Yunus Ashari
Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Aplikasi Air Decking Menggunakan Balldeck Guna Mengefisiensi Bahan Peledak pada Peledakan Overburden PT HMS Mursalin Hasruddin; Yuliadi; Yunus Ashari
Bandung Conference Series: Mining Engineering 221 - 230
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v2i2.3271

Abstract

Abstract. The research was carried out in Pit T1 of PT Sebuku Tanjung Coal, Kotabaru Regency, South Kalimantan Province. The powder factor of conventional blasting is quite high so that the cost of explosives required is very large. One of the efforts to reduce the use of explosives is the addition of air decking on the blast hole with Ball Deck media. This study aims to reduce the powder factor in overburden blasting and to make working time more efficient. The research was conducted by comparing the actual and theoretical data, as well as analyzing the statistics of conventional blasting and air decking blasting. the important parameters in the comparison are blasting geometry, work efficiency, powder factor, and average fragmentation. The burden and spacing used in conventional blasting and air decking blasting is 8mx9m. The average working time required for conventional blasting is 1 hour 33 minutes, while for air decking blasting with the top air deck method it is 1 hour 15 minutes. The average powder factor in conventional blasting is 0.20 kg/BCM but air decking blasting is able to optimize up to 0.17 kg/BCM. The average fragmentation yield from conventional blasting was 59.29 cm, while in air decking blasting it was 65.54 cm. As well as air decking blasting can reduce the use of explosives by 12-20% per hole and can reduce the cost of explosives up to 4.82% per hole.   Abstrak. Penelitian dilakukan di Pit T1 PT Sebuku Tanjung Coal, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Powder factor dari peledakan konvensional cukup tinggi sehingga biaya bahan peledak yang dibutuhkan sangat besar. Salah satu upaya dalam mengurangi penggunaan bahan peledak adalah penambahan air decking pada lubang ledak dengan media Ball Deck. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi powder factor pada peledakan overburden serta mengefisiensi waktu kerja. Penelitian dilakukan dengan membandingkan antara data aktual dan teoritis, serta menganalisis statistik dari peledakan konvensional dan peledakan air decking. adapun parameter penting dalam perbandingan yaitu geometri peledakan, work efficiency, powder factor, dan rata-rata fragmentasi. Jarak burden dan spacing yang digunakan pada peledakan konvensional dan peledakan air decking adalah 8mx9m. Rata-rata waktu kerja yang dibutuhkan pada peledakan konvensional adalah 1 jam 33 menit, sedangkan pada peledakan air decking dengan metode top air deck adalah 1 jam 15 menit. Rata-rata powder factor pada peledakan konvensional adalah 0,20 kg/BCM tetapi peledakan air decking mampu mengoptimalkan hingga 0,17 kg/BCM. Rata-rata fragmentasi dari peledakan konvensional adalah 59,29 cm, sedangkan pada peledakan air decking adalah 65,54 cm. Serta peledakan air decking dapat mengurangi penggunaan bahan peledak sebanyak 12-20 % per lubang dan mampu mengurangi biaya bahan peledak hingga 4,9% per lubang.
Upaya Peningkatan Kualitas Ilmenit (FeTiO3) Sisa Hasil Pengolahan Timah di Bangka Belitung Melalui Proses Leaching Menggunakan Asam Sulfat (H2SO4) untuk Aplikasi Glasir Keramik Frans Putra Setya; Yunus Ashari; Solihin
Bandung Conference Series: Mining Engineering 105 - 114
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v6i2.24496

