Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN DISKUSI INTERAKTIF DALAM EKSTRAKURIKULER LITERASI SEKOLAH DASAR SEBAGAI PENGUAT MINAT BACA SISWA Dinni Resky Lia Agustin; Nadine Hawra Fitriazzahra; Intan Widyawati; Angela Islamica Widya Surgawa; Tiara Dyuti Adzra; Zuniar Kamaluddin Mabruri
Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2026): Arbitrer: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Pattimura (Indonesia Language and Literature Education Department, The Faculty of Teacher's Training and Educational Sciences, University of Pattimura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arbitrervol8no1hlm1-12

Abstract

Rendahnya minat baca siswa SD membutuhkan strategi literasi yang lebih menarik. Kajian ini disusun untuk menganalisis pelaksanaan diskusi interaktif yang diterapkan dalam kegiatan ekstrakurikuler literasi guna meningkatkan minat baca peserta didik. Penelitian ini menerapkan pendekatan penelitian literatur dengan menggunakan Systematic Literature Review (SLR) yang mengikuti pedoman PRISMA. Data diperoleh dari artikel yang dicari melalui Google Scholar, SINTA, dan Garuda dengan menggunakan kata kunci yang berhubungan dengan diskusi interaktif, kegiatan esktrakurikuler literasi, dan minat membaca siswa di tingkat sekolah dasar. Dari total 30 artikel yang diperoleh, sebanyak 10 artikel sesuai dengan kriteria dan dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui tahapan identification, screening, eligibility, dan included. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa diskusi interaktif memperbaiki partisipasi, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam membaca melalui aktivitas seperti berbagi pendapat, kerjasama kelompok, dan bercerita. Strategi ini berhasil mendorong perkembangan budaya membaca yang berkelanjutan.
Fungsi dan Proses Pembentukan Bahasa “F” pada Generasi Z: The Functions and Formation Process of “F” Language among Generation Z Hany Alful Layly; Intan Widyawati; Tiara Dyuti Adzra; Mulyono; Hari Kusmanto
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2841

Abstract

Penelitian ini mengkaji fungsi dan proses pembentukan bahasa “F” atau Bahasa Fufu pada Generasi Z di media sosial melalui perspektif morfologi. Kajian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan ragam bahasa informal digital yang tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai penanda identitas kelompok dan kreativitas linguistik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan Bahasa Fufu, mengidentifikasi pola pembentukan katanya, serta menganalisis proses morfologis yang terjadi di dalamnya. Penelitian menggunakan metode campuran dengan menggabungkan data angket mahasiswa di Jawa Timur dan dokumentasi tuturan pada kolom komentar TikTok serta X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z umumnya memahami pola dan tujuan penggunaan Bahasa Fufu, meskipun pemakaiannya bersifat situasional. Secara morfologis, Bahasa Fufu dibentuk melalui penyisipan fonem /f/ pada suku kata dengan tetap mempertahankan proses afiksasi bahasa Indonesia, seperti prefiksasi, infiksasi, sufiksasi, dan konfiksasi. Implikasinya, Bahasa Fufu mencerminkan inovasi linguistik yang terstruktur dalam komunikasi digital.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP MAKNA EMOJI MENANGIS DALAM PERCAKAPAN DIGITAL: PSIKOLINGUISTIK Tiara Dluha Tarumaning Jannah; Intan Widyawati; Mahfuda Fatma Kindy Fatiqa; Nayla Eka Fathatul Maula; Alif Rahmatullah; Riki Nasrullah
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v11i2.1642

Abstract

Penggunaan emoji dalam komunikasi digital mengalami perkembangan makna yang semakin beragam, termasuk emoji menangis (loudly crying face) yang tidak lagi dimaknai hanya sebagai simbol kesedihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap makna emoji dalam percakapan digital melalui pendekatan psikolinguistik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survei daring melalui Google Form. Responden penelitian berjumlah 43 mahasiswa yang aktif menggunakan media sosial dan aplikasi percakapan digital. Instrumen penelitian terdiri atas 27 pernyataan dan satu pertanyaan terbuka yang mencakup dimensi penggunaan emoji, persepsi makna emoji, konteks penggunaan, dan pemrosesan psikolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Dimensi konteks penggunaan memperoleh nilai rata-rata tertinggi (M=4,34), diikuti penggunaan emoji (M=4,07), persepsi makna emoji (M=3,61), dan pemrosesan psikolinguistik (M=3,51). Temuan menunjukkan bahwa pemaknaan emoji dipengaruhi oleh konteks percakapan, pengalaman penggunaan, kebiasaan komunikasi digital, serta proses kognitif yang melibatkan persepsi, memori, dan interpretasi makna. Hasil penelitian menegaskan bahwa makna emoji bersifat dinamis dan dibangun melalui proses interpretasi pengguna dalam komunikasi digital.