Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

INTEGRASI BAHASA ASING KE BAHASA INDONESIA DALAM SIARAN BERITA CNN INDONESIA Ryzalia Maf'ulin Ashila Irmal; Mulyono; Syamsul Sodiq
JURNAL ILMIAH BAHASA DAN SASTRA Vol. 9 No. 1 (2022): JIBS : JURNAL ILMIAH BAHASA DAN SASTRA
Publisher : Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jibs.v9i1.6979

Abstract

Penelitian ini memiliki dua tujuan: (1) mendeskripsikan bentuk integrasi dalam siaran berita pada kanal Youtube CNN Indonesia; dan (2) mendeskripsikan faktor penyebab adanya integrasi bahasa asing ke bahasa Indonesia dalam siaran berita pada kanal Youtube CNN Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya berupa teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Penganalisisan data dilakukan dengan mengklasifikasikan data yang diperoleh dari siaran berita pada kanal Youtube CNN Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keempat bentuk integrasi, bahasa donor yang paling banyak digunakan pada siaran berita CNN Indonesia edisi 1 Mei 2021 adalah bahasa Inggris, bahasa Latin, Bahasa Yunani, bahasa Italia, bahasa Arab, dan bahasa Belanda. Adapun faktor yang memengaruhi integrasi yaitu: adanya keselarasan antara bahasa donor dengan bahasa resipien; adanya pengaruh bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, sehingga memunculkan adopsi, adaptasi, dan pungutan; adanya pengaruh bahasa nenek moyang sehingga dapat dengan mudah mengonstruksikan bahasa donor ke dalam bahasa resipien; serta adanya pengaruh bahasa latin yang kuat terhadap seluruh bahasa di dunia.
Pemertahanan Bahasa Jawa dalam Ranah Keluarga oleh Transmigran Jawa di Kampung Wadio, Distrik Nabire Barat, Nabire, Papua Tengah Winda Woro Mahmudah; Kisyani Laksono; Mulyono
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i1.318

Abstract

Javanese language has the largest number of speakers in Indonesia. The Javanese are scattered in almost every region in Indonesia, including in Papua which has settlements for transmigrants. Nabire is one of the areas in Central Papua that is designated for the transmigration program, so that many villages have a large population of Javanese speakers. However, as Nabire developed, there were more and more immigrants, not only from the Javanese. So that to communicate, people choose to use Indonesian or Papuan Malay so that they can be accepted and understood by all ethnic groups. Now, the use of Javanese in transmigrant villages is mixed with Indonesian, Papuan Malay, and other regional languages. However, Javanese is still often used, especially in the family realm. This study aims to describe the use of Javanese in the family sphere by Javanese transmigrants in Wadio Village, West Nabire District, Nabire, Papua. The research method uses a qualitative descriptive technique with a sample of 105 respondents. Determination of the number of respondents was taken from 10% of the total Javanese population of 1,050 people. The results of this study indicate that there is still language maintenance in the village. In the old group, they have high loyalty with a percentage of 86.75%, while in the young group, it is moderate with a percentage of 51.25%.
Etnopedagogi Genre Fanfiction: Alternatif Pembelajaran Menulis bagi Pemelajar BIPA di KBRI Brussels Sahrul Romadhon; Bambang Yulianto; Mulyono; Suyatno; Djojok Soepardi; Yuniseffendri
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21804

Abstract

Penelitian ini mengkaji potensi etnopedagogi dalam genre fanfiction sebagai alternatif pemelajaran menulis bagi pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di KBRI Brussels. Masalah yang diangkat adalah rendahnya minat dan kemampuan pemelajar dalam menulis kreatif menggunakan Bahasa Indonesia. Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas pendekatan etnopedagogi berbasis fanfiction dalam meningkatkan keterampilan menulis dan pemahaman budaya pemelajar BIPA. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, analisis teks fanfiction pemelajar, dan observasi proses pemelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan genre fanfiction berbasis etnopedagogi mampu meningkatkan motivasi pemelajar untuk menulis, memperkaya kosakata, serta memperdalam pemahaman terhadap budaya lokal yang diintegrasikan dalam teks fanfiction. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan metode pemelajaran Bahasa Indonesia yang inovatif dan relevan secara budaya bagi pemelajar BIPA.
Etnopedagogi Genre Fanfiction: Alternatif Pembelajaran Menulis bagi Pemelajar BIPA di KBRI Brussels Sahrul Romadhon; Bambang Yulianto; Mulyono; Suyatno; Djojok Soepardi; Yuniseffendri
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21804

