Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMANFAATAN Lemna perpusilla SEBAGAI PAKAN KOMBINASI UNTUK IKAN NILA (Oreochromis niloticus) PADA SISTEM RESIRKULASI Ilyas, Anita Prihatini; Nirmala, Kukuh; Harris, Enang; Widiyanto, Tri
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 21, No 2 (2014)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lemna perpusilla adalah suatu makrofit yang hidup terapung di air, terdapat di seluruh dunia dan banyak ditemukan di air tawar yang kaya nutrien. Tumbuhan ini lebih dikenal sebagai gulma yang cenderung sulit untuk dikendalikan karena memiliki produktivitas yang sangat tinggi. Penelitian untuk menganalisis kemampuan ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam memanfaatkan L. perpusilla sebagai pakan kombinasi telah dilakukan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat taraf perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan konsentrasi pakan 100% L. perpusilla + 0% pelet, 25% L. perpusilla + 75% pelet, 50% L. perpusilla + 50% pelet, 0% L. perpusilla + 100% pelet. Ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan nila (O. niloticus). Padat tebar ikan 20 individu per waring dengan bobot rata-rata 20±0,01 g per individu. Ikan diberi pakan sebanyak dua kali per hari selama 50 hari. Setiap tujuh hari sekali dilakukan penimbangan bobot tubuh ikan nila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa L. perpusilla dapat menggantikan pelet sebagai pakan sebesar 25%. Lemna tidak dapat menggantikan pakan secara keseluruhan karena terkait dengan tingginya serat yang terkandung di dalamnya yang dapat mempersingkat waktu tubuh untuk melakukan proses pencernaan dan penyerapan nutrisi.
TRANSPLANTASI TERUMBU KARANG DI PERAIRAN GILI SEJANGAN DESA LABUHAN KURIS KABUPATEN SUMBAWA Fahruddin, Muh; Ilyas, Anita Prihatini; Aldi, Davit; Kautsari, Neri; Saputra, Aan; Rhismanda, Agum; Jondani, Diso Rahmat; Fajri, Muhammad; Rikardus, Rikki; Hakim, Lukman
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 7 No 1 (2024): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v7i1.6895

Abstract

Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem yang unik dan khas di wilayah perairan tropis. Indonesia sendiri berada di wilayah segitiga terumbu karang dunia sehingga seluruh penjuru dunia menjadikan Indonesia sebagai pusat keanekaragaman hayati terumbu karang dunia. tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memulihkan terumbu karang yang telah rusak, melakukan perawatan, monitoring, dan evaluasi hasil transplantasi karang, membuat spot diving maupun snorkeling, melakukan edukasi kepada masyarakat, mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Samawa, mahasiswa Program Studi Ilmu Perikanan dan Konservasi Sumber Daya Alam Universitas Teknologi Sumbawa dan stakeholders lainnya tentang pentingnya ekosistem terumbu karang. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama 2 hari, mulai tanggal 24-25 April 2024 di Gili (Pulau) Sejangan Desa Labuhan Kuris, Dusun Labuhan Terata, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Prosedur pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari dua tahapan yaitu penyampaian materi dan transplantasi karang. Hasil kegiatan pengabdian transplantasi terumbu karang menunjukkan antusias masyarakat, akademisi dan stakeholders dan tertarik melakukan rehabilitasi terumbu karang. Selain kegiatan sosialisasi dan transplantasi karang ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengelolaan fungsi kawasan terumbu karang dan dapat diterapkan secara aplikatif untuk memulihkan kondisi terumbu karang agar tetap terjaga sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
PENYULUHAN MANAJEMEN KUALITAS AIR BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DI DESA LUNYUK REA KABUPATEN SUMBAWA Fahruddin, Muh; Suriyadin, Adi; Ilyas, Anita Prihatini; Abdurachman, Muhammad Haikal
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 4 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v4i3.3764

Abstract

Komoditas perikanan air tawar sangat bernilai ekonomis. Hal tersebut dikarenakan kandungan gizi pada ikan yang dapat memenuhi kebutuhan protein sehari-hari sehingga tak mengherankan budidaya sebagai industri yang dapat meraup keuntungan. Maka dari itu, budidaya menjadi sektor penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Dusun Karang Anyar telah menjadi pusat produksi budidaya ikan air tawar di desa Lunyuk Rea dengan luas lahan 1.942 m2. Meskipun budidaya ikan air tawar telah berkembang namun manajemen kualitas air budidaya belum dipahami oleh kelompok pembudidaya ikan Karamel Indah. Oleh karena itu melalui kegiatan penyuluhan ini diharapakn dapat meningkatkan pemahaman kelompok pembudidaya ikan tentang manajemen kualitas air untuk sistem budidaya yang berkelanjutan. Program Studi Ilmu Perikanan Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati Universitas Teknologi Sumbawa telah melakukan penyuluhan dan pendampingan di desa Lunyuk Rea pada bulan Maret 2022 dengan tema Manajemen Kualitas Air Budidaya Ikan Air Tawar, langkah strategis dan permasalahan dan sasaran yaitu kelompok pembudidaya Karamel Indah. Berdasarkan diskusi maupun komunikasi selama penyuluhan dan pendampingan, perlu adanya demplot budidaya ikan air tawar di desa Lunyuk Rea Kabupaten Sumbawa sebagai tempat pelatihan dan pembelajaran masyarakat.
Keanekaragaman Lamun di Pesisir Bahoi, Sulawesi Utara: Indonesia Fahruddin, Muh.; Suriyadin, Adi; Abdurachman, Muhammad Haikal; Murtawan, Heri; Ilyas, Anita Prihatini
JURNAL LEMURU Vol 4 No 3 (2022): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v4i3.2282

