Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Mewujudkan Lingkungan yang Bebas Bullying melalui Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Karakter di SD Negeri Sekip Surakarta Okthia Maharani; Rifqi Faris Azzaki; Endrise Septina Rawanoko
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v1i4.122

Abstract

Bullying masih menjadi permasalahan serius di sekolah dasar karena dapat mengganggu perkembangan sosial, emosional, dan akademik siswa. Lingkungan belajar yang belum sepenuhnya aman membuat sebagian siswa rentan mengalami perundungan, terutama dalam bentuk verbal seperti ejekan fisik yang menurunkan rasa percaya diri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk bullying yang terjadi di SD Negeri Sekip Surakarta serta menjelaskan upaya pencegahannya melalui penanaman nilai-nilai pendidikan karakter. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap guru serta siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying yang paling dominan adalah bullying verbal berupa pemberian julukan negatif terkait fisik. Faktor penyebabnya meliputi kurangnya pengawasan, perbedaan latar belakang keluarga, dan rendahnya empati siswa. Upaya pencegahan dilakukan melalui penanaman nilai empati, toleransi, kepedulian, dan disiplin melalui pembelajaran, pembiasaan, keteladanan guru, serta kerja sama dengan orang tua. Penanaman nilai karakter terbukti membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman, inklusif, dan kondusif bagi perkembangan siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendidikan karakter sebagai strategi berkelanjutan dalam mencegah bullying di sekolah dasar.
Analisis Implementasi Nilai Disiplin Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Melalui Budaya Sekolah Dan Program Makan Bergizi Gratis Muhammad Shendi Rahmadani; Nizham Hafidz Baihaqi; Endrise Septina Rawanoko
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v1i4.126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai disiplin dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila melalui budaya sekolah dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu SD Negeri di Kota Surakarta. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai disiplin diinternalisasikan melalui strategi Pembelajaran Pendidikan Pancasila yang meliputi penerapan aturan kelas, pengelolaan diskusi, dan pembiasaan tertib selama proses belajar. Budaya sekolah yang diterapkan setiap hari seperti Senin Nasionalis, Rabu Literasi, Kamis Religi, dan Jumat Bersih turut memperkuat pembiasaan perilaku disiplin siswa dalam aspek ketepatan waktu, kebersihan, dan tanggung jawab. Selain itu, program MBG berkontribusi dalam membentuk disiplin melalui kegiatan antre, mengatur porsi makan, serta menjaga kebersihan lingkungan makan, meskipun masih ditemukan beberapa tantangan seperti sisa makanan dan penggunaan bumbu tambahan. Secara keseluruhan, integrasi antara pembelajaran PPKn, budaya sekolah, dan program MBG menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter disiplin secara konsisten pada peserta didik sekolah dasar.
Penguatan Civic Disposition Siswa melalui Program Wisata Edukasi Benteng Pancasila: Pendekatan Kuasi-Eksperimen One Group Pretest Posttest Endrise Septina Rawanoko; Bramastia Bramastia; Leo Agung Sutimin; Triyanto Triyanto; Winarno Winarno; Deni Zein Tarsidi; Djono Djono; Andrea Salsalova
Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/ped.v5i2.1875

Abstract

This study investigates the effectiveness of the Benteng Pancasila educational tourism program in strengthening students’ civic disposition amid concerns about declining engagement with national values in the era of globalization. The research addresses the central question of how educational tourism contributes to enhancing key civic qualities such as nationalism, tolerance, social concern, and civic participation. Employing a quasi-experimental One Group Pretest Posttest design supported by qualitative observations and interviews, the study provides both statistical and contextual insights. The results show a substantial improvement in students’ civic disposition, with the average score increasing from 3.06 in the pretest to 4.07 in the posttest, indicating a 32.9% gain. Qualitative evidence further reveals heightened emotional involvement, reflective thinking, and deeper understanding as students engaged with the learning environment. These findings demonstrate that educational tourism at Benteng Pancasila functions as an effective contextual learning strategy for cultivating national character and reinforcing the broader aims of Pancasila-based civic education.
THE EFFECTIVENESS OF THE BHINNEKA TUNGGAL IKA COCURRICULAR MODULE BASED ON DEEP LEARNING TO IMPROVE STUDENTS’ NATIONALISM Ferry Sulistiyono; Triyanto; Endrise Septina Rawanoko
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 3 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20565060

