Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi edukatif dan partisipatif dalam pengenalan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk kemandirian kesehatan Desa Pulau Semambu Nita Aminasih; Hary Widjajanti; Yuniar Harvianti; Trissa Silvian; Khosy Khoirunnisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38658

Abstract

Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, organisasi perempuan tingkat desa (PKK) Desa Pulau Semambu dalam budidaya dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). TOGA dipilih sebagai alternatif peningkatan kemandirian kesehatan berbasis potensi lokal. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya literasi kesehatan terkait jenis tanaman obat, manfaat, serta teknik pengolahan dan pemanfaatannya untuk penanganan penyakit ringan. Selain itu, belum tersedia media edukasi yang dapat diakses sebagai panduan praktik berkelanjutan. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahap: survei awal, sosialisasi, pelatihan budidaya dan pengolahan TOGA, penyediaan buku saku dan media digital, serta pendampingan lapangan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, praktik langsung, dan pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang tanaman obat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Mayoritas peserta menyatakan mendapat pemahaman baru terkait budidaya TOGA dan mulai menerapkannya di pekarangan rumah. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya pemanfaatan tanaman obat sebagai solusi kesehatan yang mudah diakses, ekonomis, dan ramah lingkungan. Rencana tindak lanjut berupa pembentukan Kelompok TOGA Desa Pulau Semambu dan pendampingan lanjutan disusun untuk menjamin keberlanjutan program. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menambah kemampuan pengetahuan masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan kesehatan keluarga dan mendukung pelestarian kearifan lokal berbasis tanaman obat. Kata kunci: tanaman obat keluarga; literasi kesehatan; keterlibatan masyarakat; pelestarian pengetahuan lokal; ketahanan kesehatan keluarga. Abstract This community service program was developed to address low health literacy regarding medicinal plants and inadequate access to educational resources in Semambu Island Village. The initiative aimed to enhance PKK women's knowledge and skills in cultivating and using Family Medicinal Plants (TOGA) as a sustainable, accessible health solution. Through a participatory approach encompassing surveys, socialization activities, hands-on training in TOGA cultivation and processing, distribution of educational materials, and continuous field mentoring, the program engaged community members directly in the learning process. Results revealed significant improvements in participants' understanding of medicinal plant types, their health benefits, and processing techniques. Most notably, the majority of participants successfully implemented TOGA cultivation in their home gardens and began applying herbal remedies to manage minor illnesses. Beyond individual skill acquisition, the program fostered collective awareness about medicinal plants as an economical and environmentally friendly alternative to conventional healthcare. To ensure long-term sustainability, the Semambu Island Village TOGA Group was established with plans for ongoing mentoring. This initiative not only enhanced community capacity and health literacy but also strengthened family health resilience while preserving valuable local knowledge about medicinal plants for future generations. Keywords: family medical plants; health literacy; community engagement; local wisdom preservation; family health resilience.
Edukasi Biologi Sebagai Ilmu Hayati Terapan dalam Meningkatkan Pemahaman dan Minat Siswa Sma IT Raudhatul Ulum Ogan Ilir Laila Hanum Hanum; Hary Widjajanti; Indra Yustian; Arum Setiawan; Elisa Nurnawati; Singgih Tri Wardhana; Endri Junaidi; Yadi Oktariansyah; Yuniar Harvianti
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8stcek83

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan minat siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) terhadap bidang Biologi melalui pendekatan berbasis konservasi dan bioteknologi. Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap ruang lingkup keilmuan Biologi serta terbatasnya informasi mengenai prospek karier lulusan Biologi. Kegiatan dilaksanakan di SMA IT Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, Kabupaten Ogan Ilir, dengan metode sosialisasi, pemaparan materi, serta diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh parameter yang diukur, meliputi pengetahuan tentang jurusan Biologi, pemahaman ruang lingkup kajian, serta pemahaman peluang kerja lulusan. Selain itu, ketertarikan siswa untuk melanjutkan studi di bidang Biologi juga mengalami peningkatan setelah kegiatan berlangsung. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga mengubah persepsi siswa terhadap Biologi menjadi lebih aplikatif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi berbasis konservasi dan bioteknologi ini efektif dalam meningkatkan literasi sains serta minat siswa terhadap Biologi, sehingga berpotensi mendukung pengembangan sumber daya manusia yang peduli terhadap lingkungan dan berorientasi pada pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan.
Aktivitas Antagonistik Konsorsium Bakteri Rhizosfer (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dalam Meningkatkan Penghambatan Pertumbuhan Rhizoctonia solani Kühn Secara In Vitro Yuniar Harvianti; Rina Sri Kasiamdari
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14, No 2 (2026): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpb.v14i2.25107

