Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Meningkatkan Disiplin Belajar Siswa melalui Manajemen Kelas Hadijah, Hady Siti; Sari, Bella Puspita
Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran (JPManper) Vol 2, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpm.v2i2.8113

Abstract

This article aimed to determine the implementation of classroom management on students? learning discipline. The research method used Expalanatory Survey method with data collection technique used questionnaire. Respondents are 80 students grade eleventh from Office Administration major of a vocational high school in Lembang, selected by used sampling technique. Data were analyzed using regression. The result of the research revealed that: (1) the classroom management is in the quite effective category, (2) the students' learning discipline is in the moderate category, and (3) there is a significant influence of classroom management on students? learning discipline. Therefore, students? learning discipline can be improved through increased classroom management by teachers.ABSTRAKArtikel ini membahas hasil penelitian yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan manajemen kelas dan disiplin belajar siswa serta ada tidaknya pengaruh manajemen kelas terhadap disiplin belajar siswa pada sebuah SMK di Lembang. Metode yang digunakan adalah Ekspalanatory Survey dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket. Respondennya berjumlah 80 orang siswa kelas XI Administrasi Perkantoran yang dipilih dengan menggunakan teknik sampling. Analisis data menggunakan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) manajemen kelas berada pada kategori cukup efektif, (2) disiplin belajar siswa berada pada kategori sedang, dan (3) terdapat pengaruh yang signifikan manajemen kelas terhadap disiplin belajar siswa, artinya disiplin belajar siswa dapat ditingkatkan melalui manajemen kelas yang dilakukan oleh guru.
Perbandingan Metode Exponential Smoothing Event Based dengan Metode Winter Exponential Smoothing pada Peramalan Harga Cabai Merah di Kota Medan Sari, Bella Puspita; Siregar, Rosman
FARABI: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2023): FARABI
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNIVA Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/farabi.v6i2.451

Abstract

Dalam upaya untuk membuat keputusan yang lebih baik, peramalan adalah teknik yang digunakan untuk mengukur ketidakpastian masa depan. Musim atau kejadian tertentu dapat berdampak pada harga cabai merah. Metode Exponential Smoothing Event Based dan metode Winter Exponential Smoothing digunakan untuk mengidentifikasi special event yang berdampak pada prediksi harga cabai merah. Strategi yang optimal untuk digunakan adalah yang menghasilkan angka Mean Absolute Percentage Error (MAPE) terendah. Data harga cabai merah Januari 2018 sampai Desember 2021 digunakan dalam penelitian ini. Pendekatan Winter exponential smoothing, dengan nilai =0,9, =0,1, =0,9 dan MAPE 3,1%, adalah yang terbaik, menurut perkiraan yang dihitung dengan bantuan Ms. Excel.
Pengaruh Pemberian Koagulan Kapur, Tawas, PAC (Poly Alumunium Chloride) untuk Penjernihan Air Sungai Sari, Bella Puspita; Budijono, Budijono; Prianto, Eko
South East Asian Water Resources Management Vol. 2 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seawarm.2.1.22-28

Abstract

Sungai Siak, Sail, dan Segati merupakan beberapa sungai besar di Provinsi Riau yang memiliki potensi sumberdaya perairan yang cukup tinggi dan juga memiliki karakteristik sungai yang berbeda-beda. Kualitas air sungai tersebut relatif rendah dari segi pH, TDS, warna, kekeruhan dan zat organik sehingga hasil air yang dijernihkan nantinya layak secara fisika, kimia, layak untuk mikroalga Chlorella sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian koagulan kapur, tawas, PAC (Poly Alumunium Chloride) untuk penjernihan air Sungai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2023. Formulasi yang digunakan sebagai berikut: P1 (0,4 g/L Kapur, 0,25 g/L Tawas, 0,30 g/L PAC), P2 (0,35 g/L Kapur, 0,5 g/L PAC), P3(1,30 g/L Kapur, 1,50 g/L tawas). pH meningkat menjadi 7.0 - 7,7. TDS meningkat menjadi 259,1 hingga 489,1 mg/L. Warna berkurang menjadi 10 - 23 TCU. Kekeruhan berkurang menjadi 0,10 - 0,28 NTU. Zat Organik berkurang menjadi 5,5 - 9,3 mg/L. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa P1 (0,4 g/L Kapur, 0,25 g/L Tawas, 0,30 g/L PAC), P2 (0,35 g/L Kapur, 0,5 g/L PAC), P3(1,30 g/L Kapur, 1,50 g/L tawas) dapat meningkatkan air sungai di suatu wadah uji. Air yang telah diolah dengan P1(Kapur, Tawas, PAC), P2 (Kapur, PAC), dan P3 (Kapur, Tawas) mampu digunakan untuk pertumbuhan mikroalga dengan kelimpahan 352-3,000×104 sel/mL, dan paling tinggi kelimpahan yang diperoleh pada P3 dengan kelimpahan sebanyak 3,000×104 sel/mL
The Impact of Pre-Question Techniqueon Students’ Reading Comprehension Achievment AT SMA N 1 Pegajahan Sari, Bella Puspita; Harianti, Puji; -, Nurhalimah
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 1 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa & Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i1.16-23