Abstract

Abstract. Ilmenite (FeTiO₃), a byproduct of tin processing in Bangka Belitung, is a by-product mineral with the potential to be used as a source of titanium for ceramic glaze raw materials; however, its high iron content limits its utilization. This study aims to improve the quality of ilmenite through a leaching process using sulfuric acid (H₂SO₄) and to evaluate the potential of the resulting residue as an additive for ceramic glazes. The study began with sample preparation, followed by a leaching process using H₂SO₄ solutions at varying concentrations of 15%, 20%, 25%, and 30%. Samples before and after leaching were characterized using X-ray fluorescence (XRF), while changes in mineral phase and morphology were analyzed using X-ray diffraction (XRD) and scanning electron microscopy (SEM). The results showed that H₂SO₄ concentration influenced the decrease in Fe₂O₃ content and the increase in relative TiO₂ content. The optimal conditions were achieved at a 20% H₂SO₄ concentration, which reduced the Fe₂O₃ content from 38.95% to 30.25% and increased the TiO₂ content from 48.08% to 49.35%. XRD analysis showed that the ilmenite phase remained dominant after leaching, while SEM revealed changes in surface morphology due to the partial dissolution of iron. The leaching residue produced a more homogeneous brown glaze on the stoneware body compared to porcelain. These results indicate that ilmenite residues from the leaching process have the potential to be used as an alternative raw material for ceramic glazes while also increasing the added value of by-products from tin processing. Abstrak. Ilmenit (FeTiO₃) sisa hasil pengolahan timah di Bangka Belitung merupakan mineral ikutan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber titanium untuk bahan baku glasir keramik, namun kandungan besi yang masih tinggi membatasi pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas ilmenit melalui proses leaching menggunakan asam sulfat (H₂SO₄) serta mengevaluasi potensi residunya sebagai bahan tambahan glasir keramik. Penelitian diawali dengan preparasi sampel, kemudian dilakukan proses leaching menggunakan larutan H₂SO₄ dengan variasi konsentrasi 15%, 20%, 25%, dan 30%. Sampel sebelum dan sesudah leaching dikarakterisasi menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF), sedangkan perubahan fase mineral dan morfologi dianalisis menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi H₂SO₄ mempengaruhi penurunan kadar Fe₂O₃ dan peningkatan kadar relatif TiO₂. Kondisi terbaik diperoleh pada konsentrasi H₂SO₄ 20%, yang menurunkan kadar Fe₂O₃ dari 38,95% menjadi 30,25% dan meningkatkan kadar TiO₂ dari 48,08% menjadi 49,35%. Analisis XRD menunjukkan bahwa fase ilmenit tetap dominan setelah leaching, sedangkan SEM memperlihatkan perubahan morfologi permukaan akibat pelarutan sebagian besi. Residu hasil leaching menghasilkan glasir berwarna coklat yang lebih homogen pada bodystoneware dibandingkan porselen. Hasil tersebut menunjukkan bahwa residu ilmenit hasil leaching berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku alternatif glasir keramik sekaligus meningkatkan nilai tambah mineral ikutan hasil pengolahan timah.
Evaluasi Kapasitas dan Pemeliharaan Settling Pond CP 1 di Site Bakan PT JRBM Muhammad Azka; Yunus Ashari; Noor Fauzi Isniarno
Bandung Conference Series: Mining Engineering 125 - 132
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v6i2.24666

