Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Komunikasi interpersonal guru sebagai determinan efektivitas pembelajaran siswa kelas x administrasi perkantoran di sekolah menengah kejuruan Amalia, Aisyah; Suwatno, Suwatno
Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran (JPManper) Vol 4, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpm.v4i1.14950

Abstract

This paper examines specifically about interpersonal communication teacher?s as factors that influence the effectiveness of the powerful alleged learning students. Based on the results of data analysis by using simple regression where data collected through survey method using question form answers to the 51 students in vocational high school in Bandung as the respondent. The results of the analysis of data indicates that interpersonal communications teacher had an impact on the effectiveness of learning of students. The results of this research can provide implications towards the learning process. the results showed teacher?s interpersonal communication has a positive and significant effect against the effectiveness of learning of students. Thus the effectiveness of student learning can be enchanced through improved interpersonal communication teachers.ABSTRAKArtikel ini mengkaji secara khusus tentang komunikasi interpersonal guru sebagai faktor yang diduga kuat mempengaruhi efektivitas pembelajaran siswa. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan regresi sederhanadimana data yang dikumpulkan melalui metode survey dengan menggunakan angket jawaban terhadap 51 siswa pada salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Bandung sebagai responden. Hasil analisis data tersebut menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal guru mempunyai pengaruh terhadap efektivitas pembelajaran siswa. Hasil penelitian ini dapat memberikan implikasi terhadap proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi interpersonal guru memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap efektivitas pembelajaran siswa. Dengan demikian efektivitas pembelajaran siswa dapat ditingkatkan melalui peningkatan komunikasi interpersonal guru.
PENGARUH METODE DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI SISWA KELAS TINGGI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU YASIR TANGERANG Amalia, Aisyah; Miftachudin; Aidil Putra, Ibnu
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menelaah pengaruh metode Discovery Learning terhadap kepercayaan diri siswa kelas tinggi di SDIT Yasir Tangerang. Dengan masih terbatasnya penelitian yang sama di tingkat sekolah dasar menjadi alasan pentingnya penelitian ini dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan survei untuk memperoleh data secara objektif dari responden. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 110 siswa dengan sampel sebanyak 86 siswa. Data didapatkan melalui penyebaran angket tertutup kepada 86 siswa yang dipilih menggunakan rumus Slovin dan teknik stratified sampling untuk memastikan keterwakilan dari setiap jenjang kelas, kemudian data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan nilai signifikansi 0,001 yang artinya lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 dan nilai R2 sebesar 0,126. Ini mengindikasi bahwa metode Discovery Learning memiliki pengaruh yang signifikan, meskipun kontribusi yang diberikan terhadap kepercayaan diri siswa tergolong pada kategori rendah. Metode Discovery Learning memberikan pengaruh positif terhadap kepecayaan diri siswa kelas tinggi sekolah dasar, meski pengaruhnya hanya sebesar 12,6%. Berdasarkan keterbatasan temuan tersebut, penelitian ini membutuhkan studi lebih mendalam dengan desain eksperimen atau penambahan variabel moderator guna mengoptimalkan efektivitas metode.
Transarterial Embolisation for Intractable Haematuria: A Case Report and Review of Management Strategies Amalia, Aisyah; Aslam, Achmad Bayhaqi Nasir; Nurdiana, Farah; Siswidiyati
Asian Journal of Health Research Vol. 4 No. 3 (2025): Volume 4 No 3 (December) 2025
Publisher : Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55561/ajhr.v4i3.286

Abstract

Introduction: Refractory gross haematuria is a significant urological emergency, characterised by prolonged and life-threatening bleeding that does not respond to standard treatment. The main recognised aetiologies encompass malignant neoplasms of the bladder and haemorrhagic cystitis. When conservative treatments and intravesical medications fail, transarterial embolisation (TAE) is a dependable and effective technique for achieving haemostasis. This study aims to report cases of haematuria resulting from bladder pathology, the role of interventional radiology in embolisation, and technical considerations. Case Presentation: We present two cases of refractory gross haematuria from the bladder managed with TAE. Case 1 involved a 65-year-old male with locally advanced, hypervascularised bladder squamous cell carcinoma (cT4aN3M1b). Case 2 involved a 69-year-old woman with haemorrhagic cystitis secondary to pelvic radiotherapy for stage IVb cervical carcinoma. Pre-embolisation angiography showed prominent blushing of feeder arteries arising from the superior vesical artery (SVA) bilaterally. Embolisation used gelfoam and PVA particles. The procedure reduces tumour blushing (Case 1) and hypervascularisation (Case 2), controlling haematuria. Conclusion: TAE is a safe and effective treatment modality for managing persistent gross haematuria due to diverse bladder pathologies, including bladder malignancy and radiation cystitis. Bilateral vesical artery embolisation was performed in both cases to ensure a more sustained response and reduce the likelihood of recurrence.
Peran Artifical Intelligence dalam Mendeteksi Fraud: Studi Literatur pada Praktik Audit Modern Miradji, Mohamad Afrizal; Amalia, Aisyah; Salmah, Dian; Fransisca, Elisa Dwi; Lovinawati, Elizabeth
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8008

Abstract

Seiring meningkatnya kompleksitas transaksi dan volume data keuangan di era digital, praktik audit modern menghadapi tantangan yang semakin besar dalam mendeteksi kecurangan (fraud). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Artificial Intelligence (AI) dalam meningkatkan efektivitas deteksi fraud melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah, laporan profesional, dan publikasi akademik yang relevan selama periode 2015–2025. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dengan kata kunci terkait artificial intelligence, fraud detection, dan audit modern, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui proses klasifikasi, perbandingan, dan sintesis temuan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan teknologi AI seperti machine learning, data mining, dan natural language processing mampu meningkatkan akurasi dan kecepatan dalam mendeteksi pola anomali dibandingkan metode audit konvensional yang berbasis sampling. AI juga memungkinkan analisis seluruh populasi data (full population analysis), sehingga potensi fraud yang tersembunyi dapat diidentifikasi secara lebih komprehensif. Selain itu, penggunaan AI terbukti meningkatkan efisiensi proses audit, mengurangi beban kerja auditor, serta meminimalkan kesalahan manusia. Namun demikian, implementasi AI dalam audit masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kompetensi auditor dalam penguasaan teknologi, tingginya biaya implementasi, serta isu etika dan privasi data. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan sumber daya manusia, regulasi yang memadai, serta integrasi sistem yang tepat agar pemanfaatan AI dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Dengan demikian, AI memiliki peran strategis dalam mentransformasi praktik audit modern, khususnya dalam meningkatkan kualitas deteksi fraud di era digital.