Abstract

Penyakit hawar pelepah yang disebabkan oleh Rhizoctonia solani Kühn merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya padi. Pengendalian biologis menggunakan bakteri rhizosfer Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) menjadi alternatif ramah lingkungan yang potensial. PGPR dipilih karena mampu mengkolonisasi perakaran dan menekan patogen melalui antibiosis, kompetisi nutrisi, enzim litik, dan induksi ketahanan tanaman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antagonistik konsorsium bakteri PGPR yang diisolasi dari sawah organik (KISO) dan nonorganik (KISN) dalam menghambat pertumbuhan R. solani secara in vitro. Pengujian dilakukan melalui uji antagonis dual culture, pengamatan abnormalitas hifa, penghambatan perkecambahan sklerotium, serta pembentukan lesi pada daun padi. KISN menunjukkan penghambatan pertumbuhan hifa tertinggi (85,66%) disertai abnormalitas hifa berupa pengecilan, pelengkungan, dan lisis, sedangkan KISO menghambat hifa sebesar 43,33%. Kedua konsorsium menghambat sepenuhnya perkecambahan sklerotium (0% perkecambahan). Pada daun padi, KISO menekan perkembangan lesi sebesar 73% (skor keparahan 2), sedangkan KISN menunjukkan daya hambat 100% (skor 0). Temuan ini menunjukkan bahwa kedua konsorsium, terutama KISN, memiliki aktivitas antagonis yang kuat terhadap R. solani secara in vitro dan layak diuji lebih lanjut pada skala rumah kaca dan lapang.Kata Kunci:           PGPR, Rhizoctonia solani, konsorsium bakteri, antagonis, hawar pelepah padi
PELATIHAN DAN SOSIALISASI PEMELIHARAAN BIBIT MANGROVE SEBAGAI UPAYA KONSERVASI BERKELANJUTAN DESA SUNGSANG IV, SUMATRA SELATAN Yuniar Harvianti; Muhammad Komarul Huda; Ayu Safitri; Syafrina Lamin; Dwi Puspa Indriani; Yadi Oktariansyah; Doni Setiawan; Sarno; Singgih Tri Wardana; Guntur Pragustiandi
SIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): SIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, September 2026
Publisher : FTIK UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/q1yasw62

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran ekologis yang strategis sebagai pelindung kawasan pesisir dari abrasi, penyerap dan penyimpan karbon biru, serta penopang produktivitas sumber daya perikanan. Namun, keberlanjutan fungsi tersebut kerap terkendala oleh terbatasnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan teknik pembibitan dan pemeliharaan bibit mangrove yang tepat. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pelatihan dan sosialisasi pemeliharaan bibit mangrove di Desa Sungsang IV, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, sebagai upaya nyata mendukung konservasi pesisir berkelanjutan sangat perlu dilakukan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai fungsi ekologis, ekonomi, dan sosial mangrove sekaligus membekali keterampilan praktis dalam pemilihan, penyemaian, dan perawatan bibit. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat desa, kelompok nelayan, mahasiswa, dosen, dan perangkat desa, meliputi tahap sosialisasi, pelatihan teknis, demonstrasi lapangan, pendampingan, hingga evaluasi berbasis kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme dan keterlibatan masyarakat yang tinggi dalam proses penanaman dan pengelolaan awal arboretum. Berdasarkan hasil evaluasi, rata-rata tingkat pemahaman peserta meningkat dari 38,4% sebelum kegiatan menjadi 92,2% setelah kegiatan, dengan peningkatan rata-rata sebesar 53,8%. Hasil ini menunjukkan bahwa metode pelatihan dan sosialisasi yang digunakan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat secara signifikan. Peningkatan tertinggi ditemukan pada parameter pemahaman mengenai arboretum, yaitu sebesar 68,5%, diikuti oleh pemahaman manfaat arboretum sebesar 65,7% dan pemahaman langkah pelestarian bibit mangrove sebesar 60,0%. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif berbasis pelatihan dan sosialisasi efektif membangun kapasitas dan kesadaran masyarakat pesisir, sekaligus memperkuat komitmen kolektif dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove sebagai aset ekologis dan ekonomi jangka panjang bagi Desa Sungsang IV