Khairunnisa
Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Digital Overstimulation Pada Anak Usia Dini: Dampaknya Terhadap Atensi, Regulasi Emosi, Dan Perilaku Khairunnisa; Idah Maulidah; Mimin Muthoharoh
IJIGAEd: Indonesian Journal of Islamic Golden Age Education Vol. 4 No. 2 (2024): IJIGAEd: Indonesian Journal of Islamic Golden Age Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/m71p8d43

Abstract

Paparan konten digital berdurasi pendek dan berganti cepat kerap dianggap sebagai stimulasi yang wajar bahkan bermanfaat bagi anak usia dini, padahal intensitas dan kecepatan paparan tersebut berpotensi menimbulkan overstimulasi yang mengganggu kemampuan dasar anak dalam memusatkan perhatian, mengelola emosi, dan berperilaku sesuai konteks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak digital overstimulation terhadap atensi, regulasi emosi, dan perilaku anak usia dini melalui tinjauan literatur naratif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain tinjauan naratif (narrative review), data dihimpun dari artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2021 hingga 2026 dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan sintesis tematik naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa paparan konten digital berkecepatan tinggi berkaitan dengan penurunan rentang atensi anak, peningkatan perilaku emosional seperti tantrum dan impulsivitas sebagai indikator regulasi emosi yang terganggu, serta perubahan perilaku berupa ketergantungan pada stimulasi instan dan menurunnya toleransi terhadap aktivitas yang membutuhkan kesabaran. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyusunan kerangka analisis tiga dimensi, yaitu atensi, regulasi emosi, dan perilaku, yang mengintegrasikan temuan-temuan yang selama ini tersebar dan dibahas secara terpisah pada masing-masing dimensi, sekaligus menawarkan peta dampak yang lebih utuh bagi pendidik anak usia dini dalam merancang respons pedagogis terhadap digital overstimulation.
Pendidikan Multikultural Berbasis Literasi Digital Dalam Menumbuhkan Toleransi Anak Usia Dini Khairunnisa; Omah Rochmah; Nazwa Aulia Ramadani
IJIGAEd: Indonesian Journal of Islamic Golden Age Education Vol. 5 No. 1 (2024): IJIGAEd: Indonesian Journal of Islamic Golden Age Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/48fhpn30

Abstract

Keberagaman budaya dan agama di Indonesia idealnya menjadi kekayaan yang dikenalkan sejak usia dini melalui pendidikan multikultural, namun keterbatasan media pembelajaran konkret kerap membuat pengenalan keberagaman berhenti pada penyampaian informasi tanpa pengalaman yang benar-benar menumbuhkan sikap toleransi anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan multikultural berbasis literasi digital serta menganalisis kontribusinya terhadap tumbuhnya sikap toleransi anak usia dini terhadap keberagaman budaya dan agama. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus pada taman kanak-kanak multietnis dan multiagama, melibatkan kepala sekolah, guru kelompok B, dan anak didik sebagai partisipan, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang keabsahannya diuji melalui kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital seperti video animasi dan simulasi virtual mengenai rumah ibadah dan tradisi budaya cukup efektif meningkatkan pengenalan anak terhadap keberagaman, namun sikap toleransi yang lebih dalam, seperti kesediaan bermain lintas latar belakang dan rasa ingin tahu positif terhadap tradisi lain, baru tumbuh optimal ketika pengenalan digital tersebut ditindaklanjuti dengan interaksi langsung dan pembiasaan sehari-hari di kelas. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemetaan mekanisme bertahap yang menghubungkan literasi digital, pengenalan keberagaman, dan tumbuhnya sikap toleransi anak usia dini, sekaligus menawarkan model penguatan yang memadukan media digital dengan interaksi sosial langsung sebagai strategi paling efektif dalam pendidikan multikultural PAUD.   
Beyond Physical Abuse: Dampak Pengungkitan Pengorbanan Orang Tua Dan Kekerasan Verbal Terhadap Kesehatan Mental Anak Khairunnisa; Casta; Ela Laelasari
IJIGAEd: Indonesian Journal of Islamic Golden Age Education Vol. 5 No. 1 (2024): IJIGAEd: Indonesian Journal of Islamic Golden Age Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/hbr9tn94

Abstract

Kekerasan terhadap anak di lingkungan keluarga sering dipahami secara sempit sebagai kekerasan fisik yang meninggalkan bekas kasat mata, padahal kata-kata yang mengungkit pengorbanan orang tua dan kekerasan verbal turut berpotensi merusak kesehatan mental anak meski tidak meninggalkan luka fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak pengungkitan pengorbanan orang tua dan kekerasan verbal sebagai bentuk emotional abuse terhadap kesehatan mental anak usia dini di TKIT Al-Umm. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal, data dihimpun melalui wawancara mendalam dengan anak yang menjadi korban dan dianalisis menggunakan model interaktif reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa anak yang menjadi subjek penelitian mengalami perasaan tidak berharga, tidak memiliki rumah sebagai ruang yang nyaman dan aman, enggan berada di rumah, serta kekurangan ekspresi afeksi berupa pelukan, pujian, dan panggilan sayang dari orang tuanya. Kontribusi penelitian ini terletak pada dokumentasi empiris kasus emotional abuse berbasis pengungkitan pengorbanan orang tua, sebuah bentuk kekerasan verbal yang selama ini jarang dikaji secara terpisah dari kekerasan verbal pada umumnya, sekaligus memperkuat urgensi deteksi dini emotional abuse pada jenjang pendidikan anak usia dini melalui sudut pandang anak sebagai pihak yang mengalaminya secara langsung.
Pengasuhan Digital Atau Bahasa Kasih: Menelaah Ulang Perkembangan Emosional Anak Usia Dini Studi Kasus Di TK Sains Al Batani Pada Era Society 5.0 Eman Sulaeman; Khairunnisa; Herawati
IJIGAEd: Indonesian Journal of Islamic Golden Age Education Vol. 6 No. 1 (2025): IJIGAEd: Indonesian Journal of Islamic Golden Age Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/2v88xc14

