Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penerimaan diri dan subjective well-being remaja di Panti Asuhan Kristen/Katolik Delvianti, Helsya; Aryono, Marcella Mariska
PSYCOMEDIA : Jurnal Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025): PSYCOMEDIA: Jurnal Psikologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/psycomedia.2025.v5i1.37-46

Abstract

Adolescents living in orphanages face various psychosocial conditions that can affect subjective well-being, such as separation from their families and the demands of adjusting to their environment. Subjective well-being reflects an individual's evaluation of their life, including life satisfaction and positive and negative affective experiences. One internal factor that is theoretically assumed to be related to subjective well-being is self-acceptance. This study aims to examine the relationship between self-acceptance and subjective well-being in adolescents living in Christian/Catholic orphanages. This study uses a quantitative approach with a correlational design involving 60 adolescents selected using total sampling technique. The research instruments consist of a self-acceptance scale and a subjective well-being scale. Data analysis was performed using Pearson's correlation. The results of the analysis show that the relationship between self-acceptance and subjective well-being is not significant. These findings can be interpreted to mean that the subjective well-being of adolescents in orphanages is more influenced by external factors, such as social support from caregivers and peers, interpersonal relationships, and the orphanage environment, than by internal factors such as self-acceptance.
HAPPINESS AT WORK: THE ROLE OF WORK ENGAGEMENT, JOB SATISFACTION AND ORGANIZATIONAL COMMITMENT Setyawan, Yonathan; Aryono, Marcella Mariska; Srimulyani, Veronika Agustini
Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang) Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/rap.v16.i2.7

Abstract

The Creating a sustainable workplace is not only about reducing the impact of pollution on the environment but also about management support in creating a workplace that supports employee happiness and well-being. This study aims to determine the role of job satisfaction, organizational commitment, and work involvement in increasing happiness at work and impact of happiness at work on improving organizational citizenship behavior in PT INKA (Persero) employees. The research subjects used were employees at PT INKA (Persero), totaling 103 employees. The data collection tools used were scales of job satisfaction, organizational commitment, work involvement, and happiness at work. Data analysis used IBM SPSS 22 software for normality tests, reliability tests, and descriptions of respondents' answers, and Lisrel 8.70 software for validity and reliability tests of instruments and hypothesis testing. The results showed that work engagement, job satisfaction, and organizational commitment significantly increased happiness at work, which in turn can increase organizational citizenship behavior in PT INKA (Persero) employees. Happiness at work felt by individuals will have a positive impact both at the individual level (work engagement, job satisfaction, affective commitment) and the organizational level (performance, such as OCB).
Pendampingan Asesmen Anak Berkebutuhan Khusus: Langkah Awal Menuju Terapi yang Tepat di Jafa Edu Center Ponorogo Robik Anwar Dani; Yonathan Setyawan; Marcella Mariska Aryono; David Ary Wicaksono; Andi Cahyadi
Share: Journal of Service Learning Vol. 12 No. 1 (2026): FEBRUARY 2026
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.12.1.37-42

Abstract

Jafa Edu Center (JEC) Ponorogo merupakan rumah belajar yang melayani siswa reguler dan anak berkebutuhan khusus (ABK). Dalam praktiknya, JEC menghadapi kendala serius karena belum memiliki tenaga psikologi yang secara khusus menangani asesmen psikologis, padahal jumlah ABK yang terdaftar mencapai sekitar 30 anak dengan ragam hambatan seperti gangguan spektrum autisme, gangguan perkembangan intelektual, dan slow learner. Kondisi ini membuat banyak anak belum mendapatkan skrining dan asesmen yang memadai, sehingga terapi yang diberikan berpotensi kurang sesuai dengan kebutuhan perkembangan masing-masing anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi JEC dalam membangun sistem asesmen psikologis yang lebih terstruktur dan berbasis bukti, sekaligus meningkatkan kapasitas guru dan pendamping ABK dalam memahami hasil asesmen dan menggunakannya sebagai dasar perencanaan intervensi. Program dilaksanakan selama satu tahun melalui beberapa tahapan utama: asesmen kebutuhan dan koordinasi dengan mitra, pelaksanaan asesmen psikologis terhadap ABK menggunakan instrumen Vineland Adaptive Behavior Scale (VABS), Stanford-Binet/WISC, dan Childhood Autism Rating Scale (CARS), penyusunan modul dan Standar Operasional Prosedur (SOP) asesmen ABK, pelatihan bagi pendidik dan pendamping, serta pendampingan implementasi dan evaluasi bersama. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa JEC kini memiliki peta kebutuhan psikologis ABK yang lebih jelas beserta laporan asesmen individual yang dapat dijadikan dasar rujukan terapi. Modul asesmen dan SOP membantu menstandarkan alur skrining awal dan langkah rujukan ke tenaga profesional. Guru dan pendamping melaporkan pemahaman yang lebih baik tentang karakteristik anak dan cara membaca hasil asesmen, sehingga diskusi perencanaan terapi menjadi lebih terarah. Program ini mengindikasikan bahwa pendampingan asesmen berbasis kolaborasi kampus–lembaga mampu menjadi langkah awal yang penting untuk meningkatkan ketepatan layanan terapi bagi ABK.
Psikoedukasi Anti Bully Sebagai Upaya Preventif Tindak Perundungan Tingkat Sekolah Dasar Dani, Robik Anwar; Setyawan, yonathan; Aryono, Marcella Mariska; Wicaksono, David Ary; Cahyadi, Andi
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v9i1.902

Abstract

Perilaku bullying atau perundungan adalah tindakan maladaptif yang dilakukan oleh anak-anak, sehingga perilaku tersebut tidak bisa dianggap normal, karena akan memberikan dampak negatif kepada korban. Para korban perundungan akan merasa tertekan, tidak percaya diri, takut, khawatir, dan stress ketika datang ke sekolah. Solusi yang ditawarkan untuk permasalahan yaitu dengan menawarkan kegiatan psikoedukasi anti bully di sekolah dasar yang berada di wilayah Kota Madiun dengan harapan bahwa mitra Abdimas ini memiliki pengetahuan tentang bullying dan dapat menghindari praktek bullying di sekolah. Abdimas ini akan dilaksanakan dengan metode ceramah, presentasi, modeling, role play, dan small group discussion atau diskusi kelompok. Metode ceramah dipilih karena metode ini akan membuka pemahaman para peserta kegiatan untuk lebih memahami makna bullying, jenis-jenis bullying, dampak bullying, serta bentuk-bentuk tindakan pencegahan bullying yang dapat dilakukan. Selanjutnya metode presentasi dan small group discussiong adalah motode kombinasi yang dipilih dengan pertimbangan kedua metode ini dapat merangsang keaktifan para peserta kegiatan dalam mendiskusikan beberapa permasalahn bullying yang terjadi di sekolah, serta mencari jalan keluar dalam memecahkan kasus-kasus tersebut.