Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN IKAN BINTAHUKAN MENJADI BAKSO DI DESA MALITIN, BARITO SELATAN Astaniah Astaniah; Lingkee Natalie Anisa Safitri; Meki Puspa; Alda Saputri; Raudhatul Jannah; Fania Nur Fitri Ramadani; Gita Nur Aini; Alya Rahmi Ihsan; Muhammad Raihan; Muhammad Amin Badali; Abdul Azis
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i3.7379

Abstract

Masyarakat Desa Malitin, Kabupaten Barito Selatan, memiliki potensi ikan bintahukan (Thynnichthys thynnoides) sebagai sumber daya perikanan lokal, tetapi pemanfaatannya belum optimal untuk diversifikasi produk pangan bernilai tambah. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah ikan bintahukan menjadi produk olahan menjadi permasalahan yang perlu ditangani melalui pemberdayaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah ikan bintahukan menjadi bakso ikan. Mitra kegiatan terdiri atas 10 orang masyarakat Desa Malitin yang terlibat langsung dalam kegiatan. Kegiatan dilaksanakan pada 25–26 Juli 2026 menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) melalui sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada pemahaman proses pembuatan bakso ikan, 8 peserta berada pada kategori sangat tinggi dan 2 peserta pada kategori tinggi. Pada pemilihan bahan baku, 7 peserta berada pada kategori sangat tinggi dan 3 peserta pada kategori tinggi. Pada aspek kebersihan dan higienitas, 9 peserta berada pada kategori sangat tinggi dan 1 peserta pada kategori tinggi. Sementara itu, kesiapan menerapkan keterampilan menunjukkan 6 peserta berada pada kategori sangat tinggi, 3 peserta pada kategori tinggi, dan 1 peserta pada kategori sedang. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan kapasitas praktis masyarakat dalam memanfaatkan ikan bintahukan sebagai produk pangan olahan dan menjadi tahap awal pemberdayaan berbasis potensi lokal yang memerlukan pendampingan lanjutan untuk pengembangan usaha.
Digitalisasi Retribusi Parkir melalui Edukasi Pembayaran QRIS: Implementasi Program KKN Berdampak pada Palangka Raya Fair 2026 Muhammad Alvin; Julia Agustina; Da’i Bachtiar; Muhammad Rais; Nurul Ulfah; Raudhatul Jannah; Rahmah Aulia; Salina Sayang Sukma Ningsih L.J.; Hadma Yuliani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 6 No. 2 (2026): Agustus: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : AMIK Veteran Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v6i2.13125

Abstract

The digitalization of public services encourages the change in the levy payment system from cash transactions to digital-based payments, including through the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). The implementation of QRIS in parking levies requires educational support and mentoring so that the public is able to understand and use the technology appropriately. This community service activity aims to implement QRIS payment education as part of the digitization of parking levies while optimizing the role of Impact KKN students in increasing public understanding and acceptance at the Palangka Raya Fair 2026. The method used is Service Learning through the stages of identifying needs, preparation, education and mentoring, practicing using QRIS, reflection, and evaluation. Data is obtained through observation, questionnaires, brief interviews, and documentation, then analyzed descriptively. The results of the activity show that education and assistance directly help the public understand the QRIS payment mechanism, increase the ease of making transactions, and encourage acceptance of non-cash parking levy payments. This activity also shows that KKN students can play a role as facilitators in the process of adopting digital innovations in the public service space. The implementation of QRIS through an educational approach has implications for increasing digital payment literacy and supporting more practical, orderly, and transparent parking levy services.