Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas E-Book Interaktif Berbasis QR Code Dalam Meningkatkan Literasi Kesehatan Seksual Dan Reproduksi Remaja Di SMAN 1 Kabanjahe: The Effectiveness of a QR Code-Based Interactive E-Book in Improving Adolescent Sexual and Reproductive Health Literacy at SMAN 1 Kabanjahe Halimatussakdiyah Lubis; Rismawati Rismawati; Yan Deivita; Amelia Donsu; Agnes Montolalu
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1772

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan seksual dan reproduksi (KSR) remaja merupakan salah satu isu penting dalam kesehatan masyarakat. Remaja membutuhkan informasi yang benar, mudah dipahami, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan mereka. Penggunaan media digital dapat menjadi alternatif dalam penyampaian edukasi KSR karena dekat dengan kehidupan sehari-hari remaja. E-book interaktif berbasis QR Code mengintegrasikan materi tertulis dengan gambar, video, dan kuis interaktif sehingga memungkinkan siswa mengakses materi secara mandiri. Tujuan: Menganalisis efektivitas penggunaan e-book interaktif berbasis QR Code dalam meningkatkan literasi kesehatan seksual dan reproduksi remaja di SMAN 1 Kabanjahe. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experiment dan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 50 siswa SMAN 1 Kabanjahe yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi berupa pemberian e-book interaktif berbasis QR Code dilaksanakan selama periode 2 September–2 Oktober 2026. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner literasi KSR yang terdiri atas 25 butir soal dengan rentang skor 0–100. Instrumen awal terdiri atas 30 butir soal dan setelah uji validitas diperoleh 25 butir soal valid dengan nilai r hitung > r tabel 0,444. Uji reliabilitas menghasilkan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,862. Uji normalitas dilakukan menggunakan Shapiro-Wilk. Karena data tidak berdistribusi normal, analisis perbedaan skor sebelum dan sesudah intervensi dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Rerata skor literasi KSR sebelum intervensi (pretest) sebesar 58,40 ± 8,20 dan meningkat menjadi 78,60 ± 7,10 setelah intervensi (posttest), dengan peningkatan rerata sebesar 20,20 poin. Pada pretest, sebanyak 8 responden (16,0%) berada dalam kategori baik, 27 responden (54,0%) kategori cukup, dan 15 responden (30,0%) kategori kurang. Pada posttest, kategori baik meningkat menjadi 34 responden (68,0%), kategori cukup menjadi 14 responden (28,0%), dan kategori kurang menjadi 2 responden (4,0%). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara skor literasi KSR sebelum dan sesudah intervensi (Z=-6,152; p<0,001). Kesimpulan: Terdapat peningkatan literasi kesehatan seksual dan reproduksi yang bermakna setelah pemberian e-book interaktif berbasis QR Code. Media ini berpotensi digunakan sebagai media pendukung edukasi KSR di lingkungan sekolah.
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Pelacak Menstruasi Terhadap Self-Care Kesehatan Reproduksi Remaja Di SMK Karya Jaya Samosir: The Influence of Using Menstrual Tracking Applications on Adolescent Reproductive Health Self-Care at SMK Karya Jaya Samosir Rika Despina; Puji Astutik; Sesca Diana Solang; Fonnie Kuhu; Yan Deivita
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1773

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan bagian penting dalam pembangunan kesehatan karena masa remaja merupakan periode perkembangan biologis dan psikososial yang membutuhkan kemampuan untuk mengenali, memantau, dan merawat kesehatan reproduksi secara mandiri. Salah satu bentuk teknologi kesehatan digital yang berkembang adalah aplikasi pelacak menstruasi yang memungkinkan pengguna mencatat siklus menstruasi, gejala, dan perubahan yang berkaitan dengan menstruasi. Pemanfaatan teknologi tersebut berpotensi mendukung perilaku self-care kesehatan reproduksi remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan aplikasi pelacak menstruasi dengan self-care kesehatan reproduksi remaja di SMK Karya Jaya Samosir. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi yang telah mengalami menarche dan memenuhi kriteria penelitian. Sebanyak 50 responden diikutsertakan sebagai sampel menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden, penggunaan aplikasi pelacak menstruasi, dan self-care kesehatan reproduksi. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas sebelum digunakan. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 29 responden (58,0%) menggunakan aplikasi pelacak menstruasi secara rutin dan 21 responden (42,0%) tidak rutin. Sebanyak 27 responden (54,0%) memiliki self-care kesehatan reproduksi dalam kategori baik, sedangkan 23 responden (46,0%) berada dalam kategori kurang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara penggunaan aplikasi pelacak menstruasi dengan self-care kesehatan reproduksi remaja (p=0,002). Responden yang menggunakan aplikasi secara rutin memiliki proporsi self-care kategori baik yang lebih tinggi dibandingkan responden yang tidak rutin menggunakan aplikasi. Pemanfaatan aplikasi pelacak menstruasi dapat menjadi salah satu media pendukung dalam meningkatkan kesadaran dan praktik perawatan diri kesehatan reproduksi remaja, dengan tetap memperhatikan literasi digital dan keamanan data pribadi