Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Aktivitas Fisik dan Jumlah Asupan Makan terhadap Gangguan Siklus Menstruasi pada Atlet Voli Usia Remaja di Kabupaten Kudus Vella Nevyta, Puan; Widiasih, Esti; Anggraeni Noviasari, Nina
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 4 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v4i3.6886

Abstract

Menstrual cycle disorders can negatively impact athletic performance. A combination of irregular eating patterns and intense training can increase the risk of such disturbances. Factors influencing menstrual cycle irregularities include nutritional status, physical activity, dietary habits, stress levels, smoking, hormonal medication use, and endocrine disorders. A study conducted in Semarang found that 28.8% of female athletes experienced menstrual cycle issues. This research aims to investigate how physical activity and food intake affect menstrual cycle disorders among adolescent volleyball athletes in Kudus Regency. The methodology employed was an observational analytical study with a cross-sectional approach, selecting 46 respondents using purposive sampling techniques. The IPAQ and SQFFQ questionnaires were used as research instruments. Data were analyzed using bivariate analysis with the Chi-Square test. The results indicated that the majority of athletes had a high level of physical activity (76.1%), while 50% were categorized as having severe food intake deficits. Additionally, 78.3% of athletes experienced menstrual cycle disturbances, which included 36 individuals. Bivariate analysis revealed that physical activity influenced the menstrual cycle of adolescent volleyball athletes (p-value = 0.045), and dietary intake also had an effect (p-value = 0.000). Therefore, both physical activity and eating patterns significantly impact menstrual cycle disorders among adolescent volleyball athletes.
Hubungan Durasi Paparan Sinar Matahari dan Body Fat dengan Kadar Vitamin D pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang Fauzia, Ana; Widiasih, Esti; Tursinawati, Yanuarita
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Indonesia ialah negara dengan iklim tropis dan paparan sinar matahari yang melimpahdimana secara teori memiliki jumlah pengidap defisiensi vitamin D yang rendah, namun pada kenyataannyaprevalensi kasus defisiensi vitamin D masih tinggi. Hal ini disebabkan karena gaya hidup yang relatifmenghindar dari sinar matahari seperti menggunakan pakaian yang tertutup, kurangnya aktivitas di luarruangan dan obesitas. Sinar matahari menjadi sumber utama pembentukan vitamin D dan dipengaruhi olehkandungan lemak dalam tubuh. Penelitian ini ditujukan guna mengenali relasi durasi paparan sinar sertabody fat terhadap kadar vitamin D.Metode : Riset berikut diklasifikasikan sebagai riset observasi analitik dengan desain cross sectional.Responden riset yaitu 36 mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah dengan mengambilsampel menggunakan consecutive sampling. Analisis data mengaplikasikan uji korelasi Pearson ProductMoment (p-value<0,05).Hasil : Usia responden berkisar 21 – 24 tahun, durasi paparan sinar matahari berkisar 12 – 35 menit/hari,body fat  berkisar 11,4 – 48,9%, dan kadar vitamin D berkisar 8,1 – 25,6 ng/mL. Dari hasil uji korelasiPearson Product Moment ada relasi durasi paparan sinar matahari terhadap kadar vitamin D dengan nilainp-value 0,003 (p<0,05) namun, tidak terdapat relasi body fat dengan kadar vitamin D bernilai 0,491(p>0,05).Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian didapati bahwa semakin lama durasi paparan sinar mataharimaka kian tinggi pula kadar vitamin D.Kata Kunci:  Sinar matahari, vitamin D, body fat.