Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SISTEM INFORMASI PENCATATAN ALAT KESEHATAN UNTUK MENDUKUNG TUGAS ELEKTROMEDIS DALAM PENGELOLAAN ALAT MEDIK Yono, Mul; Yanto, Supri; Nugroho, Agung Satrio
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.626 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v9i2.188

Abstract

Pengelolaan peralatan alat medik yang dilakukan oleh tenaga elektromedis dilakukan secara manual dengan mengisi dalam formulir yang dibantu software pengolah kata dan atau spreadsheet. Proses manual yang dilakukan ini ada kendalanya yaitu sulit dan lama? mengetahui informasi berkaitan pengelolaan alat medik, padahal informasi ini sangat dibutuhkan mengingat terbatasnya tenaga elektromedis di rumah sakit bila dibandingkan dengan jumlah alat medik yang harus dikelola. Diperlukan tool atau alat yang bisa berupa pembuatan sistem informasi. Pertama disiapkan desain basis data kemudian pemodelan sistem informasinya dibuat dengan? Enterprise Architect dari use case digram, actifity digram dan sequen diagramnya. Dilanjutkan pembuatan sistem informasinya dengan bahasa pemprograman PHP dengan basis data Mysql.Setelah dilakukan pengujian didapatkan hasil bahwa sistem informasi yang dibuat dapat menyajikan informasi secara realtime pengelolaan alat medik yang meliputi informasi inventaris alat beserta kondisinya serta rekam jejak alat dengan cepat.Kata Kunci: pencatatan alat elektromedik, sistem informasiINFORMATION SYSTEM OF MEDICAL TOOLS LISTING TO SUPPORT THE ELECTROMEDICAL COMPETITION IN THE LISTING AND CARING OF MEDICAL TOOLSThere are two kind of standard competition related the management of medical tools in the standard competition of Electromedical graduation DIII, those are, they are able to list the electromedical tools and care planning of the tools. It needs the qualified tools to manufacture the information system in order to achieve the standard competition. The first is preparing the design as a data base then modeling information system is made by Enterprise Architect from use case diagram, activity diagam and sequen diagram. It will be continued by manufacturing the information system by using language program PHP with Mysql data base. After having the test, it can be conclude that the information system serves the information in form recapitulation, and the record of needed medical tools in listing and caring process of the medical tools.Key Words : Listing of electromedical tools, information system?
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KALIBRASI TERHADAP PERILAKU MENGKALIBRASIKAN ALAT SPHYGMOMANOMETER PADA BIDAN PRAKTEK MANDIRI DI PUSKESMAS WILAYAH KABUPATEN DEMAK Nugroho, Agung Satrio; Wardaningsih, Prima Widyawati; Yono, Mul
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1460.224 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v8i1.45

Abstract

Dengan seringnya terjadi kesalahan pengukuran yang berakibatkan terjadinya kesalahan pendiagnosaan yang tidak tepat sehingga akan mempengaruhi pemberian obat. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian terhadap peralatan kesehatan yang baru dibeli ataupun yang telah dipakai meliputi tahapan uji fungsi, uji coba dan pengukuran unjuk kerja dan keamanan alat kesehatan tersebut. Demikian juga dalam upaya mempertahankan fungsi dan keandalannya diperlukan pemeliharaan dan pengalibrasian / peneraan secara terprogram yang berkesinambungan untuk mendukung jaminan mutu pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk Mengetahui Pengaruh Tingkat Pengetahuan Tentang Kalibrasi Terhadap Perilaku Mengkalibrasikan Alat Sphygmomanometer Pada Bidan Praktek Mandiri Di Puskesmas Wilayah Kabupaten Demak.Jenis penelitian ini adalah observasional dengan metode penelitian survei analitik yaitu survey atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Populasi dalam penelitian ini adalah Bidan Praktik Mandiri di Puskesmas Wilayah Kabupaten Demak. Sampel dalam penelitian ini adalah 35 orang Bidan Praktik Mandiri di Puskesmas Wilayah Kabupaten Batang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisa hubungan 2 variabel menggunakan uji Chi-Square.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 21 responden (60%) berpengetahuan kurang baik dan 28 responden (80%) tidak mengkalibrasikan alat sphygmomanometer. Berdasar hasil uji ANOVA diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,015. Nilai signifikansi sebesar 0,015 lebih kecil dari batas signifikansi yang telah ditetapkan yaitu sebesar 0,05. Nilai signifikansi sebesar 0,015 dapat diinterpetasikan bahwa H0 ditolak atau dengan kata lain H1 diterima. Sehingga hipotesa sementara yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara variabel tingkat pengetahuan dan perilaku kalibrasi sphygmomanometer seseorang dapat diterima. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara tingkat pengetahuan seseorang tentang kalibrasi dengan perilaku orang tersebut untuk mengkalibrasi sphygmomanometer dengan tingkat signifikansi sebesar 0,015. Saran yang dapat diberikan untuk pengembangan penelitian ini adalah perlu dilakukan penelitian lagi untuk mengetahui variabel yang mempengaruhi perilaku seseorang mengkalibrasi selain tingkat pengetahuan tentang kalibrasi.?Kata kunci : pengetahuan, kalibrasi sphygmomanometer
PkM Nasional Kalibrasi Alat Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Pelayanan Kesehatan di Wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nisrina, Safira Fegi; Rahmat, Basuki; Nugroho, Agung Satrio; Mulyono, Mulyono; Supriyanto, Agus; Soekardi, Chandrasa; Santoso, Sugeng; Soedjarwo, Soedjarwo; Rinayati, Rinayati; Wahyuning, Sri; Sari, Cempaka Kumala; Sulistyowati, Indah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.6812