Abstract

The aim of this research was to investigate the impact of the pre-question technique on students' reading comprehension achievement at SMA N 1 Pegajahan. This research used a quasi-experimental design involving two classes: control class X-2 and experimental class X-4, each consisting of 36 students. The control class was taught using conventional methods, while the experimental class was given pre-question techniques during reading learning. The results showed that there were significant differences in post-test scores between the two groups. The average value of the control class is (77.22) while the standard deviation is (16.01). Meanwhile, the experimental class has an average value (95.57) with a standard deviation (7.71). The t-test analysis shows that the calculated t-value exceeds the t-table (6.6526) critical value for degrees of freedom (70) at the significance level (0.05) which confirms that the pre-question technique has a statistically significant positive effect on students' reading comprehension achievement. 
DAMPAK PENGGUNAAN QRIS TERHADAP AKTIVITAS EKONOMI PEDAGANG DI PASAR 16 ILIR PALEMBANG Rahmadaniah, Hanna; Sari, Bella Puspita; Arwandi, Safta; Panorama, Maya
SOSEBI: Jurnal Penelitian Mahasiswa Ilmu Sosial Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/sosebi.v5i1.10855

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar pada sistem pembayaran, di mana Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi inovasi penting yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi serta merangkul lebih banyak orang dalam sistem keuangan. Namun, adopsi QRIS di pasar tradisional masih rendah karena kurangnya pengetahuan digital dan preferensi konsumen yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan QRIS terhadap kegiatan ekonomi para pedagang di Pasar 16 Ilir Palembang. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap 30 pedagang yang telah memanfaatkan QRIS selama minimal tiga bulan, yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa QRIS memberikan dampak positif yang signifikan terhadap efisiensi transaksi (90%), otomatisasi pencatatan keuangan (76,7%), dan keamanan dalam proses pembayaran (73,3%). Selain itu, QRIS juga berkontribusi dalam peningkatan jumlah pelanggan (66,7%) dan omzet penjualan (53,3%), yang sejalan dengan konsep kegunaan yang dirasakan dalam Technology Acceptance Model (TAM). Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan seperti preferensi pelanggan untuk melakukan transaksi secara tunai (73,3%), kesulitan bagi pedagang dalam menggunakan aplikasi digital (60%), gangguan sinyal internet (50%), dan kurangnya dukungan teknis (33,3%), yang mengindikasikan perlunya peningkatan kemudahan penggunaan. Untuk itu, penelitian ini merekomendasikan program pendidikan digital yang berkelanjutan, pengembangan infrastruktur digital yang memadai, serta promosi aktif untuk meningkatkan kesadaran dan minat terhadap QRIS. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di pasar tradisional serta meningkatkan daya saing pedagang dalam era digital. Kata Kunci: QRIS; pasar tradisional; efisiensi transaksi; pedagang; digitalisasi pembayaran. Abstract: The development of information technology has brought major changes to the payment system payment system, where the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) has become an important an important innovation that aims to improve efficiency and embrace more people in the financial system. more people in the financial system. However, QRIS adoption in traditional markets markets is still low due to the lack of digital knowledge and preferences of different consumers. This study aims to examine the effect of the use of QRIS on the economic activities of traders in 16 Ilir Market, Palembang. Palembang. Using a descriptive qualitative method, this research involves in-depth interviews and participatory observation of 30 merchants who have been utilizing QRIS for at least three months. who have utilized QRIS for at least three months, selected through purposive sampling. purposive sampling. The results of this study show that QRIS provides a significant positive impact on transaction efficiency (90%), automation of (76.7%), and security in the payment process (73.3%). In addition, QRIS also contributes to an increase in the number of customers (66.7%) and sales turnover (53.3%). and sales turnover (53.3%), which is in line with the concept of perceived usefulness in the Technology Acceptance Model (TAM). in the Technology Acceptance Model (TAM). Nonetheless, there are some challenges such as customers' preference for cash transactions (73.3%), difficulties for merchants in using digital applications (60%), internet signal interference (50%), and lack of technical support (33.3%), indicating the need for indicating the need to improve the ease of This research recommends a sustainable digital education program, development of adequate digital infrastructure, as well as active promotion to increase awareness and interest in QRIS. This is expected to encourage inclusive and sustainable economic growth in traditional markets as well as improve traditional markets as well as improving merchant competitiveness in the digital era. Keywords: QRIS; traditional markets; transaction efficiency; merchants; payment digitization.
The Impact of Pre-Question Techniqueon Students’ Reading Comprehension Achievment at SMA N 1 Pegajahan Sari, Bella Puspita; Nurhalimah, Puji Hariati,
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 1 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa & Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i1.16-23