Abstract

Abstract. This study aims to evaluate the actual capacity of Settling Pond CP1 based on runoff discharge and sedimentation, determine the optimal maintenance interval, and assess the effectiveness of Total Suspended Solids (TSS) reduction at the Bakan Site of PT J Resources Bolaang Mongondow. Hydrological analysis was conducted using the Rational Method based on rainfall data from 2015–2024, while the sedimentation rate was calculated from the combination of flow discharge and TSS concentration. The actual capacity of the settling pond was determined through topographic measurements and storage volume calculations. The results indicate that the actual capacity of Settling Pond CP1 is 178,109 m³, which is still sufficient to accommodate the design runoff discharge, although its capacity has decreased due to sediment accumulation. The total sedimentation rate entering the system is 27,003.2 m³/month, resulting in maintenance intervals of 1.88 months for Pond 1, 8.09 months for Pond 2, 4.00 months for Pond 3, and 12.97 months for Pond 4. TSS testing showed a reduction from 17,500 mg/L at the inlet to 30 mg/L at the outlet, with a removal efficiency of 99.7%, meeting the mining wastewater quality standard of 200 mg/L. Therefore, Settling Pond CP1 remains effective as a sediment control facility but requires periodic dredging according to the calculated maintenance intervals.   Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas aktual Settling Pond CP1 berdasarkan debit limpasan dan sedimentasi, menentukan interval pemeliharaan yang optimal, serta mengevaluasi efektivitas penurunan Total Suspended Solids (TSS) di Site Bakan PT J Resources Bolaang Mongondow. Analisis hidrologi dilakukan menggunakan Metode Rasional berdasarkan data curah hujan periode 2015–2024, sedangkan laju sedimentasi dihitung berdasarkan kombinasi debit aliran dan konsentrasi TSS. Kapasitas aktual settling pond ditentukan melalui pengukuran topografi dan perhitungan volume tampungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas aktual Settling Pond CP1 sebesar 178.109 m³ masih mampu menampung debit limpasan rencana, meskipun telah mengalami penurunan kapasitas akibat akumulasi sedimen. Total laju sedimentasi yang masuk ke sistem sebesar 27.003,2 m³/bulan, dengan interval pemeliharaan masing-masing 1,88 bulan untuk Pond 1, 8,09 bulan untuk Pond 2, 4,00 bulan untuk Pond 3, dan 12,97 bulan untuk Pond 4. Pengujian TSS menunjukkan penurunan konsentrasi dari 17.500 mg/L pada inlet menjadi 30 mg/L pada outlet dengan efektivitas penurunan sebesar 99,7%, sehingga memenuhi baku mutu air limbah pertambangan sebesar 200 mg/L. Dengan demikian, Settling Pond CP1 masih efektif sebagai fasilitas pengendalian sedimen, namun memerlukan pengerukan sedimen secara berkala sesuai interval pemeliharaan yang telah ditentukan.
Rancangan Sistem Penyaliran Tambang Sirtu PT. Bukit Tampomas Lestari, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat Muhammad Reinald Raihan; Yunus Ashari; Noor Fauzi Isniarno
Bandung Conference Series: Mining Engineering 169 - 176
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Open-pit sand and gravel mining operations are vulnerable to water accumulation from rainfall and surface runoff, which can disrupt mining activities. Therefore, an effective mine drainage system is required. This study aims to determine rainfall intensity, catchment area, runoff discharge, and to design drainage ditches and a settling pond. The research applies the E.J. Gumbel frequency distribution, Mononobe, and Rational methods to analyze rainfall and runoff. The study uses rainfall data from 2015–2024, topographic maps, land cover maps, and slope gradient maps.The results show rainfall intensities of 29.7 mm/hour for the catchment area outside the Mining Business License (IUP) and 27.7 mm/hour inside the IUP, with a design rainfall of 19.968 mm. The outside catchment covers 5.62 ha with a runoff discharge of 1,076 m³/hour, while the inside catchment covers 4.94 ha with a runoff discharge of 817 m³/hour. The proposed drainage system consists of seven ditch segments and a rectangular settling pond measuring 37.43 m × 24.95 m × 5 m, with a volume of 4,670 m³. The recommended dredging interval is 7.9 months.   Abstrak. Penambangan sirtu dengan metode tambang terbuka memiliki potensi terjadinya genangan dikarenakan air hujan dan air limpasan yang masuk ke area penambangan. Kondisi ini dapat mengganggu kegiatan penambangan. Oleh karena itu, diperlukan perancangan sistem penyaliran tambang yang secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan intensitas curah hujan, luas daerah tangkapan hujan, debit air limpasan, merancang paritan, dan kolam pengendapan. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis distribusi frekuensi E.J. Gumbel, metode Mononobe, metode Rasional, perancangan paritan dan kolam pengendapan. Data yang digunakan berupa data curah hujan periode 2015 – 2024, peta topografi, peta tutupan lahan, dan peta kemiringan lereng. Hasil penelitian menunjukan intensitas curah huan sebesar 29,7 mm/jam pada catchment area luar IUP dan 27,7 mm/jam pada catchment area dalam IUP dengan curah hujan rencana sebesar 19,968 mm. Luas catchment area luar IUP sebesar 5,62 ha dengan debit limpasan 1.076 m3/jam, sedangkan catchment area dalam IUP sebesar 4,94 ha dengan debit limpasan 817 m3/jam. Sistem penyaliran yang dirancang terdiri dari tujuh segmen paritan dan kolam pengendapan dengn bentuk persegi panjang dengan dimensi 37,43 m x 24,95 m x 5 m dengan volume 4.670 m3. Hasil analisis interval pengerukan setiap 7,9 bulan.  
Evaluasi Tekanan Hidrostatik, ECD, BHCP, dan Tekanan Rekah Formasi sebagai Faktor Loss Circulation pada Sumur X Pad B Sukowati field Jawa Timur Bima Rizaldy; Yunus Ashari; Dono Guntoro
Bandung Conference Series: Mining Engineering 177 - 186
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v6i2.25676

