Grin Rayi Prihandini
Universitas Esa Unggul Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Emotional Intelligence dengan Organizational Citizenship Behaviour (OCB) pada Pekerja Generasi Z di Indonesia Siti Zahroo Rihhadatul Aisy; Aisyah Ratnaningtyas; Grin Rayi Prihandini; Hellya Agustina
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.250

Abstract

Masuknya Generasi Z ke dunia kerja kerap memunculkan kesenjangan antara ekspektasi lingkungan kerja yang fleksibel dengan realitas tuntutan efisiensi yang tinggi. Kondisi ini menuntut pengelolaan emosi yang baik guna mendorong kesediaan menampilkan perilaku kerja sukarela di luar peran formal atau Organizational Citizenship Behaviour (OCB). Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara emotional intelligence dengan OCB pada pekerja Generasi Z di Indonesia. Menggunakan desain kuantitatif korelasional melalui teknik purposive sampling, penelitian melibatkan 100 pekerja Generasi Z berusia 18–28 tahun dengan masa kerja minimal satu tahun. Instrumen ukur berupa skala psikologis dengan nilai reliabilitas Cronbach's Alpha sebesar 0,900 untuk emotional intelligence dan 0,794 untuk OCB. Uji hipotesis menggunakan korelasi Pearson Product Moment menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,730 dengan tingkat signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat dan signifikan antara kedua variabel dengan kategori sedang secara keseluruhan. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional pekerja Generasi Z, semakin tinggi pula kecenderungan mereka untuk terlibat dalam perilaku kerja ekstra peran demi mendukung efektivitas organisasi. 
Pengaruh Regulasi Emosi Terhadap Burnout Akademik pada Mahasiswa Tingkat Akhir yang sedang Mengerjakan Skripsi Khoirunnisa Khoirunnisa; Grin Rayi Prihandini
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.252

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi rentan mengalami burnout akademik akibat tuntutan penyelesaian tugas akhir yang tinggi dan berkepanjangan. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam menekan risiko burnout akademik ialah kemampuan regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi emosi terhadap burnout akademik pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresional. Sampel penelitian berjumlah 125 mahasiswa tingkat akhir yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling jenis convenience sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap burnout akademik dengan nilai koefisien regresi sebesar -0,613 dan signifikansi < 0,001. Nilai R Square sebesar 0,217 menunjukkan bahwa regulasi emosi mampu memprediksi burnout akademik sebesar 21,7%, sedangkan 78,3% sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Dengan demikian, H1 yang menyatakan terdapat pengaruh regulasi emosi terhadap burnout akademik pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi dinyatakan diterima. Artinya, semakin tinggi regulasi emosi yang dimiliki mahasiswa, maka semakin rendah burnout akademik yang dialami, dan sebaliknya.
Peran Kontrol Diri dalam Memprediksi Kecenderungan Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja Madya Wanda Hamidah; Grin Rayi Prihandini
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.261

Abstract

Remaja madya merupakan fase perkembangan yang ditandai oleh meningkatnya dorongan seksual, rasa ingin tahu, ketertarikan terhadap hubungan romantis, serta kecenderungan mencoba pengalaman baru. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kerentanan terhadap perilaku seksual pranikah, terutama ketika kemampuan pengendalian diri belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kontrol diri dalam memprediksi kecenderungan perilaku seksual pranikah pada remaja madya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain non-eksperimental korelasional. Partisipan berjumlah 115 remaja madya berusia 15–18 tahun, berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan, serta sedang atau pernah menjalani hubungan pacaran. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Perilaku seksual pranikah diukur menggunakan skala berdasarkan teori Sarwono (2020) yang terdiri atas 19 item valid dengan reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,936. Kontrol diri diukur menggunakan skala berdasarkan teori Averill (1973) yang terdiri atas 23 item valid dengan reliabilitas sebesar 0,956. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol diri berperan negatif dan signifikan dalam memprediksi kecenderungan perilaku seksual pranikah (B = -0,631; p < 0,001) dengan nilai R² sebesar 0,752. Artinya, kontrol diri menjelaskan 75,2% variasi kecenderungan perilaku seksual pranikah. Mayoritas responden memiliki kontrol diri tinggi (55,7%) dan kecenderungan perilaku seksual pranikah rendah (52,2%). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kontrol diri, semakin rendah kecenderungan perilaku seksual pranikah pada remaja madya.
Perbedaan Motivasi Belajar pada Siswa SMA Swasta dan SMA Negeri Kecamatan Bekasi Utara Mougli Ananda Prayitno; Siti Masitoh; Grin Rayi Prihandini
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.266

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor penting yang memengaruhi keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan pencapaian tujuan akademik. Perbedaan karakteristik antara SMA Negeri dan SMA Swasta, seperti sistem pengelolaan, mekanisme penerimaan peserta didik, serta lingkungan pembelajaran, berpotensi berkaitan dengan kualitas motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, dan amotivasi pada siswa kelas XI SMA Negeri dan SMA Swasta di Kecamatan Bekasi Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Responden berjumlah 100 siswa, terdiri atas 50 siswa SMA Negeri dan 50 siswa SMA Swasta, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran motivasi belajar menggunakan instrumen Academic Motivation Scale (AMS) yang berlandaskan pada Self-Determination Theory. Instrumen akhir terdiri atas 28 item yang mencakup 11 item motivasi intrinsik, 14 item motivasi ekstrinsik, dan 3 item amotivasi, dengan nilai Cronbach’s Alpha masing-masing sebesar 0,942; 0,954; dan 0,829. Karena data tidak sepenuhnya memenuhi asumsi normalitas, analisis perbedaan dilakukan menggunakan Mann-Whitney U Test. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada motivasi intrinsik (U = 597,500; p < 0,001), dengan siswa SMA Swasta memiliki motivasi intrinsik lebih tinggi. Sementara itu, tidak terdapat perbedaan signifikan pada motivasi ekstrinsik (p = 0,082) maupun amotivasi (p = 0,196). Dengan demikian, perbedaan motivasi belajar antara kedua jenis sekolah hanya ditemukan pada dimensi intrinsik.