Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, berbagai pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam pengelolaan usaha, pemanfaatan teknologi digital, kemampuan promosi produk, serta kesiapan mental dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pelatihan manajemen usaha, promosi digital berbahasa Inggris, dan pendampingan bimbingan konseling dalam meningkatkan kemandirian ekonomi pelaku UMKM. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui kajian berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal nasional dan internasional, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan manajemen usaha mampu meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam perencanaan bisnis, pengelolaan keuangan, dan pengambilan keputusan usaha. Pelatihan promosi digital berbahasa Inggris memberikan peluang yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk melalui platform digital dan menjangkau pasar internasional. Sementara itu, pendampingan bimbingan konseling berperan dalam meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, kemampuan pemecahan masalah, dan ketahanan mental pelaku usaha. Integrasi ketiga program tersebut terbukti mampu mendukung peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi pelaku UMKM secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kolaborasi antara bidang manajemen, pendidikan bahasa Inggris, dan bimbingan konseling menjadi strategi yang efektif dalam pemberdayaan UMKM pada era digital dan Society 5.0.