Pembangunan infrastruktur dermaga di kawasan kepulauan seperti Pulau Tunda menghadapi tantangan geoteknik yang kompleks, terutama terkait keberadaan lapisan tanah lunak aluvial di permukaan serta perlunya penetapan kedalaman pondasi tiang yang aman hingga mencapai tanah keras. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung aksial ijin pondasi tiang pancang tunggal dan kelompok berdasarkan data Standard Penetration Test (SPT) menggunakan metode Meyerhof dan Aoki-De Alencar, mengevaluasi efisiensi kelompok tiang, serta menentukan penurunan elastis pondasi pada proyek dermaga Pulau Tunda. Data sekunder berupa log pemboran teknik dan nilai N-SPT dari beberapa borehole digunakan sebagai acuan perhitungan teknis. Hasil investigasi geoteknik menunjukkan profil tanah terdiri dari aluvial lunak/pasir renggang pada kedalaman 0–12 meter, meningkat ke tingkat sedang pada kedalaman 12–28 meter, dan mencapai tanah keras (N-SPT > 50) pada kedalaman 32–40 meter. Hasil analisis daya dukung ijin tiang tunggal berdiameter 0,60 m pada kedalaman penetrasi 36 meter menunjukkan nilai daya dukung ijin aksial (Qijin) sebesar 1845,6 kN berdasarkan metode Meyerhof dan 1720,4 kN berdasarkan metode Aoki-De Alencar dengan faktor keamanan SF = 3. Evaluasi efisiensi kelompok tiang dengan konfigurasi 3x3 menghasilkan efisiensi sebesar 0,78 (Converse-Labarre), sehingga daya dukung kelompok tiang mencapai 12956,1 kN. Perhitungan penurunan elastis menunjukkan nilai total penurunan sebesar 18,4 mm, yang memenuhi syarat batas toleransi maksimum penurunan dermaga (< 25 mm). Hasil ini dikonfirmasi sejalan dengan temuan pendukung mengenai analisis geoteknik terapan pada proyek infrastruktur pesisir dan lereng.