Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Pengatahuan Tentang Asi Perah Dengan Pemberian Asi Perah Oleh Ibu Pekerja Enok Nurliawati; Etty Komariah Sambas
Journal of Student Research Vol 1 No 1 (2023): Januari: Journal of Student Research
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trianandra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.612 KB) | DOI: 10.55606/jsr.v1i1.995

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan pertama dan utama untuk bayi. Kandungan nutrisi pada ASI sangat lengkap dan sesuai dengan kebutuhan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangannya serta dapat melindungi bagi dari berbagai penyakit. Ibu pekerja masih dapat memberikan ASI sampai dengan bayi usia 24 bulan dengan cara memberikan ASI Perah pada saat ibu berada di tempat kerja. Namun di Indonesia hanya 17% ibu pekerja yang memberikan ASI perah. Salah satu penyebab rendahnya pemberian ASI perah adalah kurang pengetahuan tentang ASI perah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang ASI perah dengan pemberian ASI perah oleh ibu pekerja. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan crossecsional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 73 orang ibu pekerja yang mempunyai bayi usia 0 – 24 bulan. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner, analisis data menggunakan frekuensi dan chi square. Ibu Pekerja sebagian besar tidak memberikan ASI perah yaitu 47 orang (64%), tingkat pengetahain tentang ASI perah sebagain besar dalam katagori kurang yaitu 40 orang (54,8%), hasi uji chi square nilai p= 0,001 dengan OR 6,398 (2,198 – 18,625). Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan pemberian ASI Perah dan ibu yang mempunyai pengetahuan baik, mempunyai peluang sebesar 6,398 kali untuk memberikan ASI Perah dibandingkan dengan ibu yang mempunyai tingkat pengetahuan kurang.
PENDIDIKAN KESEHATAN MENGENAI PENATALAKSANAAN ASI DAN UPAYA MENINGKATKAN PRODUKSI ASI Etty Komariah Sambas; Enok Nurliawati
Ekalaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Ekalaya Journal
Publisher : Nindikayla Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.512 KB) | DOI: 10.57254/eka.v2i1.22

Abstract

Breastmilk is the first natural food which is the main source of nutrition for babies which contains all the energy and nutrients that babies need in the first months of life. The success of exclusive breastfeeding is influenced by various factors, such as mother's education, commitment to breastfeeding, social support, mother's age, mother's knowledge, place of delivery and culture. Various studies have shown that mother's knowledge regarding breastfeeding management and efforts to increase milk production is in the range of insufficient and sufficient. Therefore, this community service activity was aimed to increase the knowledge and skills of parents and families regarding the management of breast milk and efforts to increase milk production. The method implemented was counseling and demonstration regarding the management of expressed breast milk, breastfeeding techniques and oxytocin massage. The target of the activity was parents and families of newborns who were treated at Perinatology ward at  dr. Soekardjo Hospital in  Tasikmalaya. The results showed that there was an increase in knowledge scores on the pre and post tests and participants could demonstrate management of expressed breast milk, breastfeeding techniques and oxytocin massage
Mobilisasi Dini Sebagai Intervensi Keperawatan Terhadap Proses Penyembuhan Luka Pasca Seksio Sesarea Enok Nurliawati; Etty Komariah Sambas; Livia Raissa Shalehah
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v7i2.19814

Abstract

A cesarean section is a surgical procedure performed to deliver a baby through an incision in the abdomen and uterine wall. The prevalence of cesarean sections continues to rise both in Indonesia and worldwide. However, postoperative incisional wounds after cesarean delivery lead to various risks that can hinder the healing process. One nursing intervention that can help speed up wound healing is early mobilization. This study aimed to analyze the relationship between early mobilization and wound healing in post-cesarean section patients. A descriptive correlational design with a cross-sectional approach was used in this study. Respondents were selected through purposive sampling, with a total of 178 participants. Statistical analysis was conducted using the chi-square test. The results showed a significant association between early mobilization and wound healing (p = 0.025), indicating that patients with inadequate early mobilization had a 2.17 times greater risk of poor wound healing (OR = 2.17). Early mobilization was proven to speed up wound healing after cesarean section. Therefore, nurses should ensure and support early mobilization in post-cesarean section patients.
IMPLEMENTASI PIJAT KAKI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA YANG MENGALAMI NYERI DAN GANGGUAN POLA TIDUR: IMPLEMENTATION OF FOOT MASSAGE FOR POST-CESAREAN SECTION MOTHERS WHO EXPERIENCE PAIN AND SLEEP PATTERN DISORDER Etty Komariah Sambas; Enok Nurliawati; Dini Apriliani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1595