Abstract

Globalization will impact the mindset and character of students so that it is required to strengthen nationalism that internalizes the values ​​of Bhinneka Tunggal Ika in co-curricular learning. This study aims to measure the effectiveness of the Bhinneka Tunggal Ika co-curricular module based on deep learning to improve the nationalism of elementary school students. The approach used in this study is a quantitative study with a one-group pretest-posttest design with 25 students as research subjects. The instrument used in this study is a nationalism questionnaire that has been tested for validity and reliability. The data obtained were analyzed descriptively and using the N-gain formula to determine the effectiveness of the use of the Bhinneka Tunggal Ika co-curricular module based on deep learning. The results showed that the average pretest score was 59.36 in the medium category and increased by 21.21 to 80.48 in the posttest and was in the high category. The N-gain calculation showed a value of 0.52 which was in the medium category. This N-gain value indicates that the deep learning-based Bhinneka Tunggal Ika co-curricular module is effective in enhancing students' nationalism. Deep learning can encourage students to understand and internalize the values ​​of Bhinneka Tunggal Ika more deeply and meaningfully. Therefore, the deep learning-based Bhinneka Tunggal Ika co-curricular module can be used as an alternative strategy in strengthening character education in elementary schools, particularly in fostering sustainable student nationalism.
Pendidikan Pancasila dan Budaya Sekolah Sebagai Penguatan Karakter Karakter Peserta Didik di SD Negeri Sumber 6 Surakarta Adelia Primadani; Anggita Widyasti; Fatimah Mirra Nur Ridah; Endrise Septina Rawanoko
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.7377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pendidikan pancasila dan budaya sekolah berperan sebagai upaya terpadu dalam memperkuat pendidikan karakter peserta didik di SD Negeri Sumber 6 Surakarta. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatifmelalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan pancasila tidak hanya diarahkan pada pencapaian kompetensi pengetahuan tetapi juga ada pembentukan karakter melalui model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan Problem Based Learning (PBL) yang memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mempraktikkan nilai-nilaia tanggung jawab, kerja sama, kedisiplinan, empati serta pengambilan keputusan etis. Selain itu, budaya sekolah memperkuat internalisasi nilai Pancasila melalui pembiasaan harian yang konsisten seperti upacara bendera, kegiatan religi, litersi, apel pagi, lagu daerah, jumat bersih, olahraga, program adiwiyata serta kegiatan sedekah dan zakat fitrah. Kegiatan ekstrakurikuler seperti tari dan membatik turut membentuk kreativitas, kemandirian dan rasa cinta terhadap budaya lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan karakter di SD Negeri Sumber 6 Surakarta terbentuk melalui sinergi antara pembelajaran Pendidikan Pancasila yang terstruktur dan budaya sekolah yang berkesinambungan.
Analisis Penerapan Budaya Sekolah sebagai Upaya Penguatan Pendidikan Karakter di SDN Makamhaji 04 Kartasura Diva Hapsari; Fitri Nur Hidayati; Hendra Nurjanna Wijaya; Endrise Septina Rawanoko
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.7419

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh lemahnya implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar, yang terlihat dari rendahnya karakter disiplin, tanggung jawab, dan integritas siswa. Budaya sekolah dipandang sebagai instrumen strategis untuk membangun pembiasaan karakter yang konsisten dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penerapan budaya sekolah di SDN Makamhaji 04 Kartasura, proses internalisasi nilai karakter melalui budaya sekolah, serta faktor pendukung, penghambat, dan strategi penyelesaian dari sekolah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara terhadap kepala sekolah dan guru kelas. Analisis dilakukan untuk menggambarkan pelaksanaan budaya sekolah dan efektivitasnya dalam penguatan karakter siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah diterapkan melalui pembiasaan 5S, upacara atau apel pagi, literasi religius, kegiatan fisik, serta program kebersihan yang berfungsi untuk menanamkan nilai religius, disiplin, integritas, nasionalisme, tanggung jawab, dan kepedulian lingkungan. Keberhasilan penerapan ini didukung oleh komitmen guru dan kepala sekolah serta dukungan sarana dan prasarana sekolah. Hambatan muncul dari variasi karakter siswa, rendahnya antusiasme sebagian siswa, beban administrasi guru, serta kurangnya pembiasaan di rumah dan lingkungan sekitar. Simpulan menunjukkan bahwa budaya sekolah di SDN Makamhaji 04 berfungsi efektif sebagai mekanisme pembentukan karakter melalui pembiasaan, keteladanan, dan pengelolaan sekolah yang konsisten, sehingga layak menjadi model praktik penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar.
Implementasi Sikap Gotong Royong Pada Pembelajaran PPkn di SD Negeri Tunggulsari 1 No. 72 Surakarta Adela Fisca Dian Saputri; Andrian Maulana Ihsan; Destia Nur Khasanah; Endrise Septina Rawanoko
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.7420

