Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Analysis of sustainability factors underlying human-monkeys (Macaca fascicularis) conflict at IPB University Marpaung, Sutan Sahala Muda; Masy'ud, Burhanuddin; Has, Dini Hardini; Paputungan, Nursiti Aisyah; Siregar, Imam Maajid As-Shidqi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.4.596-505

Abstract

Macaca Fascicularis memiliki habitat yang tersebar di lokasi-lokasi yang memiliki tingkat aktivitas manusia yang tinggi. Kedekatan habitat Macaca Fascicularis dengan lokasi aktivitas manusia akan meningkatkan potensi konflik manusia dengan Macaca Fascicularis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi variabel-variabel penyebab konflik di kawasan kampus IPB Dramaga dengan mendeskripsikan intensitas pengaruh dan hubungan saling ketergantungan antar variabel, serta mengelompokkannya dalam urutan yang paling berpengaruh hingga yang paling tidak berpengaruh. Penelitian ini dilakukan di Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat pada tanggal 17 Oktober 2021 sampai dengan 7 November 2021. Selain itu objek penelitian ini adalah kelompok Macaca Fascicularis yang berada di Kampus IPB Dramaga. Universitas. Kajian ini menggunakan paradigma struktural prospektif untuk menggali struktur, dinamika dan jaringan keterkaitan antar variabel yang dianggap paling penting dalam menentukan konflik Macaca Fascicularis. Selain itu, pengumpulan data dilakukan dengan menerapkan metode Focus Group Discussion (FGD) untuk menentukan variabel yang berpengaruh dan menentukan konflik manusia dengan Macaca Fascicularis. Analisis data menggunakan Metode Micmac. Berdasarkan hasil penelitian diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya tingkat gangguan Macaca fascicularis, pangan, vegetasi, budaya, dan peran penting aktivitas manusia, lahan, populasi, mitigasi, manfaat sumber daya hutan, daya dukung dan persepsi masyarakat sekitar kampus IPB Dramaga terhadap macacafascicularis di hutan.
Harvesting Quota and Financial Feasibility of Timor Deer Captive Breeding in Sadhana Arifnusa East Lombok Ilham, Yopin Okta; Masy'ud, Burhanuddin; Rahman, Dede Aulia
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.14.1.48-57

Abstract

Timor deer breeding activities as a type of animal that has economic value have been widely carried out in Indonesia. However, management in the form of determining harvest quotas that affect the feasibility of business is still minimal in various captive Timor deer in Indonesia.The objective of this research were to determine the harvest quota of timor deer and finansial feasibility of cavtive breeding of Sadhana Arifnusa. The harvest quota which is carried out once a year is determined based on the calculation of the break even point (BEP). The scenario of harvesting twice a year is based on the growth rate, and population harvesting rate. Financial feasibility is measured based on investment appraisal criteria, namely Net Present Value, Benefit Cost Ratio, Internal Rate of Return, and Payback Period. The result revealed that the harvest quota which is carried out once a year were 5 individuals, population size that must be available at the time of harvest is 48 individuals. Meanwhile, the harvest quota that is carried out twice a year from year 1 to year 3 is 2 individuals. Based on the financial value of the scheme without slaughter and the scheme with slaughter, it can be said that the timor deer captive business potentially profitable and feasible to develop with NPV values ​​of Rp. 428,748,935 and Rp. 934,136,423 respectively; BCR value respectively 1.66 and 2.46; IRR value of 28.89% and 32.89% respectively, and ability to return investment after 4.6 years and 5.1 years.