas seperti Srikandi kuning-2, 3, dan 4 menunjukan tingkat ketahanan yang sangat rentan (>60-100%), kecuali pada galur MSQ (S1) C0 47% (rentan), sementara varietas pembanding Anoman 86% (sangat rentan), dan Lagaligo 9% (sangat tahan). Kata kunci : Jagung QPM, Penyakit bulai, dan Ketahanan.
KAJIAN JENIS FUNGISIDA SISTEMIK TERHADAP PERKEMBANGAN PENYAKIT BULAI (Peronosclerospora maydis) PADA JAGUNG: Study of Systemic Fungicide Types on the Development of Downy Mildew (Peronosclerospora maydis) in Corn Jurnal Agrotan; Eli Korlina
Jurnal Agrotan Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit bulai yang disebabkan jamur Peronosclerospora maydis merupakan penyebab kerugian paling besar dalam budidaya jagung. Akibat serangan penyakit bulai ini, tanaman tidak dapat tumbuh normal dan berproduksi secara maksimal. Pengujian fungisida Ethaboxam sebagai perlakuan benih untuk mengendalikan penyakit bulai pada tanaman jagung jenis hibrida, dilaksanakan di Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri mulai bulan Agustus sampai dengan Desember 2013, bertujuan untuk mengetahui efektivitas fungisida Ethaboxam terhadap penyakit bulai pada jagung hibrida. Perlakuan terdiri dari 12 (duabelas) dosis dari 4 bahan aktif jenis fungisida tunggal maupun majemuk, sebagai berikut: berbahan aktif Ethaboxam (75; 100; 150; 200; 250 ml/100 kg benih), Ethaboxam + Mefenoxam (100+87,5 ml/100 kg benih), Ethaboxam + Mefenoxam (150+87,5 ml/100 kg benih), Mefenoxam 87,5 ml/100 kg benih, Dimethomorph 200 ml/100 kg benih, Fenamidone 300 ml/100 kg benih, cek positif dan kontrol (tanpa perlakuan), disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan fungisida tunggal Ethaboxam 150 ml/100 kg benih dan fungisida majemuk berbahan aktif Ethaboxam + Mefenoxam 150 + 87,5 ml/100 kg benih dapat mengurangi munculnya penyakit bulai, dengan luas serangan masing-masing sebesar 0,89% dan 1,84% lebih rendah dari perlakuan lainnya. Kedua perlakuan ini menghasilkan bobot basah jagung 37,00 kg/petak dan 41,33 kg/petak . Kata Kunci: Jagung (Zea mays L), fungisida, penyakit bulai (Peronosclerospora maydis).
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L) TERHADAP POC (PUPUK ORGANIK CAIR): Growth and Production of Tomato ( Solanum lycopersicum L ) on Liquid Organic Fertilizer Jurnal Agrotan; Muhammad Haerul
Jurnal Agrotan Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum L) merupakan sayuran populer di Indonesia yang permintaan tiap tahunnya akan meningkat mengimbangi kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh POC terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat serta konsentrasi POC yang memberikan pengaruh terbaik dan hasil tertinggi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Dilaksanakan di Dusun Matanre ,Desa Cenrana Baru, Kecamatan. Cenrana, Kabupaten Maros mulai bulan Maret 2015 sampai Juni 2015. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode Rancangan Acak Kelompok dengan empat perlakuan yakni : V0 = Tanpa aplikasi pupuk organik cair (Kontrol), V1 = 20 ml.tanaman-1, V2 = 40 ml .tanaman-1, dan V3 = 60 ml .tanaman-1, masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair dari urin sapi berpengaruh pada pertumbuhan dan produksi tanaman tomat dimana konsentrasi POC yang memberikan hasil terbaik dan hasil tertinggi adalah 60 ml.tanaman-1. Kata kunci: Tomat, Konsentrasi pupuk organik cair, Urin sapi
VARIABILITAS GENETIK PENAMPILAN AGRONOMI SEPULUH GENOTIPE JAGUNG PULUT (Zea Mays L.): Genetic Variability Agronomic Performance of Ten Genotypes Waxy Corn (Zea Mays L.) Jurnal Agrotan; Zainuddin Saleh
Jurnal Agrotan Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung pulut atau sebagian orang menyebutnya jagung ketan merupakan salah satu jenis jagung yang memiliki karakter khusus, yaitu pulut atau ketan.Hasil jagung pulut umumnya rendah, hanya 2-2,5 t/ha dan tidak tahan penyakit bulai. Sampai saat ini pemuliaan jagung pulut belum banyak mendapat perhatian, terutama dalam peningkatan potensi hasilnya, padahal permintaan jagung pulut terus meningkat. Peningkatan produktivitas tanaman jagung dapat dilakukan melalui perbaikanlingkungan serta program pemuliaan. Karena itu kegiatan seleksi tanaman dan hibridisasi perlu dilakukan untuk perbaikan mutu genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai heritabilitas (h2) pada sepuluh genotipe jagung pulut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga kali ulangan. Genotipe jagung pulut yang digunakan adalah: Hua Cai (G1); Jgm 1 (G2); Jgm 2 (G3); Pmt (G4); Jgm 