Abstract

Abstract. This study evaluates hydrostatic pressure, equivalent circulating density (ECD), bottom hole circulating pressure (BHCP), and fracture pressure as controlling factors of lost circulation in Well X Pad B. The study used a quantitative descriptive method based on secondary drilling data, including mud log, mud weight, flowrate, rheology, well geometry, leak-off test information, and lithology. Pressure parameters were calculated along true vertical depth and interpreted using the drilling window concept. The results show that the well was generally drilled under overbalanced conditions; however, the margin between ECD/BHCP and fracture pressure became narrower in the deeper interval, particularly around 5,400-6,600 ftTVD. The critical interval is dominated by limestone and carbonate lithology interpreted as porous, fractured, vuggy, or brittle. Under this condition, annular pressure loss during circulation increases ECD and BHCP, allowing mud to enter fractures or secondary pores. The recommended control is to increase mud weight gradually to 14 ppg, reduce flowrate in critical intervals, and apply selective lost circulation material.   Abstrak. Penelitian ini mengevaluasi tekanan hidrostatik, equivalent circulating density (ECD), bottom hole circulating pressure (BHCP), dan tekanan rekah formasi sebagai faktor pengendali kejadian loss circulation pada Sumur X Pad B. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif berdasarkan data sekunder pengeboran, meliputi mud log, mud weight, flowrate, reologi lumpur, geometri sumur, data leak-off test, dan litologi. Parameter tekanan dihitung terhadap true vertical depth dan dianalisis menggunakan konsep drilling window. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumur secara umum berada dalam kondisi overbalance, tetapi margin antara ECD/BHCP terhadap tekanan rekah semakin menyempit pada interval bawah, terutama sekitar 5.400-6.600 ftTVD. Interval kritis tersebut didominasi litologi limestone dan karbonat yang ditafsirkan berpori, berekahan, vuggy, atau brittle. Pada kondisi tersebut, rugi tekanan annulus saat sirkulasi menaikkan ECD dan BHCP sehingga lumpur lebih mudah masuk ke rekahan atau pori sekunder. Pengendalian direkomendasikan melalui kenaikan mud weight bertahap menjadi 14 ppg, penurunan flowrate pada interval kritis, dan penggunaan lost circulation material secara selektif.
Kajian Geometri Jalan terhadap Konsumsi Bahan Bakar pada Pengangkutan Andesit Irgi Ahmad Alfahreza; Iswandaru; Yunus Ashari
Bandung Conference Series: Mining Engineering 187 - 194
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v6i2.25913

