Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Manfish Journal

Pengaruh Metode Pengeringan Kerupuk Udang Windu (Paneaus monodon) Terhadap Daya Kembang dan Nilai Organoleptik Teguh Setyo Nugroho; Uji Sukmawati
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 1 No 2 (2020): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.959 KB) | DOI: 10.31573/manfish.v1i02.170

Abstract

Pengeringan kerupuk dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu metode pengeringan matahari (penjemuran) dan pengeringan oven. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh dua jenis cara pengeringan (matahari vs oven) terhadap mutu kerupuk udang windu(Paneaus monodon). Agar di dapatkan kadar air kerupuk yang relatif sama (kadar air ≤ 12%), maka sebelum dilakukan percobaan dilakukan penelitian pendahuluan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan terdiri dari 2 yaitu perbedaan metode pengeringan matahari dan pengeringan oven. Parameter uji yang diukur adalah daya kembang kerupuk, dan uji organoleptik terhadap penampakan, warna, bau, tekstur dan rasa kerupuk. Analisis data menggunakan Analisa Varian (ANAVA) pada selang kepercayaan 95% dan penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode Multi Criteria Analyisis (MCA). Pada percobaan pendahuluan, metode pengeringan matahari didapatkan persamaan regresi y = 26,50e-0,45x, yang artinya untuk mencapai kadar air ≤ 12% (simulasi model) dibutuhkan waktu penjemuran selama ± 1 (satu) hari atau 8 (delapan) jam. Pengeringan menggunakan penjemuran oven didapatkan persamaan regresi y = 51,11e-0,33x, yang artinya untuk mencapai kadar air ≤ 12% dibutuhkan waktu pengovenan selama ± 5 (lima) jam. Hasil rerata daya kembang kerupuk dengan metode penjemuran matahari adalah sebesar 358,94 % dengan standar deviasi 5,93%. Daya kembang rerata daya kembang dengan metode di oven adalah sebesar 285,56 % dengan standar deviasi 6,76%. Hasil uji F (α 0,05) antara perlakuan pengeringan matahari dengan oven memberikan pengaruh beda nyata terhadap parameter daya kembang dan rasa; memberikan pengaruh tidak beda nyata terhadap parameter penampakan, tekstur, bau, dan warna.
Formulasi Nugget Ikan Untuk Mendukung Hilirisasi Produk Olahan Ikan Sebagai Rintisan Teaching Factory di Workshop Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan – POLNEP Teguh Setyo Nugroho; Galih Setyo Adiguna; Aloysius Masi
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 2 No 1 (2021): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.898 KB) | DOI: 10.31573/manfish.v1i03.301

Abstract

Abstrak Pengeringan Hilirisasi produk olahan ikan yang akan menjadi produk rintisan dan unggulan untuk Teaching Factory di Workshop Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan – POLNEP menjadi sangat penting dikembangkan. Salah satu produk olahan ikan yang relatif siap di hilirisasi karena mudah proses produksinya, populer di masyarakat, dan memiliki prospek bisnis yang baik adalah nuggets ikan. Tujuan dari penelitian ini antara lain : 1) mendapatkan formulasi dan metode pengolahan nuggets ikan yang tepat dan siap untuk dihilirisasi; 2) mengukur tingkat kesukaan panelis (uji hedonik) terhadap rasa, tampilan, warna, aroma, dan tekstur nuggets ikan hasil percobaan; 3) mendesain kemasan nuggets ikan yang tepat; 4) mengukur daya terima konsumen terhadap nuggets ikan yang ditawarkan; 5) menganalisis kelayakan bisnis pengolahan nuggets ikan. Penelitian ini merupakan penelitian experimen disain dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada percobaan. Percobaan ke-1 terdiri dari 2 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari formulasi resep dan metode pengolahan nugget ikan menurut: formulasi Sakana dalam Ayu (2014), dan formulasi Nugroho (2002). Formulasi terbaik selanjutnya digunakan pada percobaan ke-2 juga terdiri dari 2 perlakuan dan 3 ulangan. Pelakuan pertama adalah kombinasi daging ikan rucah Gulama 75 % dan ikan Tengiri 25 %, dan perlakuan kedua adalah kombinasi daging ikan rucah Gulama 75 % dan ikan Malong 25 %. Hasil percobaan menunjukan bahwa Formulasi A menurut Sakana dalam Ayu (2014) yang sudah dimodifikasi dengan menggunakan kombinasi daging ikan rucah Gulama 75 % dan ikan Tengiri 25 % merupakan perlakuan terbaik berdasarkan uji hedonik terhadap rasa, tampilan, warna, aroma, dan tekstur nuggets. Kata kunci: Hilirisasi, produk diversifikasi, nuggets ikan, Teaching Factory,
Karateristik Mutu Sosis Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Dengan Penambahan Isolat Protein Kedelai Sebagai Emulsifier Alami Belvi Vatria; Teguh Setyo Nugroho
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 3 No 2 (2022): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.032 KB) | DOI: 10.31573/manfish.v2i3.488