3 (G5); Y-A (G6); Y-B (G7); Uri 1 (G8); Uri 2 (G9); dan Soppeng (G10). Nilai heritabilitas dari setiap parameter percobaan mengacu padasifat karakter tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepuluh genotipe jagung yang dicobakan memperlihatkan penampilan agronomis yang berbeda nyata pada semua variabel. Genotipe Uri 2 memiliki rata-rata tertinggi pada variabel tinggi tanaman, Y-B pada tinggi letak tongkol, Hua cai pada diameter batang, Uri 2 pada panjang daun, dan Hua cai pada lebar daun. Karakter dengan nilai heritabilitastinggi berturut-turut adalah lebar daun (0,84), panjang daun (0,75),tinggi letak tongkol (0,71), diameter batang (0,64), sedangkan karakter tinggi tanaman (0,48) memiliki nilai heritabilitas sedang. Hal ini sesuai dengan kriteria heritabilitas, tinggi jika h2> 0,5, sedang jika 0,2 < h2< 0,5 dan rendah jika h2< 0,2. Kata kunci: variabilitas genetik, penampilan agronomi, heritabilitas, jagung
PENGUJIAN VIABILITAS BENIH KACANG TANAH (Arachis hypogaea L) PADA BERBAGAI LAMA PENYIMPANAN DENGAN MENGGUNAKAN UJI TETRAZOLIUM: Testing Viability of Seed Peanut (Arachis hypogaea L) on Old Storage Using Different Test Tetrazolium Jurnal Agrotan; Hasrawati Hasrawati
Jurnal Agrotan Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji viabilitas benih dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang kemampuan berkecambah dari suatu kelompok benih pada suatu kondisi tertentu. Cara yang dapat digunakan untuk menduga viabilitas benih antara lain adalah dengan uji tetrazolium. Uji tetrazolium disebut uji cepat viabilitas karena dapat memberikan informasi yang lebih cepat 1-2 hari melalui pola pewarnaan pada embryo dibanding dengan uji perkecambahan secara langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan antara lama penyimpanan dengan konsentrasi tetrazolium terhadap tingkat pewarnaan pada struktur biji dan hubungannya dengan vigor dan daya kecambah benih kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan dan Benih Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar. Penelitian berlangsung dari November 2014 hingga Februari 2015.. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dua faktor. Faktor pertama yaitu lama penyimpanan yang terdiri atas 4 taraf yaitu : penyimpanan 0 bulan, 1 bulan, 2 bulan, dan 3 bulan. Faktor kedua adalah konsentrasi tetrazolium yang terdiri atas 3 taraf yaitu konsentrasi 0,25 %, 0,5 %, dan 0,75%. Parameter pengamatan meliputi potensi tumbuh maksimum, daya kecambah, vigor benih, kecepatan tumbuh benih dan tingkat kecerahan warna struktur embrio (radikula, plumula dan kotiledon). Penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan lama penyimpanan nol (0) bulan dengan konsentrasi tetrazolium 0.25 % memberikan hasil terbaik dengan tingkat kecerahan warna 2.71 pada plumula. Sedangkan interaksi antara perlakuan lama penyimpanan nol (0) bulan dengan konsentrasi tetrazolium 0.50 % memberikan hasil terbaik dengan tingkat kecerahan warna 2.67 pada radikula, 2.56 pada bagian pinggir kotiledon dan 2.60 pada bagian tengan kotiledon. Semakin tinggi tingkat kecerahan warna pada struktur embrio, semakin tinggi pula vigor dan daya kecambah dari benih. Benih yang belum disimpan (penyimpanan 0 bulan) memberikan persentase daya kecambah dan vigor yang lebih tinggi disbanding-kan dengan benih yang telah disimpan selama 1 bulan, 2 bulan, dan 3 bulan. Kata kunci: viabilitas, benih kacang tanah, penyimpanan dan tetrazolium.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK PETERS SPECIAL TERHADAP PERTUMBUHAN ANGGREK Dendrobium HIBRIDA: The Effect of Fertilizer Peters Special to the Growth of Dendrobium Orchid Hybrid Jurnal Agrotan; Andi Herwati
Jurnal Agrotan Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk Peters special untuk pertumbuhan anggrek Dendrobium hibrida. Penelitian ini menggunakan rancangan acak (RAK) dengan unsur tunggal, yaitu konsentrasi pupuk Peters special. Ada empat perlakuan dengan masing-masing perlakuan terdiri dari empat ulangan dan masing-masing ulangan berisi tiga pot tanaman sehingga jumlah yang diperlukan 48 pot tanaman . Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) pemberian pupuk Peters special memberikan pengaruh yang baik pada waktu munculnya anakan , jumlah anakan , tinggi tanaman anakan , jumlah daun anakan dan panjang daun anakan; 2) konsentrasi pupuk special peters 1 g/l air memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan tanaman anggrek . Kata Kunci : Pupuk Peters special, Anggrek Dendrobium Hybrida, Pertumbuhan