p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Inovasi Kurikulum
Ranti Nur Fathiah
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Interactive digital modules and teachers' understanding of autistic students' reproductive health Oom Sitti Homdijah; Nita Nitiya Intan Tanbrin; Tati Hernawati; Een Ratnengsih; Budi Susetyo; Ranti Nur Fathiah; Revilia Tri Oktaviani; Natasya Silvia Putri
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.218

Abstract

Reproductive health education presents significant challenges for autistic students due to communication barriers and the abstract nature of the topic, which often requires specialized learning media to ensure understanding. This study aims to evaluate the effectiveness of interactive digital modules in improving Sekolah Luar Biasa (SLB) teachers' experience and competence in delivering reproductive health materials to autistic students. Using a quasi-experimental, one-group, pre-test and post-test design, this study involved 18 teachers from SLBN Mutiara Bahari Sukabumi. Participants follow a structured mentoring program that uses digital modules integrating visual simulations, interactive elements, and clear audio explanations to simplify complex concepts. The results showed a statistically significant increase in teacher competence, evidenced by a substantial increase in the average comprehension score from pre-test to post-test. The improvement is very evident in key aspects such as understanding body boundaries, managing puberty changes, and implementing autism-friendly pedagogical strategies. This study concludes that interactive digital modules are an effective tool for bridging the teacher competency gap, facilitating the delivery of sensitive health topics in a concrete and structured manner.   Abstrak Pendidikan kesehatan reproduksi menghadirkan tantangan signifikan bagi murid autis karena hambatan komunikasi dan sifat topik yang abstrak, yang sering kali memerlukan penggunaan media pembelajaran khusus untuk memastikan pemahaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas modul digital interaktif dalam meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam menyampaikan materi kesehatan reproduksi kepada murid autis. Menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test satu kelompok, penelitian ini melibatkan 18 guru dari SLBN Mutiara Bahari Sukabumi. Peserta mengikuti program pendampingan terstruktur menggunakan modul digital yang mengintegrasikan simulasi visual, elemen interaktif, dan penjelasan audio yang jelas untuk menyederhanakan konsep yang kompleks. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan secara statistik dalam kompetensi guru, yang dibuktikan dengan kenaikan nyata pada skor rata-rata pemahaman dari pre-test ke post-test. Peningkatan terlihat sangat jelas pada aspek-aspek kunci seperti pemahaman batasan tubuh, manajemen perubahan masa pubertas, dan penerapan strategi pedagogis yang ramah autis. Studi ini menyimpulkan bahwa modul digital interaktif merupakan alat yang sangat efektif untuk menjembatani kesenjangan kompetensi guru, memfasilitasi penyampaian topik kesehatan sensitif secara konkret dan terstruktur. Kata Kunci: guru pendidikan khusus; kesehatan reproduksi; kompetensi guru; modul digital interaktif; murid autis
Application of virtual reality-based sensorimotor intervention in motor skills for children with cerebral palsy Riksma Nurahmi Rinalti Akhlan; Nita Nitiya Intan Tanbrin; Euis Heryati; Ranti Nur Fathiah; Destiyanti Wahyuni
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.76329

Abstract

This study explores virtual reality media's influence on improving children's walking ability with CP diplegia. Children with this condition often face challenges in daily mobility, which significantly impacts their quality of life. This study used a quantitative approach with a single-subject research method on one subject, selected from a population of 50 CP children using purposive random sampling. The research instruments included action tests and observations to measure gait ability and response to interventions. The results showed a significant improvement in walkability after the virtual reality intervention, compared to the pre- and post-intervention phases. Data analysis indicated that the technology effectively provided additional stimulus for developing motor skills and balance, significantly improving the Gross Motor Function Measure (GMFM) score. While the results are promising, the study highlights the need for further studies to measure the long-term impacts and address the challenges of accessibility, cost, and training in using these technologies. This research makes an essential contribution to the development of more effective and innovative rehabilitation interventions, offering great potential to improve the quality of life of children with CP diplegia.   Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh penggunaan media virtual reality dalam meningkatkan kemampuan berjalan anak-anak dengan CP diplegia. Anak-anak dengan kondisi ini sering menghadapi tantangan dalam mobilitas sehari-hari, yang berdampak signifikan pada kualitas hidup mereka. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode single subject research pada satu subjek, dipilih dari populasi 50 anak CP menggunakan purposive random sampling. Instrumen penelitian meliputi tes perbuatan dan observasi untuk mengukur kemampuan berjalan dan respons terhadap intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan berjalan setelah intervensi virtual reality, dibandingkan fase sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data mengindikasikan bahwa teknologi ini efektif dalam memberikan stimulus tambahan bagi perkembangan keterampilan motorik dan keseimbangan, dengan peningkatan signifikan pada skor Gross Motor Function Measure (GMFM). Meskipun hasilnya menjanjikan, penelitian ini menyoroti perlunya studi lanjutan untuk mengukur dampak jangka panjang dan mengatasi tantangan aksesibilitas, biaya, serta pelatihan dalam penggunaan teknologi ini. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan intervensi rehabilitasi yang lebih efektif dan inovatif, menawarkan potensi besar untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak dengan CP diplegia. Kata Kunci: bina gerak; cerebral palsy; intervensi sensorimotorik; virtual reality