Abstract

Bahoi merupakan desa pesisir yang terdapat di Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Pesisir Bahoi menyuguhkan ekowisata bahari yang diantaranya adalah mangrove, lamun, dan terumbu karang. Adapun fokus dalam tulisan ini adalah ekosistem lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman lamun di pesisir Desa Bahoi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling dengan menggunakan transek kuadrat berukuran 50 x 50 cm. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam jenis lamun yaitu Enhalus acoroides, Thallasia hemprichii, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium, Halophila ovalis, dan Halodule uninervis. Frekuensi dan kerapatan lamun didominasi oleh jenis lamun berukuran besar seperti E. acoroides dan T. hemprichii. Sedangkan indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi jenis lamun ke tiga stasiun pengamatan menunjukkan kategori yang rendah.
The Seagrass Leaf Waste Flour Addition To Feed For Color Pigment Enhance-ment Of Koi Fish (Cyprinus rubrofuscus): English Fahruddin, Muh; Aldi, Davit; Ilyas, Anita Prihatini
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 14 No. 1 (2025): JAFH Vol. 14 No. 1 February 2025
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v14i1.66813

Abstract

The price of ornamental fish is determined by the quality of the color of ornamental fish, but in general, the color of ornamental fish will fade when maintained in an aquarium container. The purpose of this study was to determine the color pigment content of koi fish (Cyprinus rubrofuscus) after being given additional feed in the form of seagrass leaf waste flour Thalassia hemprichii.  This research was conducted for 28 days. This study used a completely randomized design (RAL) with 5 treatments and 3 replicates so that in this study there were 15 experimental units. The treatment in this study was the addition of seagrass leaf waste flour to fish feed. P1 (control), P2 (addition of 3% seagrass leaf waste flour), P3 (addition of 6% seagrass leaf waste flour), P4 (addition of 9% seagrass leaf waste flour), and P5 (addition of 12% seagrass leaf waste flour). The results showed that the value of color pigment content in all treatments were P1 21.56 µmol/g, P2 22.75 µmol/g, P3 23.49 µmol/g, P4 22.08 µmol/g and P5 25.76 µmol/g. For absolute growth in all treatments, P1 was 1.37 g, P2 1.53 g, P3 1.80 g, P4 2.73 and P5 3.70 g. For absolute growth in all treatments, P1 was 53%, P2 67%, P3 67%, P4 80% and P5 87%. The survival rate of ornamental Koi (C. rubrofuscus) in all treatments was P1 53%, P2 67%, P3 67%, P4 80%, and P5 87%. This research concludes that the color pigment content of ornamental Koi (C. rubrofuscus) increases after feeding additional doses of T. hemprichii and the best color pigment increase is shown by treatment P5 with the addition of a 12% dose of T. hemprichii, namely 25.76 µmol/g.
PENYULUHAN MANAJEMEN KUALITAS AIR BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DI DESA LUNYUK REA KABUPATEN SUMBAWA Fahruddin, Muh; Suriyadin, Adi; Ilyas, Anita Prihatini; Abdurachman, Muhammad Haikal
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 4 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v4i3.3764

Abstract

Komoditas perikanan air tawar sangat bernilai ekonomis. Hal tersebut dikarenakan kandungan gizi pada ikan yang dapat memenuhi kebutuhan protein sehari-hari sehingga tak mengherankan budidaya sebagai industri yang dapat meraup keuntungan. Maka dari itu, budidaya menjadi sektor penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Dusun Karang Anyar telah menjadi pusat produksi budidaya ikan air tawar di desa Lunyuk Rea dengan luas lahan 1.942 m2. Meskipun budidaya ikan air tawar telah berkembang namun manajemen kualitas air budidaya belum dipahami oleh kelompok pembudidaya ikan Karamel Indah. Oleh karena itu melalui kegiatan penyuluhan ini diharapakn dapat meningkatkan pemahaman kelompok pembudidaya ikan tentang manajemen kualitas air untuk sistem budidaya yang berkelanjutan. Program Studi Ilmu Perikanan Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati Universitas Teknologi Sumbawa telah melakukan penyuluhan dan pendampingan di desa Lunyuk Rea pada bulan Maret 2022 dengan tema Manajemen Kualitas Air Budidaya Ikan Air Tawar, langkah strategis dan permasalahan dan sasaran yaitu kelompok pembudidaya Karamel Indah. Berdasarkan diskusi maupun komunikasi selama penyuluhan dan pendampingan, perlu adanya demplot budidaya ikan air tawar di desa Lunyuk Rea Kabupaten Sumbawa sebagai tempat pelatihan dan pembelajaran masyarakat.