Abstract

Peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas melalui kalibrasi alat kesehatan adalah langkah strategis untuk menjamin layanan yang aman dan akurat bagi masyarakat. Kalibrasi memastikan alat-alat medis berfungsi sesuai standar, sehingga hasil diagnosis dan tindakan medis yang diberikan menjadi lebih tepercaya.Hal ini juga didasari oleh Peraturan Menteri Kesehatan No. 54 Tahun 2015 tentang Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan di mana permenkes ini mewajibkan setiap alat kesehatan yang digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan untuk dilakukan kalibrasi secara berkala minimal satu kali dalam setahun. Tujuan dari kegiatan PkM Nasional Dosen Prodi Teknologi Elektro Medis, Universitas Widya Husada adalah memberikan jasa dan kalibrasi alat kesehatan di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta secara gratis dalam upaya peningkatan mutu kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat terutama yang berkaitan dengan penyediaan ala-alat kesehatan yang berkualitas dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara luas. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah 1) melakukan kalibrasi alat kesehatan yang digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan untuk dilakukan pengujian dan kalibrasi 2) penyuluhan memberikan pengetahuan tentang ilmu pentingnya perawatan, pemeliharaan, dan kalibrasi pada alat kesehatan. Hasil a) pelaksanaan pengabdian masyarakat di Puskesmas Sanden telah dikalibrasi 4 (empat) jenis alat kesehatan dengan jumlah total 14 (empat belas) alat kesehatan. Kemudian hasil b) Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat di puskesmas Sewon 1 telah dikalibrasi 4 (empat) jenis alat kesehatan dengan jumlah total 12 (dua belas) alat kesehatan. Empat jenis alat kesehatan tersebut diantaranya Pulse Oxymeter, Blood Pressure Monitor, Timbangan bayi dan Dewasa, dan Doppler.
Implementasi Alat Deteksi Dini Kenaikan Muka Air Sungai Berbasis Float Switch Di Kelurahan Kalipancur Mulyono Mulyono; Safira Fegi Nisrina; Agung Satrio Nugroho
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v8i1.189

Abstract

Mayangsari, Kalipancur Village, Ngaliyan District is an area with the potential to experience river water overflows during high rainfall. This condition causes the community to be at risk of being late in evacuating goods or saving themselves because a simple, independent, and easy-to-operate early warning system is not yet available. This community service activity aims to implement a river water level rise early detection tool based on a float switch as an early warning facility that suits the needs of the community. The implementation method includes three stages, namely 1) socialization regarding mitigation and flood risk reduction, 2) installation of an early detection tool that works mechanically using a float switch without requiring an internet network so that it is easy to operate and maintain, and 3) training on the operation and maintenance of the tool for neighborhood administrators and residents. Activity evaluation was carried out through tool function tests and observation of participants' abilities in operating and maintaining the installed system. The results of the activity show that the tool is able to activate the buzzer automatically when the water surface reaches a warning limit of about one meter according to the set settings. Based on the results of function tests on-site, the system can work according to the design and be utilized by residents as an early warning medium. In addition, the community has understood how to operate and maintain the tool so that the system can be used independently. The implementation of this tool provides an alternative early warning system that is simple, easy to maintain, and supports community preparedness in facing potential floods in the local environment.