Abstract

The aim of this research was to investigate the impact of the pre-question technique on students' reading comprehension achievement at SMA N 1 Pegajahan. This research used a quasi-experimental design involving two classes: control class X-2 and experimental class X-4, each consisting of 36 students. The control class was taught using conventional methods, while the experimental class was given pre-question techniques during reading learning. The results showed that there were significant differences in post-test scores between the two groups. The average value of the control class is (77.22) while the standard deviation is (16.01). Meanwhile, the experimental class has an average value (95.57) with a standard deviation (7.71). The t-test analysis shows that the calculated t-value exceeds the t-table (6.6526) critical value for degrees of freedom (70) at the significance level (0.05) which confirms that the pre-question technique has a statistically significant positive effect on students' reading comprehension achievement.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PERKALIAN Sari, Bella Puspita; Prihastari, Ema Butsi; Irmade, Oka
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 4 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v4i2.420

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap kemampuan berhitung perkalian siswa kelas III di SDN 01 Bolon Tahun Ajaran 2024/2025. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini melalui metode pre-experimental dengan One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian ini ada 31 peserta didik kelas III di SDN 01 Bolon menggunakan teknik sampling total. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi uji prasyarat normalitas, uji paired sample t-test, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menujukkan skor rata-rata pretest sebesar 54,84, sedangkan skor posttest adalah 84,23, yang menujukkan peningkatan kemampuan berhitung perkalian. Uji paired sample t-test menghasilkan thitung = 23,686 > ttabel = 2.042 pada tingkat signifikansi 5%, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Ini berarti ada perbedaan dalam kemampuan berhitung perkalian sebelum dan sesudah model jigsaw diterapkan. N-Gain sebesar 66,96% menunjukkan efektivitas dalam kategori cukup efektif. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw efektif dalam kategori cukup untuk kemampuan berhitung perkalian peserta didik kelas III di SDN 01 Bolon Tahun Ajaran 2024/2025.
DAMPAK PENGGUNAAN QRIS TERHADAP AKTIVITAS EKONOMI PEDAGANG DI PASAR 16 ILIR PALEMBANG Rahmadaniah, Hanna; Sari, Bella Puspita; Arwandi, Safta; Panorama, Maya
SOSEBI: Jurnal Penelitian Mahasiswa Ilmu Sosial Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/sosebi.v5i1.10855

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar pada sistem pembayaran, di mana Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi inovasi penting yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi serta merangkul lebih banyak orang dalam sistem keuangan. Namun, adopsi QRIS di pasar tradisional masih rendah karena kurangnya pengetahuan digital dan preferensi konsumen yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan QRIS terhadap kegiatan ekonomi para pedagang di Pasar 16 Ilir Palembang. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap 30 pedagang yang telah memanfaatkan QRIS selama minimal tiga bulan, yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa QRIS memberikan dampak positif yang signifikan terhadap efisiensi transaksi (90%), otomatisasi pencatatan keuangan (76,7%), dan keamanan dalam proses pembayaran (73,3%). Selain itu, QRIS juga berkontribusi dalam peningkatan jumlah pelanggan (66,7%) dan omzet penjualan (53,3%), yang sejalan dengan konsep kegunaan yang dirasakan dalam Technology Acceptance Model (TAM). Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan seperti preferensi pelanggan untuk melakukan transaksi secara tunai (73,3%), kesulitan bagi pedagang dalam menggunakan aplikasi digital (60%), gangguan sinyal internet (50%), dan kurangnya dukungan teknis (33,3%), yang mengindikasikan perlunya peningkatan kemudahan penggunaan. Untuk itu, penelitian ini merekomendasikan program pendidikan digital yang berkelanjutan, pengembangan infrastruktur digital yang memadai, serta promosi aktif untuk meningkatkan kesadaran dan minat terhadap QRIS. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di pasar tradisional serta meningkatkan daya saing pedagang dalam era digital. Kata Kunci: QRIS; pasar tradisional; efisiensi transaksi; pedagang; digitalisasi pembayaran. Abstract: The development of information technology has brought major changes to the payment system payment system, where the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) has become an important an important innovation that aims to improve efficiency and embrace more people in the financial system. more people in the financial system. However, QRIS adoption in traditional markets markets is still low due to the lack of digital knowledge and preferences of different consumers. This study aims to examine the effect of the use of QRIS on the economic activities of traders in 16 Ilir Market, Palembang. Palembang. Using a descriptive qualitative method, this research involves in-depth interviews and participatory observation of 30 merchants who have been utilizing QRIS for at least three months. who have utilized QRIS for at least three months, selected through purposive sampling. purposive sampling. The results of this study show that QRIS provides a significant positive impact on transaction efficiency (90%), automation of (76.7%), and security in the payment process (73.3%). In addition, QRIS also contributes to an increase in the number of customers (66.7%) and sales turnover (53.3%). and sales turnover (53.3%), which is in line with the concept of perceived usefulness in the Technology Acceptance Model (TAM). in the Technology Acceptance Model (TAM). Nonetheless, there are some challenges such as customers' preference for cash transactions (73.3%), difficulties for merchants in using digital applications (60%), internet signal interference (50%), and lack of technical support (33.3%), indicating the need for indicating the need to improve the ease of This research recommends a sustainable digital education program, development of adequate digital infrastructure, as well as active promotion to increase awareness and interest in QRIS. This is expected to encourage inclusive and sustainable economic growth in traditional markets as well as improve traditional markets as well as improving merchant competitiveness in the digital era. Keywords: QRIS; traditional markets; transaction efficiency; merchants; payment digitization.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi Dan Body Image Dengan Kurang Energi Kronik Remaja Putri Di Sman 2 Pringsewu Sari, Bella Puspita; Khairani, Masayu Dian; Abdullah, Abdullah; Muharramah, Alifiyanti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9631

