Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

GERAKAN BERSIH PANTAI SEBAGAI UPAYA PENGELOLAAN PESISIR AI LEMAK KABUPATEN SUMBAWA Fahruddin, Muh.; Ilyas, Anita Prihatini; Suriyadin, Adi; Aldi, Davit; Junaidi, Junaidi; Islam, Izzul; Suharli, Lili; Chaidir, Riri Rimbun; Fitriana, Maya; Munandar, Imam
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 7 No 2 (2025): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v7i2.7161

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat melalui gerakan bersih pantai di Pantai Ai Lemak merupakan salah satu upaya pengelolaan lingkungan pesisir yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan kesadaran kebersihan lingkungan serta mengajak masyarakat beserta wisatawan untuk menjaga kebersihan pesisir pantai. Pengabdian ini menggunakan metode observasi dan partisipasi. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di pesisir Pantai Ai Lemak Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati, Universitas Teknologi Sumbawa. Kegiatan pengabdian ini membuka pikiran dan wawasan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran serta kepedulian dalam mencegah terjadinya pencemaran lingkungan perairan sehingga berdampak pada kebersihan pantai dan meningkatkan jumlah wisatawan.  Keterlibatan masyarakat pesisir pantai penting sekali untuk selalu diberikan pemahaman dan edukasi pemeliharaan lingkungan dengan baik. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan bersih pantai merupakan salah satu langkah edukasi dan penyadartahuan yang dapat diaplikasikan. Sehingga berpengaruh dalam kelestarian ekosistem pantai agar terhindar dari pencemaran lingkungan oleh sampah.
SOSIALISASI KONDISI STOK DAN ATURAN PENANGKAPAN PERIKANAN KAKAP DAN KERAPU DI DUSUN GILI TAPAN TELUK SALEH Fahruddin, Muh.; Ilyas, Anita Prihatini; Muis, Abdul; Anas, Azwar; Santika, Lora
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 8 No 1 (2025): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v8i1.7723

Abstract

Kegiatan sosialisasi mengenai kondisi stok dan aturan penangkapan perikanan kakap dan erapu dilaksanakan di Desa Labuhan Sangoro, Dusun Gili Tapan, Teluk Saleh, Kabupaten Sumbawa, pada 30 Mei 2025. Teluk Saleh merupakan wilayah yang memiliki nilai penting secara ekologis dan sosial ekonomi, namun perikanan kakap dan kerapu di kawasan ini menunjukkan indikasi fully-exploitedingga over-exploited akibat tekanan penangkapan yang tinggi. Kegiatan sosialisasi melibatkan pemerintah daerah, akademisi, dan lembaga terkait dengan tujuan utama meningkatkan pemahaman nelayan terhadap aturan penangkapan, termasuk larangan penggunaan alat tangkap merusak serta penerapan ukuran minimum tangkap. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar nelayan memahami pentingnya perikanan kakap-kerapu bagi keberlangsungan ekonomi keluarga mereka. Namun, pengetahuan nelayan terkait regulasi resmi masih terbatas, terutama mengenai aturan teknis yang berlaku. Diskusi partisipatif mengungkap bahwa nelayan mengalami penurunan hasil tangkapan dalam beberapa tahun terakhir, baik dari sisi jumlah maupun ukuran ikan. Sebagian nelayan menyatakan kesediaannya untuk mulai menerapkan aturan, meskipun masih ada kekhawatiran akan dampak penurunan hasil dalam jangka pendek. Selain itu, kegiatan sosialisasi berhasil memetakan kebutuhan nelayan terhadap dukungan teknis, antara lain penyediaan alat tangkap ramah lingkungan, pelatihan, dan penguatan kelembagaan. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi aturan membutuhkan tindak lanjut berupa program nyata yang dapat mendukung transisi menuju praktik perikanan berkelanjutan. Secara keseluruhan, sosialisasi di Dusun Gili Tapan menjadi langkah awal penting dalam membangun kesadaran kolektif nelayan mengenai pengelolaan sumber daya perikanan berkelanjutan. Untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut sekaligus kesejahteraan masyarakat pesisir, diperlukan pendampingan berkelanjutan, konsistensi penegakan aturan, dan dukungan nyata dari pemerintah serta pemangku kepentingan.
Keanekaragaman Lamun di Pesisir Bahoi, Sulawesi Utara: Indonesia Fahruddin, Muh.; Suriyadin, Adi; Abdurachman, Muhammad Haikal; Murtawan, Heri; Ilyas, Anita Prihatini
JURNAL LEMURU Vol 4 No 3 (2022): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v4i3.2282

Abstract

Bahoi merupakan desa pesisir yang terdapat di Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Pesisir Bahoi menyuguhkan ekowisata bahari yang diantaranya adalah mangrove, lamun, dan terumbu karang. Adapun fokus dalam tulisan ini adalah ekosistem lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman lamun di pesisir Desa Bahoi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling dengan menggunakan transek kuadrat berukuran 50 x 50 cm. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam jenis lamun yaitu Enhalus acoroides, Thallasia hemprichii, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium, Halophila ovalis, dan Halodule uninervis. Frekuensi dan kerapatan lamun didominasi oleh jenis lamun berukuran besar seperti E. acoroides dan T. hemprichii. Sedangkan indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi jenis lamun ke tiga stasiun pengamatan menunjukkan kategori yang rendah.
Sosialisasi Pemahaman Tentang Kondisi Stok Ikan Kakap dan Kerapu di Desa Teluk Santong, Teluk Saleh Yuisniawaty, Aninditha; Buhari, Nurliah; Santika, Lora; Fahruddin, Muh.
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 1, APRIL 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/bambulaut.v3i1.48923

Abstract

Teluk Saleh memiliki potensi kakap–kerapu yang penting bagi masyarakat pesisir, namun peningkatan intensitas penangkapan memicu kekhawatiran terhadap keberlanjutan stok. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman nelayan Desa Teluk Santong mengenai kondisi stok kakap dan kerapu, risiko eksploitasi berlebih, serta pentingnya menerapkan ukuran minimum tangkap dan perlindungan musim pemijahan. Sosialisasi dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, serta pelatihan teknik pendataan hasil tangkap berbasis foto. Informasi yang disampaikan bersumber dari pemantauan pendaratan ikan oleh Forum Ilmiah Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan (FIP2B) Provinsi NTB setiap bulan dan program pendataan perikanan berbasis masyarakat yang menunjukkan kecenderungan penurunan ukuran tangkapan serta rendahnya nilai Spawning Potential Ratio (SPR) pada beberapa spesies kakap dan kerapu di Teluk Saleh. Materi utama mencakup kondisi stok kakap dan kerapu, aturan ukuran minimum tangkap, selektivitas alat tangkap, cara identifikasi ukuran ikan, serta pelatihan dokumentasi hasil tangkapan menggunakan foto standar. Kegiatan ini terlaksana dengan baik dan melibatkan 20 peserta yang terdiri dari nelayan, aparat desa, penyuluh, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, serta lembaga pendukung seperti FIP2B Provinsi NTB, WCS Indonesia Program, dan pelabuhan perikanan Teluk Santong.