Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PRESERVING JAVANESE CULTURAL WISDOM THROUGH POP MUSIC: A LYRIC ANALYSIS OF NDARBOY GENK’S SONGS Muntaha Muntaha; Irwan Rohardiyanto; Novianni Anggraini
Vol. 3 No. 2 (2025): Special Issue: Cultural Resilience and Digital Literacy for a Diverse Society 84-99
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the role of contemporary Javanese pop music in preserving and transmitting Javanese cultural wisdom, focusing on the works of Ndarboy Genk, a prominent figure in the Javanese modern music scene. The research analyzed the lyrical content of 25 songs written and performed by Ndarboy Genk, including widely recognized tracks such as Wong Sepele, Balungan Kere, Anak Lanang, and Koyo Jogja Istimewa. Using qualitative content analysis supported by theories of cultural preservation and popular discourse, the study examined how traditional Javanese values were embedded and communicated through his lyrics. The findings revealed that Ndarboy Genk’s songs encapsulated a wide range of local wisdom values that reflect Javanese culture's philosophical and ethical dimensions. These included nrimo (acceptance), sabar (patience), andhap asor (humility), teguh ati (emotional resilience), tresna sejati (true love), setya (loyalty), eling lan waspada (mindfulness and caution), and kesederhanaan (simplicity). His lyrics effectively transmit these values to listeners, particularly younger generations through emotionally resonant storytelling and culturally nuanced expressions. Despite the modern and often urban musical style, Ndarboy Genk’s works serve a deeper cultural purpose. The study argues that his music functions not only as entertainment, but as a cultural vehicle that sustains and recontextualizes Javanese identity in the face of contemporary social change. This research highlights the potential of popular music as a medium for cultural education and the preservation of intangible local heritage in modern Indonesia.
Dari Dari Potensi Menuju Performa: Pemberdayaan Keterampilan Public Speaking Santri di Pondok Pesantren Amal Sahabat Surakarta nor laili fatmawati; Novianni Anggraini; fithriyah nurul hidayati; habibi nur hadiyanto; furqon edi wibowo; puput arianto
Jurnal ABDIRAJA Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v9i1.4985

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan santri di Pondok Pesantren Amal Sahabat Surakarta dalam mengembangkan keterampilan Public Speaking melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Public Speaking merupakan kompetensi abad ke-21 yang esensial bagi santri sebagai calon dai, pendidik, dan pemimpin masyarakat. Meskipun memiliki motivasi dakwah yang tinggi, banyak santri belum memperoleh pelatihan terstruktur terkait penyusunan materi pidato, kepercayaan diri, dan keterlibatan audiens. Program ini melibatkan 48 santri dalam satu hari pendampingan yang mengintegrasikan teori, praktik, refleksi, dan umpan balik sebaya. Berdasarkan prinsip ABCD, program ini mengidentifikasi dan memanfaatkan aset pesantren yang telah ada, seperti motivasi santri, tradisi khitobah, serta dukungan tenaga pendidik, untuk merancang kegiatan pembelajaran yang partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kepercayaan diri, kualitas vokal, dan kejelasan pesan, dengan skor performa rata-rata meningkat dari 62 menjadi 84. Untuk menjamin keberlanjutan program, dibentuk Amal Sahabat Public Speaking Club (ASPSC) sebagai wadah latihan berkelanjutan berbasis sebaya. Kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan pesantren ini memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa pendekatan ABCD efektif dalam mengintegrasikan keterampilan komunikasi publik dengan nilai-nilai religius dan budaya. Kata Kunci: Asset-Based Community Development (ABCD), Pemberdayaan Public Speaking, Santri