Abstract

Dalam penelitian ini, sikap gotong royong diterapkan dalam pembelajaran PPkn di SD Negeri Tunggulsari 1 No.72 Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan fokus pada penerapan nilai gotong royong antara guru PPkn dan siswa SDN Tunggulsari 1 Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskusi kelompok, kerja bakti kelas, proyek kebersihan lingkungan, dan kolaborasi dalam tugas tematik serta observasi dan dokumentasi kegiatan gotong royong di sekolah merupakan contoh dari nilai gotong royong. Guru memainkan peran penting dalam membangun sikap saling membantu, bekerja sama, dan menghargai perbedaan pendapat siswa. Budaya sekolah yang baik, dukungan kepala sekolah, dan kebiasaan kerja sama siswa adalah semua faktor yang mendukung penerapan nilai gotong royong. Salah satu masalahnya adalah siswa masih individualis dalam kelompok dan tidak konsisten dalam berpartisipasi aktif. Menurut penelitian ini, pembelajaran PPkn di SD Negeri Tunggulsari 1 No. 72 Surakarta telah menjadi metode yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai gotong royong melalui kegiatan yang dilakukan secara nyata di sekolah.
Peran Budaya Sekolah dalam Membangun Pendidikan Karakter yang Berkelanjutan: Studi Kasus di SD Negeri Tunggulsari 1 Ghazy Nabil Musyaffa; Nisrina Julia Firmayanti; Putri Lelyana Devi; Endrise Septina Rawanoko
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.7480

Abstract

Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam membentuk peserta didik yang berakhlak, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran budaya sekolah dalam membentuk karakter siswa di SD Negeri Tunggulsari 1 melalui berbagai kegiatan pembiasaan mingguan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian diuji keabsahannya melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan seperti upacara bendera, Selasa Religi, latihan Kepramukaan, Jumat Literasi, Jumat Bersih, dan Jumat Sehat berkontribusi signifikan terhadap penanaman nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Meski demikian, efektivitas internalisasi nilai masih dipengaruhi oleh konsistensi pembiasaan, keteladanan guru, serta dukungan orang tua. Temuan ini menegaskan bahwa budaya sekolah yang terstruktur, konsisten, dan didukung seluruh warga sekolah berperan penting dalam membangun karakter peserta didik secara berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan variasi pembiasaan, peningkatan evaluasi program, kolaborasi dengan orang tua dan komunitas, serta pengembangan dokumentasi digital untuk memaksimalkan pembentukan karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila.
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS DI SD NEGERI MAKAMHAJI 04 SUKOHARJO TERHADAP PEMBENTUKAN SIKAP TANGGUNG JAWAB PADA SISWA KELAS IV Alyaa Farica Fauziyah; Annisa Rizqi Wahyuni; Annisa Waffiq Aziizah; Endrise Septina Rawanoko
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.7483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Makamhaji 04 Sukoharjo serta meninjau kontribusinya terhadap pembentukan sikap tanggung jawab siswa kelas IV. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program MBG berjalan baik dan terorganisasi melalui kerja sama antara sekolah dan UMKM lokal yang menjaga kualitas serta kebersihan makanan. Guru berperan penting dalam mengatur kegiatan, memberi arahan, dan menanamkan nilai-nilai karakter selama proses makan bersama. Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga menjadi media pembelajaran karakter yang efektif, terutama dalam menumbuhkan tanggung jawab pribadi dan sosial seperti menghabiskan makanan, menjaga kebersihan, serta menghormati pemberian. Meskipun terdapat kendala seperti perbedaan selera makan dan sisa makanan, upaya edukatif dan pembiasaan yang konsisten berhasil meminimalkan masalah tersebut. Secara keseluruhan, Program MBG berkontribusi nyata dalam mendukung pembentukan karakter siswa sekaligus memperkuat sinergi antara kebijakan gizi nasional dan pendidikan karakter di sekolah dasar.
DAMPAK PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN GURU PADA PEMBELAJARAN PPKN KELAS TINGGI DI SDN 1 BONYOKAN Dzaky Adiyatma Rudhianto; Galuh Dita Agnesia Pratama; Nidhom Faza Setiawan; Endrise Septina Rawanoko
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.7484

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memegang peranan penting dalam membentuk karakter serta kemampuan kewargaan peserta didik di sekolah dasar. Peningkatan kualitas pembelajaran dapat dilakukan melalui penggunaan media pembelajaran yang mampu menarik perhatian, menumbuhkan motivasi, dan meningkatkan keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini bertujuan menggambarkan variasi media yang dimanfaatkan oleh guru, cara media tersebut diintegrasikan ke dalam kegiatan belajar, serta pengaruhnya terhadap keaktifan dan pemahaman siswa kelas tinggi di SDN 01 Bonyokan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai media seperti video, gambar, dan presentasi digital, yang secara nyata membantu meningkatkan interaksi serta pemahaman siswa terhadap materi PPKn, terutama pada pembahasan nilai-nilai Pancasila dan norma kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, pemanfaatan media masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan jaringan internet, kurangnya perangkat pendukung, serta pengaturan waktu pembelajaran yang belum maksimal. Di samping itu, media pembelajaran jarang digunakan dalam proses evaluasi yang masih didominasi oleh metode tradisional. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran memberikan dampak positif bagi proses pembelajaran PPKn, namun efektivitasnya perlu ditingkatkan melalui penyediaan sarana yang memadai, peningkatan kompetensi guru, dan perencanaan pembelajaran yang lebih terstruktur.