Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengaruh Suhu Air Panas Untuk Pengendalian Penyakit Busuk Buah Pascapanen Pada Salak Sidimpuan (Salacca sumatrana Becc.) Sriwinaty Harahap; Meiliana Friska; Ryanov Louis Fernando; Siti Hardianti Wahyuni; Surya Handayani; Jumaria Nasution
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v4i3.2185

Abstract

Salak Sidimpuan (Salacca sumatrana Becc.) merupakan salah satu komoditi unggul di Kabupaten Tapanuli Selatan.Umumnya buah salak hanya dapat bertahan disimpan selama kurang lebih 7 hari pada suhu ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pada suhu berapa yang efektif untuk pengendalian busuk buah Salak Sidimpuan. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Fakultas Pertanian Kampus I Tor Simarsayang Universitas Graha Nusantara. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu suhu air panas yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: S0 (Tanpa Perendaman),S1 (Perendaman suhu 40°C),S2 (Perendaman Suhu 45°C),S3 (Perendaman Suhu 50°C)Diulang sebanyak 6 kali dengan 4 perlakuan, setiap perlakuan menggunakan 3 buah salak sehingga total buah salak 72 buah. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa hasil terbaik terdapat pada perlakuan S3 yaitu dengan perendaman dengan suhu 50℃ selama 5 menit untuk mempertahankan kadar air salak Sidimpuan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa disarankan perlakuan perendaman suhu air panas yang efektif dan lama penyimpanan setelah pasca panen untuk salak sidimpuan pada perlakuan S1 dengan suhu air panas 400C dengan lama perendaman 5 menit. Untuk lama penyimpanan yang efektif pada 8 HSS.
Analisa Visual Anatomi Akar Padi Aplikasi Pupuk Organik Jumaria Nasution; Surya Handayani; Meiliana Friska; Siti Hardianti Wahyuni
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v4i3.2186

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama di banyak negara tropis termasuk Indonesia. Produktivitas padi sangat dipengaruhi oleh kemampuan tanaman dalam menyerap air dan unsur hara melalui sistem perakarannya. Akar padi memiliki struktur anatomi khas tanaman monokotil, yang terdiri atas epidermis, eksodermis, korteks, endodermis, perisikel, serta silinder pusat yang mengandung xilem dan floem. Kondisi anatomis akar tersebut menentukan efisiensi penyerapan hara, Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh dosis pupuk organik yang berbeda (5, 10, dan 15 gram per tanaman) terhadap perubahan struktur anatomi akar padi (Oryza sativa L.). Kajian anatomi penting untuk memahami mekanisme internal yang mendasari peningkatan efisiensi penyerapan hara dan adaptasi akar. Sampel akar dari tiga perlakuan dosis diolah melalui metode histologi rutin (fiksasi FAA, dehidrasi, embedding parafin, dan sectioning mikrotom) dan diwarnai dengan Safranin–Fast Green. Analisis visual dan komparatif dilakukan pada tiga parameter perkembangan korteks, kualitas silinder pusat (stele), serta jumlah dan diameter xilem dari hasil analisa visual dari ketiga gamabr adalah terdapat perlakuan pupuk 15 gr paling signifikan hasilnya pada gambar 3.
Analisis Kandungan Unsur Hara Mikro Pada Tanah dan Pengaruhnya Terhadap Kualitas Kimia Buah Salak (Salacca sumatrana Becc.) Surya Handayani; Jumaria Nasution; Meiliana Friska; Siti Hardianti Wahyuni
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v4i3.2198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif hubungan antara kandungan unsur hara mikro tanah, khususnya seng (Zn), besi (Fe), mangan (Mn), dan boron (B), dengan parameter kualitas kimia buah salak (Salacca Sumatrana Becc.) yang meliputi total padatan terlarut (TPT), kadar gula reduksi, dan kandungan vitamin C. Penelitian dilaksanakan pada tiga ketinggian agroekosistem yang berbeda untuk mengidentifikasi variasi spasial kandungan unsur mikro dan pengaruhnya terhadap kualitas buah. Metode penelitian menggunakan pendekatan survei analitik dengan pengambilan sampel tanah dan buah secara komposit pada setiap lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif hubungan antara kandungan unsur hara mikro tanah, khususnya seng (Zn), besi (Fe), mangan (Mn), dan boron (B), dengan parameter kualitas kimia buah salak (Salacca Sumatrana Becc.) yang meliputi total padatan terlarut (TPT), kadar gula reduksi, dan kandungan vitamin C. Penelitian dilaksanakan pada tiga ketinggian berbeda untuk mengidentifikasi kandungan unsur mikro dan pengaruhnya terhadap kualitas buah. Metode penelitian menggunakan pendekatan survei analitik dengan pengambilan sampel tanah dan buah secara komposit pada setiap lokasi. Temuan ini menegaskan bahwa ketersediaan unsur hara mikro merupakan faktor penentu dalam pembentukan metabolit primer dan sekunder pada buah salak. Selain itu, kondisi agroekologi ketinggian turut memodulasi interaksi tanah–tanaman melalui perubahan pH, suhu, serta dinamika mineral.
AgriVision AI: Sistem Deteksi Dini Penyakit Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Menggunakan Deep Learning Berbasis Smartphone Akhiruddin Pulungan; Surya Handayani; Muhammad Noor Hasan Siregar; Siti Hardianti Wahyuni; Meiliana Friska; Jumaria Nasution
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/23zy5a46