Abstract

Penelitian ini mengkaji potensi etnopedagogi dalam genre fanfiction sebagai alternatif pemelajaran menulis bagi pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di KBRI Brussels. Masalah yang diangkat adalah rendahnya minat dan kemampuan pemelajar dalam menulis kreatif menggunakan Bahasa Indonesia. Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas pendekatan etnopedagogi berbasis fanfiction dalam meningkatkan keterampilan menulis dan pemahaman budaya pemelajar BIPA. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, analisis teks fanfiction pemelajar, dan observasi proses pemelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan genre fanfiction berbasis etnopedagogi mampu meningkatkan motivasi pemelajar untuk menulis, memperkaya kosakata, serta memperdalam pemahaman terhadap budaya lokal yang diintegrasikan dalam teks fanfiction. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan metode pemelajaran Bahasa Indonesia yang inovatif dan relevan secara budaya bagi pemelajar BIPA.
Penggunaan Afiks -in dalam Bahasa Gaul di Media Sosial X serta Padanan Bentuk Bakunya dalam Bahasa Indonesia: Kajian Morfologi: The Use of the -in Affix in Indonesian Slang on the Social Media Platform X and Its Standard Indonesian Equivalents: A Morphological Study Dimas Andik Ardiansyah; Hari Kusmanto; Mulyono; Indah Setyo Putri; Tiara Dluha Tarumaning Jannah; Asyam Amajid
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2811

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan afiks -in dalam bahasa gaul di media sosial X serta mengidentifikasi padanan bentuk bakunya dalam bahasa Indonesia formal. Kajian ini berpijak pada bidang morfologi, khususnya afiksasi informal dalam komunikasi digital. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi digital terhadap unggahan X yang memuat sufiks -in, kemudian diklasifikasikan berdasarkan kelas kata, pola afiksasi, fungsi gramatikal, dan kesepadanan dengan bentuk baku bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan enam pola afiksasi informal yang sistematis, meliputi verba + -in, nomina + -in, adjektiva + -in, per- + verba + -in, serta konstruksi pasif di- + verba + -in. Bentuk-bentuk tersebut berpadanan dengan pola baku seperti meN- + -i, meN- + -kan, dan di- + -kan. Kesimpulannya, afiks -in menyederhanakan bentuk morfologis tanpa menghilangkan makna dasar. Kontribusi penelitian ini adalah memperkuat kajian morfologi bahasa gaul digital dan memetakan hubungan bentuk informal–formal dalam bahasa Indonesia.
Proses Pembentukan Kata pada Istilah Internet (BTW, OOT, dan POV) dalam Perspektif Morfologi Alya Nur janah; Nuzul Ramadhani; Erinda Lois Anindita; Mulyono; Hari Kusmanto
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2830

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis proses pembentukan kata pada istilah internet, khususnya BTW, OOT, dan POV, dalam perspektif morfologi. Kajian ini dilatarbelakangi oleh meluasnya penggunaan istilah internet dalam komunikasi digital, terutama di kalangan remaja dan pengguna aktif media sosial. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik simak, catat, dan dokumentasi terhadap penggunaan istilah internet pada Instagram, TikTok, X, dan WhatsApp. Data dianalisis menggunakan metode agih dan identifikasi morfem untuk mengklasifikasikan bentuk, struktur, dan proses morfologisnya. Hasil penelitian menunjukkan tiga proses dominan, yaitu pemendekan melalui pengambilan huruf awal, pembentukan akronim, dan penggabungan suku kata. POV, BTW, dan OOT termasuk initialism; LOL dan OMG termasuk akronim; sedangkan baper, mager, dan japri terbentuk melalui blending. Kesimpulannya, bahasa internet berkembang secara sistematis, kreatif, dan adaptif. Kontribusi penelitian ini adalah memperkaya kajian morfologi bahasa Indonesia digital.
Fungsi dan Proses Pembentukan Bahasa “F” pada Generasi Z: The Functions and Formation Process of “F” Language among Generation Z Hany Alful Layly; Intan Widyawati; Tiara Dyuti Adzra; Mulyono; Hari Kusmanto
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2841

Abstract

Penelitian ini mengkaji fungsi dan proses pembentukan bahasa “F” atau Bahasa Fufu pada Generasi Z di media sosial melalui perspektif morfologi. Kajian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan ragam bahasa informal digital yang tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai penanda identitas kelompok dan kreativitas linguistik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan Bahasa Fufu, mengidentifikasi pola pembentukan katanya, serta menganalisis proses morfologis yang terjadi di dalamnya. Penelitian menggunakan metode campuran dengan menggabungkan data angket mahasiswa di Jawa Timur dan dokumentasi tuturan pada kolom komentar TikTok serta X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z umumnya memahami pola dan tujuan penggunaan Bahasa Fufu, meskipun pemakaiannya bersifat situasional. Secara morfologis, Bahasa Fufu dibentuk melalui penyisipan fonem /f/ pada suku kata dengan tetap mempertahankan proses afiksasi bahasa Indonesia, seperti prefiksasi, infiksasi, sufiksasi, dan konfiksasi. Implikasinya, Bahasa Fufu mencerminkan inovasi linguistik yang terstruktur dalam komunikasi digital.