Padang Hamid
Peternakan, Fakultas Peternakan Dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu, Indonesia.

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Buah dan Daun Kelor dalam Bentuk Tepung Ke Dalam Konsentrat Terhadap Respon Fisiologis Kambing Kacang Betina Zaenal, Zaenal; Naser, Abdullah; Hamid, Padang; Mustafa, Mustafa; Wulan, Wulan; Nirwana, Nirwana; Riandhana, Taufiq Eka
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 31 No 3 (2024): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v31i3.2345

Abstract

Salah satu permasalahan utama dalam upaya pemeliharaan ternak adalah keterbatasan pakan atau rendahnya kualitas pakan yang diberikan kepada ternak. Sebagaimana diketahui bahwa Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki 2 musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Saat musim hujan tiba, ketersediaan pakan mungkin melimpah di alam, namun memasuki musim kemarau ketersediaan pakan secara alami juga akan berkurang disertai dengan penurunan kualitas pakan. Menyikapi permasalahan tersebut, tentunya diperlukan sebuah upaya untuk menjaga kondisi ternak khususnya ternak kambing agar kebutuhan nutrisinya tetap tercukupi baik untuk kebutuhan hidup pokok maupun untuk kebutuhan produksinya. Salah satu tanaman yang cukup populer dikalangan masyarakat Indonesia khususnya kota Palu adalah tanaman kelor (Moringa Oliefera). Berdasarkan uji fitokimia yang dilakukan oleh Putra dkk (2016), daun kelor memiliki kandungan senyawa kimia seperti alkaloid, flavonoid, fenolat, triterpenoid/ steroid, dan tanin yang berfungsi sebagai obat kanker dan antibakteri. Peneltian dilaksanakan di Kelurahan Boyaoge Kecamatan Tatanga pada bulan maret 2023. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan pembuatan rancob bahan pakan dan hasil yang ditemui yaitu penambahan buah dan daun kelor dalam bentuk tepung ke dalam konsentrat terhadap respon fisiologis kambing Kacang betina nda berbeda nyata.