Abstract

Produktivitas tanaman kedelai (Glycine max L.) di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, salah satunya adalah serangan penyakit daun yang dapat menyebabkan penurunan hasil panen secara signifikan. Identifikasi penyakit yang masih dilakukan secara manual sering kali memerlukan waktu, bergantung pada pengalaman petani, dan berpotensi menghasilkan diagnosis yang kurang akurat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan AgriVision AI, sebuah sistem deteksi dini penyakit tanaman kedelai berbasis smartphone yang memanfaatkan teknologi Deep Learning dengan algoritma Convolutional Neural Network (CNN). Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang meliputi tahap analisis kebutuhan, pengumpulan data, perancangan sistem, implementasi model, pengujian, dan evaluasi. Dataset yang digunakan terdiri atas citra daun kedelai sehat, karat daun, bercak daun, dan hawar daun yang diperoleh dari sumber publik dan citra lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CNN mampu melakukan klasifikasi penyakit dengan tingkat kinerja yang sangat baik, ditunjukkan oleh nilai accuracy sebesar 94,8%, precision 93,6%, recall 94,1%, dan F1-score 93,8%. Analisis confusion matrix memperlihatkan bahwa sebagian besar citra berhasil diklasifikasikan dengan benar pada setiap kelas dengan tingkat kesalahan yang relatif rendah. Integrasi model ke dalam aplikasi smartphone memungkinkan proses identifikasi penyakit dilakukan secara cepat, praktis, dan real-time. Sistem ini juga menyediakan informasi gejala serta rekomendasi pengendalian penyakit sehingga dapat membantu petani dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian, AgriVision AI berpotensi mendukung penerapan smart farming dan meningkatkan efektivitas pengelolaan kesehatan tanaman kedelai.  
LAMA PENYIMPANAN JANGKA PANJANG TERHADAP KETAHANAN DAN PERTUMBUHAN BIJI DURIAN Jumaria Nasution
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 2 (2024): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i2.17110