Abstract

Kurang energi kronis selama masa prakonsepsi atau masa remaja adalah salah satu masalah gizi yang belum terpecahkan. Kelompok usia 15 hingga 19 tahun memiliki proporsi KEK tertinggi. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi KEK di Indonesia pada kelompok usia 15-19 tahun adalah 36,3%. Menurut Riskesda 2018, angka KEK di Kabupaten Pringsewu adalah 13,4%. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan metodologi kuantitatif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara acak. Terdapat 153 remaja putri di SMAN 2 Pringsewu yang menjadi subjek penelitian. KEK remaja perempuan merupakan variabel dependen, sedangkan citra tubuh dan tingkat kesadaran gizi merupakan variabel independen. Uji Chi-Square digunakan untuk analisis data. Tingkat kesadaran gizi dan KEK remaja perempuan di SMAN 2 Pringsewu tidak berkorelasi secara signifikan (p=0,364). Remaja putri di SMAN 2 Pringsewu memiliki korelasi yang signifikan (p=0,008) antara citra tubuh dan kejadian KEK. Kejadian KEK pada remaja perempuan berkorelasi secara signifikan dengan citra tubuh mereka. Diharapkan bahwa untuk mencegah terjadinya SEZ pada remaja putri, mereka harus menjunjung tinggi dan meningkatkan pemahaman gizi mereka dan menyingkirkan keyakinan citra tubuh yang tidak menguntungkan.
Karakteristik Infused Water Nanas, Mentimun, dan Jahe dengan Variasi Waktu Perendaman Maherawati, Maherawati; Sari, Bella Puspita; Hartanti, Lucky
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v6i1.10631

Abstract

Infused water adalah minuman dengan tambahan potongan buah, sayur, atau herbal yang direndam selama waktu tertentu sehingga memberikan cita rasa pada air sekaligus mempunyai manfaat untuk kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik infused water yang dibuat dari nanas, mentimun, dan jahe selama perendaman dan menentukan waktu perendaman terbaik infused water dari ketiga bahan tersebut. Parameter yang diamati adalah total padatan terlarut, pH, kadar vitamin C, dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infused water yang dibuat dari nanas, mentimun, dan jahe menunjukkan peningkatan total padatan terlarut, penurunan pH, perubahan kadar vitamin C dan aktivitas antioksidan. Kecenderungan perubahan karakteristik pada infused water sesuai dengan karakteristik bahan dasarnya. Kadar vitamin C dan aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh pada waktu perendaman 9 jam pada semua bahan. Waktu perendaman yang menghasilkan karakteristik terbaik pada infused water nanas, mentimun, dan jahe adalah 9 jam. Karakteristik terbaik infused water nanas mempunyai pH 4,74, TPT 3,33°Brix, vitamin C 13,79 mg/100g, dan antioksidan 20,62%. Infused water mentimun mempunyai pH 6,63, TPT 0,97°Brix, vitamin C 7,63 mg/100g, dan antioksidan 25,11%. Infused water jahe mempunyai pH 6,68, TPT 1,23°Brix, vitamin C 7,29 mg/100g, dan antioksidan 28,65%.