Abstract

Abstract. The study was conducted at the Liunggunung Producers Cooperative, located in Liunggunung Village, Plered District, Purwakarta Regency, West Java Province, which holds a production operation permit for andesite mining. This research aimed to investigate the effect of haul road gradient on diesel fuel consumption by evaluating the actual haul road geometry, fuel consumption of haul trucks under both loaded and unloaded conditions, fuel consumption for each haul road segment, as well as the fuel ratio and fuel cost. The study utilized both primary and secondary data. Primary data included haul road geometry, equipment cycle time, working time, delay time, swell factor, fill factor, and actual fuel consumption, while secondary data comprised geological, topographical, rainfall, and equipment specification data. Data analysis was carried out by comparing the actual haul road conditions with the AASHTO standard to determine fuel consumption efficiency. The results indicated that the actual productivity of the loading equipment was 38.16 BCM/h, while the haul trucks achieved 35.11 BCM/h. Fuel consumption was recorded at 8.43 L/h for the loading equipment and 7.76 L/h for the haul trucks. After improving the haul road gradient and reducing the cycle time, haul truck productivity increased to 41.06 BCM/h, whereas fuel consumption decreased to 6.61 L/h. Furthermore, reducing the average haul road gradient from 15% to 12% lowered the fuel ratio from 0.22 to 0.16 L/BCM and reduced the monthly fuel cost from IDR 44,932,830 to IDR 38,216,349, demonstrating that haul road improvement significantly enhances operational efficiency and reduces fuel consumption. Abstrak. Penelitian dilakukan di Koperasi Produsen Liunggunung, Desa Liunggunung, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, yang memiliki izin operasi produksi batuan andesit. Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh kemiringan jalan angkut terhadap konsumsi bahan bakar solar, serta mengevaluasi geometri jalan angkut, konsumsi bahan bakar alat angkut pada kondisi bermuatan dan kosong, konsumsi bahan bakar setiap segmen jalan, fuel ratio, dan fuel cost. Data yang digunakan terdiri atas data primer (geometri jalan, waktu edar, waktu kerja, waktu hambatan, swell factor, fill factor, dan konsumsi bahan bakar aktual) serta data sekunder (geologi, topografi, curah hujan, dan spesifikasi alat). Analisis dilakukan melalui perbandingan kondisi aktual dengan standar AASHTO untuk memperoleh efisiensi penggunaan bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan produksi aktual alat muat sebesar 38,16 BCM/jam dan alat angkut 35,11 BCM/jam. Konsumsi bahan bakar alat muat mencapai 8,43 liter/jam, sedangkan alat angkut 7,76 liter/jam. Setelah perbaikan kemiringan jalan dan waktu edar, produksi alat angkut meningkat menjadi 41,06 BCM/jam, sementara konsumsi bahan bakar turun menjadi 6,61 liter/jam. Perbaikan kemiringan jalan dari 15% menjadi 12% juga menurunkan fuel ratio dari 0,22 menjadi 0,16 liter/BCM serta menekan fuel cost bulanan dari Rp44.932.830 menjadi Rp38.216.349.
Optimasi Waktu Change Shift Melalui HSCS di PT Bina Sarana Sukses Argya Hadzari; Yunus Ashari; Noor Fauzi Isniarno
Bandung Conference Series: Mining Engineering 195 - 202
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v6i2.26312

Abstract

Abstract. PT Bina Sarana Sukses (BSS), a coal mining contractor partnering with PT Manoor Bulatn Lestari, set an overburden production target of 4,800,000 BCM in July 2025, increased from 4,200,000 BCM in June 2025. To achieve this target, the company operated a two-shift system with 17 effective working hours per day. However, the change shift process caused production delays because the shift exchange point in the manpower area was located far from the operational pit. This study aimed to reduce delay time and improve production by implementing a Hot Seat Change Shift (HSCS) system at a new change shift location. The change shift process included traveling from the mess to the Transfer of Shift (TOS) area, fingerprint attendance, a five-minute safety briefing (P5M), waiting for the assigned unit, conducting a pre-start inspection (P2H), and operating the unit after safety confirmation. Before HSCS implementation, the average distance from the manpower area to the East Front was 2.20 km, requiring approximately 8.5 minutes for shift change. After implementation, the distance decreased to 1.79 km, reducing the change shift duration to 4.4 minutes. Monthly production improved from a loss of 30,174.26 BCM before implementation to a gain of 17,391.77 BCM, demonstrating that HSCS effectively minimized delays and enhanced operational productivity.   Abstrak. PT Bina Sarana Sukses (BSS) merupakan kontraktor pertambangan batubara yang bekerja sama dengan PT Manoor Bulatn Lestari. Pada Juli 2025, perusahaan menetapkan target produksi overburden sebesar 4.800.000 BCM, meningkat dari 4.200.000 BCM pada Juni 2025. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan menerapkan sistem kerja dua shift dengan waktu kerja efektif 17 jam per hari. Namun, aktivitas pergantian shift menjadi salah satu penyebab keterlambatan produksi karena lokasi pergantian operator di area manpower berjarak cukup jauh dari area pit. Penelitian ini bertujuan mengurangi waktu keterlambatan dan meningkatkan produktivitas melalui penerapan sistem Hot Seat Change Shift (HSCS) pada lokasi pergantian shift yang baru. Aktivitas pergantian shift meliputi perjalanan dari mess menuju area Transfer of Shift (TOS), absensi sidik jari, pelaksanaan P5M, menunggu unit, pemeriksaan awal kendaraan (P2H), dan pengoperasian unit setelah dinyatakan aman. Sebelum penerapan HSCS, rata-rata jarak dari area manpower ke East Front mencapai 2,20 km dengan waktu pergantian shift sekitar 8,5 menit. Setelah penerapan HSCS, jarak berkurang menjadi 1,79 km dan waktu pergantian shift menjadi sekitar 4,4 menit. Produksi bulanan meningkat dari kehilangan 30.174,26 BCM menjadi tambahan produksi sebesar 17.391,77 BCM, sehingga HSCS terbukti efektif mengurangi keterlambatan dan meningkatkan produktivitas operasi.
Optimasi Rancangan Sequence Penambangan Batupasir untuk Pencapaian Target Produksi Achmed Alfarizi Gerard; Yunus Ashari; Sri Widayati
Bandung Conference Series: Mining Engineering 203 - 212
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v6i2.26316

