Jeff Wilfred Mesah
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Prestasi Belajar IPS Tentang Mengenal Masalah Sosial Di Lingkungan Setempat Melalui Model Pembelajaran Cooperative Learning STAD Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Siuf Kec. Amarasi Timur Kab. Kupang: Indonesia Reky Banu; Jeff Wilfred Mesah; Yolis Djami
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70942/ciencias.v6i2.130

Abstract

Penulisan ilmiah dengan judul: “Peningkatan Prestasi Belajar IPS Tentang Mengenal Masalah Sosial di Lingkungan Setempat Melalui Model Pembelajaran Cooperative Learning – STAD Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Siuf Kec. Amarasi Timur Kab. Kupang”. Masalah penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan prestasi belajar IPS tentang mengenal masalah sosial di lingkungan setempat melalui model pembelajaran Cooperative Learning – STAD pada siswa Kelas IV SD Negeri Siuf. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan prestasi belajar IPS tentang masalah sosial di lingkungan setempat melalui model pembelajaran Cooperative Learning – STAD pada Siswa Kelas IV SD Negeri Siuf. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi. Tindakan pembelajaran yang dilakukan berprinsip pada peningkatan hasil pembelajaran yang dialami oleh siswa – siswi sendiri dalam belajar tentang masalah sosial di lingkungan setempat. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari tahapan – tahapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan model pembelajaran Cooperative Learning – STAD dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran tentang mengenal masalah sosial di lingkungan setempat yang dikhususkan tentang masalah kebakaran. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru yang mengajarkan masalah sosial lingkungan setempat pada kelas IV SD Negeri Siuf dengan menggunakan metode ceramah bervariasi rata – rata nilai hasil tes formatif adalah 57, 14 yakni yang tuntas mencapai KKM 19 orang. Setelah melakukan tindakan pada siklus I dengan menggunakan pendekatan Cooperative Learning –STAD siswa yang mampu menjadi 19 orang dengan nilai rata - rata 62,06 %, siswa yang tidak mampu 37,04%. Hasil observasi siklus I belum dapat dihentikan karena kemampuan siswa dalam menyampaikan hasil diskusi dan mengerjakan soal latihan belum mencapai KKM yang ditetapkan sekolah yakni 65%, untuk itu penelitian dilanjutkan pada siklus II. Setelah melakukan tindakan pada siklus II hasilnya meningkat 28 siswa yang mengikuti tes yang mampu, meningkat menjadi 85,71%, dan siswa yang tidak mampu menjadi 14,29%. Dengan demikian belajar menggunakan pendekatan Cooperative Learning – STAD pada materi mengenal masalah sosial lingkungan setempat khususnya kebakaran dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar pada siswa kelas IV SD Negeri Siuf Kec. Amarasi Timur Kab. Kupang.
Implementasi Program IDUKA (Link and Match) di Sekolah Menengah Kejuruan: Indonesia Lamijan Lamijan; Petrisia Anas Waluwandja; Yanrini Martha Anabokay; Yenssy Mervilen FanggidaE; Arnot Apsalon Kolnel; Yulinda Taebenu; Jeff Wilfred Mesah
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70942/ciencias.v7i1.148

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui: (1) konteks (context) Program IDUKA (Link and Match) meliputi (a) kualitas kompetensi siswa, (b) kebijakan dan tujuan Program IDUKA (Link and Match), (c) kesiapan pengelolaan Program IDUKA (Link and Match) Hasil penelitian menunjukkan: (1) Evaluasi terhadap konteks program IDUKA tergolong tinggi aspek ini terdiri dari: (a) Kualitas kompetensi yang dimiliki oleh siswa. (b) Kesesuaian pelaksanaan progam IDUKA dengan kebijakan dan tujuan yang ditetapkan oleh sekolah. (c) Kesiapan pengelolaan pelaksanaan yang dilakukan oleh sekolah tergolong tinggi.
Makna Tuturan Adat Ika Suti Masyarakat Desa Napi Kecamatan Kie Kabupaten Timor Tengah Selatan: Indonesia John Darwis Fallo; Richard Oematan; Temmy M. E. Ingunau; Jeff Wilfred Mesah
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70942/ciencias.v7i2.186

Abstract

Ritual adat ika suti dalam perkawinan adat menggunakan bahasa budaya yang terbilang halus dan unik. Selain itu, Bahasa yang digunakan dalam tuturan ritual adat ika suti dalam perkawinan adat tersebut memiliki makna budaya kebahasaan. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan makna budaya kebahasaan tuturan ritual adat ika suti masyarakat Desa Napi. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan teori lingusistik kebudayaan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan wawancara. Dalam melakukan teknik simak, diterapkan teknik perekaman sebagai teknik dasarnya. Kemudian dilanjutkan dengan teknik lanjutan berupa teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Selanjutnya dilakukan teknik wawancara terstruktur dan tak terstruktur. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif dielektif. Hasil penelitian ditemukan berbagai makna budaya kebahasaan yang terdapat dalam tuturan ritual adat ika suti masyarakat Desa Napi pada masyarakat suku Amanuban di Kabupaten Timor Tengah Selatan yakni, Pertama, makna psikologis yang didalamnya terdapat makna percaya diri, makna motivasi dan makna kasih sayang. Kedua, makna filosofis yang didalamnya terdapat, makna menyadari kedudukan sebagai istri, makna berpengertian dan makna keterampilan.
Ritual Adat Hapo Ana (Syukuran Bayi Baru Lahir) Oleh Penganut Jingitiu Di Sabu Raijua: Indonesia Mani S. Nawa; Jeff Wilfred Mesah; Omiano Sabu
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70942/ciencias.v8i1.239

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Apa makna dan nilai dari ritual adat hapo ana (syukuran bayi baru lahir) oleh penganut jingitiu di Desa Eimadake Kecamatan sabu Tengah Kabupaten sabu raijua. Yang menjadi lokasi penelitian adalah Desa eimadake Kecamatan sabu tengah Tengah Kabupaten sabu raijua, alasan peneliti mengambil lokasi ini karena di Desa eimadake masih melakukan tradisi ini dan belum pernah ada yang melakukan penelitian ilmiah tentang kebudayaan. Suatu kebudayaan dapat dirumuskan sebagai seperangkat nilai-nilai dan cara berlaku (artinya kebiasaan) yang dipelajari pada umumnya dimiliki oleh para warga dari suatu masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam ritual adat hapo ana (syukuran bayi baru lahir) oleh penganutu jingitiu  dikatakan membudaya, karena dalam setiap masyarakat jingitiu yang melahirkan harus ada ritual adat hapo ana di Desa Eimadake.  Makna ritual adat hapo ana (syukuran bayi baru lahir) oleh penganut jingitiu  yakni merupakan ungkapan rasa syukur keluarga atas karunia yang diberikan dan juga proses ritual yang dilakukan merupakan proses dimana seorang anak secara resmi diakui keberadaannya di tengah masyarakat dengan keyakinan bahwa anak yang di Hapo Ana nantinya akan tumbuh menjadi anak yang berguna dalam kehidupan keluarga serta membanggakan keluarga.