Abstract

Tujuan Pada penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pengaruh lama penyimpanan terhadap perkecambahan dan ketahanan benih durian (Durio zibethinus). Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) Non faktorial dengan perlakuan sebagai berikut P0 (kontrol), P1 (4 hari), P2 (6 hari), P3 (8 hari), dan P4 (10 hari). Parameter pengamatan yang diamati yaitu susut bobot (%), persentase daya kecambah (%), jumlah berkecambah (hari).Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama penyimpanan (hari) memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan benih durian, yaitu pada parameter pengamatan persentase susut bobot benih P2 (6 hari) yaitu 3,2%, persentase daya kecambah P2 (6 hari) yaitu 100,0 %, Jumlah berkecambah perhari P2 (6 hari) yaitu 6 hari simpan,g. Perlakuan terbaik untuk pertumbuhan benih durian yaitu pada P2 (6 hari) yaitu 3,1 cm. sehingga waktu penyimpanan yang bagus dengan viabilitas terbaik yaitu di penyimpanan 6 hari
Optimalisasi Lahan Pekarangan melalui Pengembangan Tanaman Jahe di Desa Pargarutan Dolok, Kabupaten Tapanuli Selatan Siti Hardianti Wahyuni; Meiliana Friska; Surya Handayani; Jumaria Nasution; Sriwinaty Harahap
Jurnal INDONESIA RAYA (Pengabdian pada Masyarakat Bidang Sosial, Humaniora, Kesehatan, Ekonomi dan Umum) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service program aims to optimize the utilization of home gardens through the development of ginger (Zingiber officinale) cultivation in Pargarutan Dolok Village, South Tapanuli Regency. The activity was implemented in response to the low productivity of village home gardens, which are generally underutilized for economic purposes. The implementation method employed a participatory approach involving local residents directly through stages of socialization, training, demonstration plot establishment, technical assistance, and program sustainability evaluation. A total of 42 families actively participated out of 60 targeted households, with a plant growth success rate of 92%. The application of liquid organic fertilizer and botanical pesticides effectively increased the number of shoots and reduced the incidence of plant diseases. The social impact showed an 85% improvement in community awareness and skills in utilizing home gardens, along with the formation of the “Jahe Sejahtera Pargarutan” group as a collaborative business platform. Economically, the potential additional household income from 50 ginger polybags reached IDR 270,000–360,000 per planting cycle. The results of this program demonstrate that optimizing home garden land through ginger cultivation can significantly enhance household welfare and food security while promoting economic independence among rural communities.
The Effect of Soaking Red Chili Seeds (Capsicum annum L.) with Various Trichoderma Species in Suppressing Chili Seed-Borne Pathogens Caused by Colletotrichum Rani Selpia Siregar; Dini Puspita Yanty; Jumaria Nasution
Agricultural Revolution Journal Vol. 1 No. 2 (2025): Agricultural Revolution Journal
Publisher : CIB Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64570/agrivolution.v1i2.38

Abstract

Red chili (Capsicum annuum L.) is a horticultural plant that belongs to the Solanaceae family. Chili cultivation often encounters problems, namely anthracnose disease caused by the fungus Colletotrichum. This study aims to determine the most effective Trichoderma species for suppressing red chili seed-borne Colletotrichum pathogens. This study was conducted from March to April 2025. This research method used a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 3 replications. P0 = Control (Without soaking with Trichoderma suspension) P1 = Red chili seeds soaked with Trichoderma harzianum suspension for 9 hours P2 = Red chili seeds soaked with Trichoderma viride suspension for 9 hours P3 = Red chili seeds soaked with Trichoderma asperellum suspension for 9 hours P4 = Red chili seeds soaked with fungicide for 5 minutes. The parameters observed were: Germination percentage (%), seedling height (cm), and number of leaves (stalks). Trichoderma treatment significantly affected germination percentage, red chili seedling height, and leaf number. In terms of treatment percentage, P1, P2, and P3 were significantly different in red chili seed germination percentage, but the three treatments were not significantly different from P0 and P4. Soaking local chili seeds with various Trichoderma suspensions was best found in the types of Trichoderma viride and Trichoderma asperellum because it can be seen from the value of the results of the percentage of germination power, the average height of seedlings, and the number of leaves, the values ​​​​of Trichoderma viride and Trichoderma asperellum were the highest.
PENGEMBANGAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP SERANGAN HAMA PENGGEREK PADA TANAMAN MANGGA (Mangifera indica L). DI DESA AEK TUHUL KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN BATUNADUA Siti Hardianti Wahyuni; Meiliana Friska; Jumaria Nasution; Surya Handayani; Erin Alawiyah Siregar; Parmanoan Harahap; Yusriani Nasution; Doharni Pane; Darmadi Erwin Harahap; Basitu Rahmat Harahap
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/adam.v2i2.1592

