Isnain Jodi Anggoro
Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rancangan Reinstalasi Jaringan Distribusi Tegangan Menengah Gardu Instrument Landing System Bandara Halim Perdanakusuma Oji Mai Firman; Zulina Kurniawati; Isnain Jodi Anggoro
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9119

Abstract

Sistem distribusi tegangan menengah pada Gardu Instrument Landing System (ILS) Bandar Udara Halim Perdanakusuma mengalami penurunan keandalan akibat transformator step-up 380 V/6 kV yang telah beroperasi sejak tahun 1973 dan mengalami kebocoran minyak isolasi, serta kerusakan pada jalur kabel Power House–Glide Path yang mengubah konfigurasi jaringan dari loop menjadi radial sehingga tidak memiliki jalur suplai cadangan. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kontinuitas suplai listrik pada peralatan navigasi penerbangan yang bersifat kritis. Penelitian ini bertujuan menghasilkan rancangan reinstalasi jaringan distribusi tegangan menengah 6 kV pada Gardu ILS untuk meningkatkan kontinuitas dan kinerja sistem. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) Level 1 yang dipilih karena penelitian difokuskan pada tahap perancangan tanpa dilanjutkan pembuatan produk, melalui tahapan identifikasi masalah, pengumpulan data teknis, analisis sistem eksisting, perancangan transformator dan kabel, serta simulasi menggunakan ETAP 19.01 untuk memvalidasi kinerja rancangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformator eksisting telah berumur 53 tahun dengan nilai breakdown voltage minyak sebesar 29,8 kV, berada di bawah standar minimum IEC 60156 sebesar 50 kV. Rancangan reinstalasi merekomendasikan transformator kering (dry-type cast resin) berkapasitas 315 kVA dan kabel N2XSEFGbY 3×35 mm² dengan konfigurasi jaringan loop. Hasil simulasi ETAP menunjukkan peningkatan profil tegangan pada seluruh bus serta pembebanan transformator sebesar 52,2%, yang masih berada dalam batas aman operasi. Rancangan ini dapat menjadi acuan teknis untuk meningkatkan kontinuitas dan keselamatan operasional sistem navigasi penerbangan, sehingga penelitian selanjutnya disarankan mencakup analisis koordinasi proteksi dan keandalan sistem secara lebih komprehensif.
Analisis Pencahayaan Lampu pada Sistem Penerangan Carpark Terminal 1 Sesuai Standar di Bandar Udara Internasional Juanda Kadek Bagus Rizky Aditya Nugraha; Ahmad Kosasih; Isnain Jodi Anggoro
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9120

Abstract

Sistem penerangan carpark Terminal 1 Bandar Udara Internasional Juanda saat ini mengalami permasalahan ketidakcukupan pencahayaan akibat hanya terpasang 2–3 luminer per tiang dari kapasitas enam soket akibat kendala pengadaan lampu baru, serta penggunaan kombinasi lampu Metal Halide Philips HPI-T 1000 W dan LED Panasonic High Mast 480 W. Kondisi ini berpotensi membahayakan visibilitas dan keselamatan pengguna fasilitas di malam hari. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kondisi pencahayaan eksisting dan mengevaluasi kelayakan teknis perancangan ulang menggunakan enam unit Philips ClearFlood gen2 BVP656 per tiang High Mast. Evaluasi menggunakan kombinasi Metode Grid (pengukuran langsung 72 titik pada delapan zona), Metode Lumen, Metode Titik, serta simulasi DIALux evo. Pendekatan multimetode dipilih untuk memvalidasi secara komprehensif antara data lapangan, perhitungan teoritis, dan simulasi fotometrik. Standar iluminansi mengacu pada SNI 7391:2008 (target minimum 22 lux) dan keseragaman pencahayaan mengacu pada IES RP-20 (minimum 0,25). Hasil pengukuran kondisi eksisting menunjukkan iluminansi rata-rata dan overall uniformity , yang membuktikan sistem belum memenuhi kriteria. Pada skenario usulan, Metode Lumen menghasilkan iluminansi rata-rata , Metode Titik pada titik kritis menghasilkan , serta simulasi DIALux evo menghasilkan average illuminance , minimum illuminance , maximum illuminance , dan overall uniformity . Penggantian sistem penerangan ini terbukti layak secara teknis dan berhasil menurunkan total daya terpasang dari menjadi (efisiensi daya ). Pengelola bandara direkomendasikan merealisasikan penggantian ke satu jenis luminer LED seragam, dan bagi peneliti selanjutnya disarankan melakukan analisis Life Cycle Cost (LCC) serta integrasi smart lighting.