Latar Belakang: Transformasi Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) menuntut kader kesehatan untuk menguasai 25 keterampilan dasar lintas siklus hidup. Namun, keterbatasan media edukasi serta belum optimalnya pendampingan klinis masih menjadi tantangan utama di lapangan. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan teknis kader kesehatan dalam mengimplementasikan 25 kompetensi ILP saat melakukan kunjungan rumah. Metode: Program diselenggarakan di Aula Puskesmas Cibeureum, Kota Tasikmalaya, pada 29 Mei 2026, dengan tingkat partisipasi peserta mencapai 100%. Metode yang diterapkan berbasis Empowerment-Coaching & Field Implementation, meliputi evaluasi pre-test dan post-test, sesi teori interaktif, serta simulasi moving station pada tiga stasi (Siklus Hidup Awal, Dewasa & Lansia, serta Manajemen Posyandu) yang didampingi oleh mahasiswa Ners sebagai clinical coach. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis kader secara signifikan setelah intervensi, yang dibuktikan dengan kenaikan rerata skor post-test serta kecakapan peserta dalam plotting Buku KIA, skrining PTM (pemeriksaan tekanan darah digital dan pengukuran lingkar perut), hingga pencatatan logbook kunjungan rumah. Seluruh peserta berpartisipasi aktif hingga sesi komitmen bersama di akhir acara. Kesimpulan: Penerapan metode clinical coaching dan simulasi moving station efektif meningkatkan kapasitas dan efikasi diri kader kesehatan dalam mendukung keberhasilan implementasi ILP di tingkat pelayanan kesehatan primer.