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan hama penggerek cabang dan batang, insidensi serangan yang berupa data jumlah dan panjang gerekan serta untuk mengetahui ciri-ciri gejala serangan yang ditimbulkan oleh  hama penggerek cabang dan batang tanaman mangga di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua. Pengabdian ini dilaksanakan di dua desa di kecamatan Padangsidimpuan Batunadua yaitu desa Pudun Julu dan Aek Tuhul. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan sifat deskriptif dengan tehnik pengumpulan data secara observasi dan dokumentasi. Tehnik sampling yang digunakan dalam penentuan sampel tanaman dilakukan secara Purposive Sampling yaitu pengambilan sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pada tiap desa, ditentukan 20 sampel tanaman secara acak dengan demikian total tanaman mangga yang diamati sebanyak 40 tanaman. Parameter yang diamati adalah keberadaan hama penggerek cabang dan batang tanaman mangga, insidensi serangan dan gejala serangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan hama penggerek cabang dan batang tanaman mangga yang tertinggi adalah desa Aek Tuhul , sebanyak 15 (75%) terserang dan 5 (25%) tanaman mangga tidak terserang dan terendah adalah desa Pudun Julu  dengan tanaman mangga yang tidak terserang  13 (65%) dan hanya 7 (35%) terserang.
Keanekaragaman Serangga pada Tanaman Aren (Arenga pinnata) di Habitat Hutan Sekunder dan Lahan Pertanian Siti Hardianti Wahyuni; Meiliana Friska; Surya Handayani; Jumaria Nasution; Cindy Febriany Batubara
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v5i2.2794

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji distribusi dan kelimpahan serangga yang berasosiasi dengan tanaman aren (Arenga pinnata) pada habitat lahan pertanian dan hutan sekunder di Desa Ulumamis, Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei lapangan dengan teknik purposive sampling pada empat pohon aren produktif. Pengambilan data selama tujuh hari menggunakan perangkap feromon dan light trap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total serangga yang tertangkap sebanyak 738 individu yang tergolong dalam tujuh ordo, dengan Hymenoptera dan Coleoptera sebagai kelompok dominan. Keanekaragaman serangga pada hutan sekunder (H’ = 2,31) lebih tinggi dibandingkan lahan pertanian (H’ = 1,97), sedangkan indeks kemiripan komunitas sebesar 0,56 menunjukkan tingkat kesamaan sedang. Hasil ini mengindikasikan bahwa struktur vegetasi dan aktivitas manusia memengaruhi komunitas serangga, serta menegaskan pentingnya hutan sekunder dalam mendukung konservasi serangga fungsional dan keberlanjutan agroekosistem.
Respon Tanaman Padi Hitam Cempo Ireng Aplikasi Pupuk Organik pada Fase Generatif Jumaria Nasution; Surya Handayani; Meiliana Friska; Siti Hardianti Wahyuni
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v5i2.2849

Abstract

Cempo Ireng merupakan varietas padi hitam lokal unggulan yang kaya akan antosianin dan antioksidan, namun sering terkendala oleh rendahnya prouksi serta siklus hidup yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai dosis pupuk organik dalam meningkatkan respon fase generatif pada padi Cempo Ireng pada. Penelitian ini dilakukan di Desa Pintupadang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas empat taraf perlakuan: K0 (kontrol), K1 (100 g), K2 (200 g), dan K3 (300 g) per tanaman perlakuan dengan tiga ulangan. Parameter yang diukur meliputi umur berbunga, panjang malai, dan berat gabah 100 butir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik berpengaruh nyata terhadap seluruh Pmempercepat fase generatif  hasil tanaman perlakuan K3 300 g tanaman memberikan respons terbaik pada umur berbunga, umur panen, panjang malai, dan berat gabah 100 butir dibandingkan perlakuan lainnya. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa pupuk organik berpotensi meningkatkan efisiensi pemanfaatan hara dan mendukung pertumbuhan dan  fase generative pada padi hitam  cempo ireng  lebih optimal. Oleh karena itu, aplikasi pupuk organik dapat direkomendasikan sebagai salah satu strategi budidaya untuk meningkatkan produksi padi hitam Cempo Ireng secara berkelanjutan.