Literasi karawitan anak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memainkan instrumen, tetapi juga pemahaman terhadap nama, bentuk, struktur, karakteristik, dan pola tabuhan gending. Di Sanggar Seni Kencana Jati, Giriwoyo, Wonogiri, peserta telah memiliki pengalaman memainkan gamelan, tetapi pemahaman konseptual terhadap ragam gending lancaran belum seimbang dengan kemampuan praktiknya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi karawitan anak melalui pelatihan ragam gending lancaran. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan 20 anak anggota sanggar melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, demonstrasi, praktik terbimbing, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan berdasarkan kemampuan peserta dalam menyebutkan nama dan karakteristik gending, mengenali struktur penyajian, mengidentifikasi pola tabuhan, serta mempraktikkan ragam gending lancaran secara berkelompok. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta dapat mengidentifikasi beberapa ragam gending lancaran, menjelaskan unsur dasar penyajiannya, mengikuti pola tabuhan sesuai instrumen, dan memainkan gending secara bersama-sama dengan koordinasi antarpemain yang lebih baik selama proses latihan. Peserta juga menunjukkan partisipasi aktif melalui diskusi, praktik, dan tutor sebaya. Kegiatan ini memberikan pengalaman pembelajaran karawitan yang mengintegrasikan pemahaman konseptual dan praktik musikal sebagai bagian dari upaya pelestarian seni tradisional di lingkungan sanggar.