Tiara Dluha Tarumaning Jannah
Universitas Negeri Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan Afiks -in dalam Bahasa Gaul di Media Sosial X serta Padanan Bentuk Bakunya dalam Bahasa Indonesia: Kajian Morfologi: The Use of the -in Affix in Indonesian Slang on the Social Media Platform X and Its Standard Indonesian Equivalents: A Morphological Study Dimas Andik Ardiansyah; Hari Kusmanto; Mulyono; Indah Setyo Putri; Tiara Dluha Tarumaning Jannah; Asyam Amajid
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2811

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan afiks -in dalam bahasa gaul di media sosial X serta mengidentifikasi padanan bentuk bakunya dalam bahasa Indonesia formal. Kajian ini berpijak pada bidang morfologi, khususnya afiksasi informal dalam komunikasi digital. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi digital terhadap unggahan X yang memuat sufiks -in, kemudian diklasifikasikan berdasarkan kelas kata, pola afiksasi, fungsi gramatikal, dan kesepadanan dengan bentuk baku bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan enam pola afiksasi informal yang sistematis, meliputi verba + -in, nomina + -in, adjektiva + -in, per- + verba + -in, serta konstruksi pasif di- + verba + -in. Bentuk-bentuk tersebut berpadanan dengan pola baku seperti meN- + -i, meN- + -kan, dan di- + -kan. Kesimpulannya, afiks -in menyederhanakan bentuk morfologis tanpa menghilangkan makna dasar. Kontribusi penelitian ini adalah memperkuat kajian morfologi bahasa gaul digital dan memetakan hubungan bentuk informal–formal dalam bahasa Indonesia.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP MAKNA EMOJI MENANGIS DALAM PERCAKAPAN DIGITAL: PSIKOLINGUISTIK Tiara Dluha Tarumaning Jannah; Intan Widyawati; Mahfuda Fatma Kindy Fatiqa; Nayla Eka Fathatul Maula; Alif Rahmatullah; Riki Nasrullah
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v11i2.1642

Abstract

Penggunaan emoji dalam komunikasi digital mengalami perkembangan makna yang semakin beragam, termasuk emoji menangis (loudly crying face) yang tidak lagi dimaknai hanya sebagai simbol kesedihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap makna emoji dalam percakapan digital melalui pendekatan psikolinguistik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survei daring melalui Google Form. Responden penelitian berjumlah 43 mahasiswa yang aktif menggunakan media sosial dan aplikasi percakapan digital. Instrumen penelitian terdiri atas 27 pernyataan dan satu pertanyaan terbuka yang mencakup dimensi penggunaan emoji, persepsi makna emoji, konteks penggunaan, dan pemrosesan psikolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Dimensi konteks penggunaan memperoleh nilai rata-rata tertinggi (M=4,34), diikuti penggunaan emoji (M=4,07), persepsi makna emoji (M=3,61), dan pemrosesan psikolinguistik (M=3,51). Temuan menunjukkan bahwa pemaknaan emoji dipengaruhi oleh konteks percakapan, pengalaman penggunaan, kebiasaan komunikasi digital, serta proses kognitif yang melibatkan persepsi, memori, dan interpretasi makna. Hasil penelitian menegaskan bahwa makna emoji bersifat dinamis dan dibangun melalui proses interpretasi pengguna dalam komunikasi digital.
KAJIAN TRANSFORMASI PUISI KE MEDIA VISUAL DALAM PEMBELAJARAN SASTRA MODERN Tiara Dluha Tarumaning Jannah; Indah Setyo Putri; Hany Alful Layly; Desvita Aulia Sudarto; Putri Mulya Nadine Qudrotunada; Zuniar Kamaluddin Mabruri
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v11i2.1674

Abstract

Pembelajaran puisi sering menghadapi kendala karena peserta didik menganggap puisi sebagai karya sastra yang abstrak dan sulit dipahami. Kondisi tersebut mendorong perlunya pemanfaatan media yang dapat membantu proses pemahaman puisi dalam pembelajaran sastra modern. Penelitian ini bertujuan mengkaji transformasi puisi ke media visual dengan fokus pada bentuk transformasi, perubahan makna, dan relevansinya dalam pembelajaran sastra. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA. Data diperoleh dari 30 sumber yang terdiri atas artikel jurnal, buku, dan prosiding yang dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi puisi dapat diwujudkan melalui ilustrasi, fotografi, animasi, video puisi, dan media audiovisual. Transformasi tersebut mengubah penyampaian makna dari bentuk verbal ke bentuk visual sehingga makna puisi menjadi lebih konkret serta membuka peluang munculnya interpretasi baru. Kajian ini menyimpulkan bahwa transformasi puisi ke media visual relevan diterapkan dalam pembelajaran sastra modern karena dapat mendukung pemahaman, apresiasi, kreativitas, dan kemampuan interpretasi peserta didik. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji efektivitas penerapan media visual dalam pembelajaran puisi secara langsung di kelas.