Abstract

Kemudahan mengakses gawai edukatif di era Society 5.0 kerap dianggap cukup untuk mendukung tumbuh kembang anak, padahal perkembangan emosional anak usia dini juga sangat bergantung pada kedekatan afektif yang tidak selalu hadir dalam interaksi berbasis layar. Penelitian ini bertujuan menelaah bagaimana pola pengasuhan digital dan pola bahasa kasih diterapkan orang tua anak kelompok B di TK Sains Al Batani serta menganalisis kontribusi keduanya terhadap perkembangan emosional anak. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan orang tua, guru kelas, dan anak kelompok B sebagai subjek penelitian, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi terstruktur, observasi partisipan, dan lembar isian indikator perkembangan emosional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan digital lebih banyak berkontribusi pada stimulasi kognitif dan hiburan bersama, sementara indikator emosional seperti regulasi emosi, kepercayaan diri, dan kelekatan aman lebih kuat berkembang pada anak yang orang tuanya konsisten menerapkan bahasa kasih berupa sentuhan fisik, kata-kata afirmatif, dan waktu berkualitas tanpa gawai. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemetaan kontribusi diferensial antara pengasuhan digital dan bahasa kasih terhadap perkembangan emosional anak usia dini, sekaligus menawarkan pandangan bahwa keduanya tidak harus dipertentangkan, melainkan perlu dikombinasikan secara sengaja agar pengisian tangki cinta anak tidak tergantikan oleh kepraktisan gawai semata.    
Kolaborasi Sekolah, Keluarga, Masyarakat Dalam Membangun Budaya Perlindungan Anak Bebas Perundungan Di RA Mubarokah Taufiqurrahman; Khairunnisa; Azza Nurlailah
IJIGAEd: Indonesian Journal of Islamic Golden Age Education Vol. 6 No. 1 (2025): IJIGAEd: Indonesian Journal of Islamic Golden Age Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/57a5ym90

Abstract

Perundungan pada anak usia dini kerap luput dari perhatian karena dianggap sebagai bagian wajar dari interaksi bermain, padahal tindakan seperti ejekan dan cubitan yang berulang dapat membekas pada perkembangan sosial emosional anak sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk perundungan yang dialami anak usia dini di RA Mubarokah serta merumuskan model kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sebagai pendekatan perlindungan anak dalam membangun budaya sekolah yang bebas dari perundungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal, data dihimpun melalui wawancara awal dengan pihak sekolah dan dianalisis menggunakan model interaktif reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa anak yang menjadi subjek kajian mengalami perundungan verbal berupa ejekan dan perundungan non-verbal berupa cubitan yang dilakukan secara berulang oleh teman sebaya, sebuah pola yang konsisten dengan karakteristik perundungan usia dini yang cenderung berskala kecil namun berulang. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyusunan kerangka kolaborasi tri pihak yang secara khusus dioperasionalkan untuk jenjang pendidikan anak usia dini, sebuah ranah yang selama ini lebih banyak dibahas pada jenjang sekolah dasar dan menengah, sekaligus menjadi pijakan awal bagi RA Mubarokah untuk mengembangkan mekanisme deteksi dini dan penanganan perundungan yang melibatkan guru, orang tua, dan lingkungan sekitar secara terpadu.  
Dampak Pengungkitan Biaya Pendidikan Dan Pengorbanan Orang Tua Terhadap Psikologis Anak Khairunnisa; Neni Sumarni; Faiqotul Amanah
IJIGAEd: Indonesian Journal of Islamic Golden Age Education Vol. 6 No. 2 (2025): IJIGAEd: Indonesian Journal of Islamic Golden Age Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/bw2y6443

Abstract

Biaya pendidikan yang dikeluarkan orang tua kerap dianggap wajar untuk diungkit sebagai bentuk motivasi bagi anak, padahal ungkapan yang mengungkit mahalnya biaya sekolah disertai tuntutan rasa terima kasih berpotensi menjadi bentuk kekerasan verbal yang menekan psikologis anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak pengungkitan biaya pendidikan dan pengorbanan orang tua terhadap psikologis anak usia dini di TKIT Al-Umm. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, data dihimpun melalui wawancara mendalam dengan anak yang menjadi korban dan wali kelas sebagai informan pendukung, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa anak yang menjadi subjek penelitian menerima ungkapan berulang dari orang tuanya mengenai mahalnya biaya sekolah disertai tuntutan ucapan terima kasih, sementara wali kelas mengamati bahwa kondisi psikologis anak tersebut berbeda dari anak yang tangki cintanya terisi penuh oleh orang tuanya. Kontribusi penelitian ini terletak pada dokumentasi dua sudut pandang, yaitu anak dan pendidik, mengenai bentuk spesifik pengungkitan biaya pendidikan sebagai kekerasan verbal, sekaligus memperkaya kerangka toxic parenting di TKIT Al-Umm yang sebelumnya dikaji terpisah dari sisi karakter anak secara umum dan pemenuhan kebutuhan emosional anak.