Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PELATIHAN DAN SOSIALISASI PEMELIHARAAN BIBIT MANGROVE SEBAGAI UPAYA KONSERVASI BERKELANJUTAN DESA SUNGSANG IV, SUMATRA SELATAN Yuniar Harvianti; Muhammad Komarul Huda; Ayu Safitri; Syafrina Lamin; Dwi Puspa Indriani; Yadi Oktariansyah; Doni Setiawan; Sarno; Singgih Tri Wardana; Guntur Pragustiandi
SIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): SIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, September 2026
Publisher : FTIK UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/q1yasw62

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran ekologis yang strategis sebagai pelindung kawasan pesisir dari abrasi, penyerap dan penyimpan karbon biru, serta penopang produktivitas sumber daya perikanan. Namun, keberlanjutan fungsi tersebut kerap terkendala oleh terbatasnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan teknik pembibitan dan pemeliharaan bibit mangrove yang tepat. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pelatihan dan sosialisasi pemeliharaan bibit mangrove di Desa Sungsang IV, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, sebagai upaya nyata mendukung konservasi pesisir berkelanjutan sangat perlu dilakukan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai fungsi ekologis, ekonomi, dan sosial mangrove sekaligus membekali keterampilan praktis dalam pemilihan, penyemaian, dan perawatan bibit. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat desa, kelompok nelayan, mahasiswa, dosen, dan perangkat desa, meliputi tahap sosialisasi, pelatihan teknis, demonstrasi lapangan, pendampingan, hingga evaluasi berbasis kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme dan keterlibatan masyarakat yang tinggi dalam proses penanaman dan pengelolaan awal arboretum. Berdasarkan hasil evaluasi, rata-rata tingkat pemahaman peserta meningkat dari 38,4% sebelum kegiatan menjadi 92,2% setelah kegiatan, dengan peningkatan rata-rata sebesar 53,8%. Hasil ini menunjukkan bahwa metode pelatihan dan sosialisasi yang digunakan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat secara signifikan. Peningkatan tertinggi ditemukan pada parameter pemahaman mengenai arboretum, yaitu sebesar 68,5%, diikuti oleh pemahaman manfaat arboretum sebesar 65,7% dan pemahaman langkah pelestarian bibit mangrove sebesar 60,0%. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif berbasis pelatihan dan sosialisasi efektif membangun kapasitas dan kesadaran masyarakat pesisir, sekaligus memperkuat komitmen kolektif dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove sebagai aset ekologis dan ekonomi jangka panjang bagi Desa Sungsang IV