Abstract

Periode setelah persalinan sesar (SC) merupakan fase pemulihan bagi ibu setelah melahirkan bayi dan plasenta melalui prosedur SC. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan standar operasi caesar di banyak negara sekitar 10-15% per kelahiran. Berdasarkan data penelitian WHO pada tahun 2021, operasi caesar terus meningkat secara global, saat ini mencakup lebih dari 1 dari 5 (21%) dari seluruh persalinan. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi operasi caesar di Indonesia sebesar 17,6%. Salah satu permasalahan utama yang dialami ibu pasca SC adalah nyeri akut serta gangguan pola tidur. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi keluhan tersebut adalah pijat kaki (foot massage). Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi respons ibu post SC sebelum dan sesudah diberikan terapi pijat kaki. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan dua orang subyek, dan pengambilan data dilakukan selama tiga hari. Instrumen yang digunakan meliputi SOP Pijat Kaki, lembar observasi, serta panduan wawancara. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara, observasi, dan pengukuran tanda-tanda vital. Data dianalisis secara deskriptif naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pijat kaki, kedua subyek  protektif, merasa gelisah, serta mengalami gangguan tidur, meskipun tanda-tanda vital berada dalam batas normal. Setelah penerapan pijat kaki, skala nyeri menurun menjadi 1-2 (nyeri ringan), ekspresi meringis berkurang, ketegangan otot menurun, sikap protektif berkurang, serta kualitas tidur membaik, sementara tekanan darah, denyut nadi, dan frekuensi napas tetap dalam kisaran normal. Berdasarkan hasil studi ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbaikan dalam tingkat nyeri dan kualitas tidur pada ibu post SC. Oleh karena itu, ibu post SC disarankan untuk melakukan pijat kaki secara mandiri atau dengan bantuan guna mengurangi nyeri serta memperbaiki pola tidur.
PENERAPAN SENAM HAMIL SEBAGAI INTERVENSI NON FARMAKOLOGIS UNTUK MENGURANGI NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Enok Nurliawati; Etty Komariah; Wahyu Ikka Setyarini; Nur Resma Husen
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v16i2.466

Abstract

Third-trimester pregnancy is often accompanied by complaints of back pain due to physiological changes and altered body posture. Prenatal exercise is a non-pharmacological method that may help reduce the intensity of back pain in pregnant women. This study aimed to determine the response of a third-trimester pregnant woman before and after receiving a prenatal exercise intervention. The research design used a case study approach based on the nursing process. The subject was one third-trimester pregnant woman experiencing moderate back pain (pain scale 4–6) who met the inclusion and exclusion criteria. The nursing intervention, in the form of prenatal exercise, was administered for three consecutive days with a duration of 10–15 minutes per session according to the standard operating procedure. Data were collected through observation, interviews, and biophysiological assessments. The results showed a decrease in pain intensity, with the patient reporting a reduction in back pain to 2 out of 10 after the intervention. Non-verbal responses such as grimacing, protective posture, and restlessness also decreased. Prenatal exercise proved effective in reducing back pain in third-trimester pregnant women through mechanisms of muscle relaxation, increased flexibility, and improved body posture. Prenatal exercise may be recommended as a promotive and preventive intervention in antenatal care services. Abstrak: Kehamilan trimester III sering disertai keluhan nyeri punggung akibat perubahan fisiologis dan postur tubuh. Senam hamil merupakan metode non farmakologis yang dapat membantu menurunkan intensitas nyeri punggung pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon ibu hamil trimester III sebelum dan sesudah diberikan intervensi senam hamil. Desain penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek penelitian adalah satu orang ibu hamil trimester III yang mengalami nyeri punggung sedang (skala nyeri 4–6) dan memenuhi kriteria inklusi serta eksklusi. Intervensi keperawatan berupa senam hamil diberikan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 10–15 menit per sesinya sesuai standar operasional prosedur. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pemeriksaan biofisiologis. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri dan pasien melaporkan intensitas nyeri punggung menurun menjadi 2 dari 10 setelah intervensi. Respon nonverbal berupa ekspresi meringis, sikap protektif, dan gelisah juga berkurang. Senam hamil terbukti efektif dalam menurunkan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III melalui mekanisme relaksasi, peningkatan fleksibilitas otot, dan perbaikan postur tubuh. Senam hamil dapat direkomendasikan sebagai intervensi promotif dan preventif dalam pelayanan antenatal care.