Abstract

Abstract. Sand mining plays an important role in meeting the demand for construction materials and infrastructure development. Increased construction activity has led to a continuous rise in demand for sand, requiring mining companies to achieve their production targets on a sustainable basis. To meet these targets, well-structured mining planning is required to ensure that mining activities run according to plan. Open pit mining planning includes determining the stages of mining, planning mine progress, and controlling production. CV Bumi Pasir Makmur is one of the sandstone mining companies operating in West Java Province. Based on the mining business license, CV Bumi Pasir Makmur has an IUP area of 16.2 Ha located in Margaluyu Village, Leles District, Garut Regency, West Java Province. The study involved a detailed analysis of the geological model and resource estimation through geophysical methods i.e. geoelectricity, as well as the geotechnical aspects required for a stable slope. The design emphasized the creation of an effective sequence phase that would simplify operations and improve safety during mining activities. Close monitoring of production plans against actual performance is recommended to ensure continued alignment with established objectives. Based on the results of data analysis, sandstone mining activities on a 16.2 hectare area at CV Bumi Pasir Makmur identified proven reserves of 1,979,875.00 BCM of sandstone. The study targets an annual production rate of 395,975.00 BCM, projecting a total operational life of 5 years for the mining site. Abstrak. Kegiatan penambangan batupasir memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan material konstruksi dan pembangunan infrastruktur. Peningkatan aktivitas pembangunan menyebabkan permintaan batupasir terus meningkat sehingga perusahaan tambang dituntut untuk mencapai target produksi secara berkelanjutan. Untuk memenuhi target tersebut, diperlukan perencanaan tambang yang tersusun dengan baik agar kegiatan penambangan berjalan sesuai rencana. Perencanaan tambang terbuka meliputi penentuan tahapan penambangan, perencanaan kemajuan tambang, dan pengendalian produksi. CV Bumi Pasir Makmur merupakan salah satu perusahaan tambang batupasir yang beroperasi di Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan izin usaha pertambangan CV Bumi Pasir Makmur memiliki luas IUP 16,2 Ha yang berada di Desa Margaluyu, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini melibatkan analisis rinci model geologi dan estimasi sumber daya melalui metode geofisika yaitu geolistrik, serta aspek geoteknik yang diperlukan untuk lereng yang stabil. Rancangan tersebut menekankan pada perancangan mine sequence yang efektif yang akan menyederhanakan operasi dan meningkatkan keselamatan selama kegiatan penambangan. Pemantauan yang ketat terhadap rencana produksi terhadap kinerja aktual direkomendasikan untuk memastikan keselarasan yang berkelanjutan dengan tujuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil analisis data, kegiatan penambangan batupasir pada area seluas 16,2 hektar di CV Bumi Pasir Makmur mengidentifikasi adanya cadangan sebesar 1.979.875,00 BCM batupasir. Penelitian ini menargetkan tingkat produksi tahunan sebesar 395.975,00 BCM, memproyeksikan total umur operasional selama 5 tahun untuk lokasi penambangan.