Abstract

Ikan nila merupakan salah satu komoditas perikanan yang saat ini berpotensi besar untuk dikembangkan melalui upaya diversifikasi produk olahan ikan seperti sosis. Kriteria terpenting dalam pembuatan sosis adalah kestabilan. Sifat yang diunggulkan dari isolat protein kedelai adalah sifat fungsional emulsifikasi proteinnya, daya serap lemak, dan daya serap air. Tujuan dari penelitian ini adalah menguraikan karateristik mutu dan menentukan formulasi terbaik sosis ikan nila dengan penambahan isolat protein kedelai. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan metode rancangan acak lengkap satu faktor dengan empat taraf. Faktor yang diuji pada penelitian ini yaitu perbedaan penambahan konsentrasi Isolat Protein Kedelai sebesar 5%, 10%, 15%, dan 20% sebanyak 2 kali ulangan. Analisis parametrik menggunakan uji F pada ANOVA dan jika memberikan pengaruh yang berbeda terhadap sosis ikan nila maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Analisis non parametrik menggunakan uji Kruskal- Wallis dan jika berbeda nyata dilakukan uji lanjut multiple comparison. Hasil penelitian menemukan bahwa Penambahan isolat protein kedelai yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap parameter uji gigit, uji lipat, kekuatan gel (g.cm), stabilitas emulsi, warna, tekstur, dan rasa. Formulasi terbaik berdasarkan tingkat kesukaan panelis adalah formulasi A2, dengan spesifikasi karateristik fisik berupa uji gigit dengan katagori normal, uji lipat dengan katagori sedikit retak bila dilipat, kekuatan gel 272.34 g.cm, daya mengikat air 72.12 %, dan stabilitas emulsi 72.34%.
Karakterisasi Mutu Fisik dan Organoleptik Jelly Drink Berbasis Rumput Laut (Eucheuma Cottonii) dan Buah Mangrove Pidada (Sonneratia Caseolaris) Yudha Perdana Putra; Galih Setyo Adiguna; Teguh Setyo Nugroho; Aloysius Masi
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 2 No 2 (2021): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.157 KB) | DOI: 10.31573/manfish.v2i01.356

Abstract

Jelly Drink merupakan salah satu produk diversifikasi dengan bahan dasar karagenan yangmerupakan produk turunan dari rumput laut (Eucheuma cottonii). Jelly drink dapat dikembangkandan ditingkatkan mutunya dengan penambahan bahan alami seperti buah mangrove pidada(Sonneratia caseolaris). Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi mutu fisik dan organoleptikjelly drink, serta mendapatkan formulasi terbaik dalam pembuatan jelly drink berbasis rumput lautdan buah mangrove pidada. Tahapan penelitian terbagi 2 yaitu tahap pertama penentuan kadarkaragenan terbaik dengan 4 macam perlakuan yaitu 0,2%; 0,3%; 0,4%; dan 0,5%. Tahap kedua yaitupenentuan kadar sirup mangrove pidada terbaik dengan 4 macam perlakuan yaitu 5%, 10%, 15%, dankontrol 0%. Berdasarkan nilai viskositas dan daya sedot, kadar karagenan terbaik dalam pembuatanjelly drink berbasis rumput laut dan buah mangrove pidada adalah sebesar 0,2% dengan nilaiviskositas 315,43 cP dan daya sedot bernilai 7. Berdasarkan mutu fisik dan organoleptiknya, kadarsirup mangrove pidada terbaik dalam pembuatan jelly drink berbasis rumput laut dan buah mangrovepidada adalah sebesar 15% dari volume larutan.
Formulasi dan Pengolahan Roti Isi Daging Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) Sebagai Rintisan Produk Oleh-Oleh Khas Nugroho, Teguh Setyo; Laksono, Untung Trimo; Masi, Aloysius
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 5 No 1 (2024): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v5i1.719

Abstract

The development of the city of Pontianak has become a special attraction for residents and tourists to visit. This condition is certainly an opportunity for the development of various food/culinary businesses that can become souvenirs or souvenirs such as Tongkol Fish Meat (Euthynnus affinis) Stuffed Bread. The objectives of this research include: 1) to obtain the formulation and processing method for tuna fish meat sandwiches; 2) measure the level of panelists' liking (hedonic test) for taste, appearance, color, aroma and texture; 3) analysis of the costs and prices of tuna fish sandwiches. This research is a design experimental research using the kitchen project experimental method. The reference/reference for the recipe formulation and processing method for tuna fish meat sandwiches follows formulation A Umasugi (2020) and formulation B Endeus (2023). Based on the experimental results, the average level of preference for formulation B was 6.74 and was better than formulation A whose value was 6.58. The experimental results of formulation B which had been improved/modified showed better results, namely 7.51. Improvements/modifications to formula B are considered to have provided the expected results. The investment cost for producing cob-filled bread, assuming a production capacity of 160 boxes per day (per box containing 8 pieces of bread @ 35 grams), with a total of 2 employees, is Rp. 34,042,149,-. Production costs with a production capacity of 4,000 boxes per month (25 working days) are IDR 62,075,697, = which consists of fixed costs IDR. 7,596,097,- and variable costs Rp. 54,479,600,-. If the profit assumption is 10% of production costs, then the monthly profit is IDR 6,207,570.-..