Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PERBEDAAN PEMBERIAN DAUN KELOR DAN TABLET FE TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN DENGAN ANEMIA IBU HAMIL Rahayu, Septiana
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 1 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i1.1367

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan merupakan kondisi yang sangat rentan terhadap segala macam stress yang berakibat pada terjadinya perubahan fisiologis maupun fungsi metabolik. Anemia defisiensi besi merupakan salah satu gangguan yang paling sering terjadi terutama selama masa kehamilan. Menurut World Health Organization (WHO), 40% kematian di negara berkembang berkaitan dengan anemia dalam kehamilan. Pemerintah beserta tenaga medis memberikan tablet Fe pada ibu hamil sebagai upaya meningkatkan zat besi selama kehamilan. Salah satu alternatif lainnya dalam pemenuhan kebutuhan zat besi yaitu dengan mengonsumsi daun kelor. Kandungan zat besi pada daun kelor berperan untuk pembentukan hemoglobin. Tujuan : Diketahuinya perbedaan pemberian daun kelor dan tablet Fe terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu quasy eksperimen dengan pretest-posttest with control group design. Penelitian dilakukan di PMB CH Malla pada Februari 2025. Subjek penelitian adalah ibu hamil trimester III dengan kadar Hb < 11 gr/dl. Sampel berjumlah 30 ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney test. Hasil : Uji homogenitas terhadap karakteristik masing-masing kelompok yang meliputi usia, paritas, pekerjaan dan pendapatan, menunjukkan nilai p > 0.05. Hasil uji non parametrik Mann Whitney test diperoleh nilai p 0.004 (p< 0.05). Terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar Hb kelompok eksperimen yang diberikan daun kelor dan tablet Fe dengan kelompok kontrol yang diberikan tablet Fe. Saran: diharapkan ibu hamil mengonsumsi daun kelor dan tablet fe karena dapat mempengaruhi peningkatan kadar hemoglobin sehingga membatu mencegah terjadinya anemia. Kata kunci : Daun kelor, Tablet Fe, Anemia Pada Kehamilan
PEMANFAATAN SAYUR DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA MENCEGAH ANEMIA PADA IBU HAMIL: THE USE OR MORINGA LEAF VEGETABLES AS AN EFFORT TO PREVENT ANEMIA IN PREGNANT WOMEN Rahayu, Septiana
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.325

Abstract

Abstrak Masalah kesehatan yang sering terjadi pada ibu hamil, adalah anemia. Anemia defisiensi besi merupakan salah satu gangguan yang paling sering terjadi terutama selama masa kehamilan. Berdasarkan Riskesdas tahun 2018 angka anemia kehamilan yaitu sebesar 48,9%, angka ini menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan hasil Riskesdas tahun 2013 yaitu sebesar 37,1%. Salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan zat besi dapat dilakukan dengan mengonsumsi sayur yang mengandung zat besi, antara lain yaitu sayur daun kelor. Kandungan zat besi pada daun kelor berperan untuk pembentukan hemoglobin. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang manfaat sayur daun kelor. Metode yang dilakukan yaitu penyuluhan dan pembagian sayur daun kelor bagi peserta penyuluhan. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adanya peningkatan penegtahuan sebesar 58,82% tentang pemanfaatan sayur daun kelor. Diharapkan pengembangan program pengabdian masyarakat lebih optimal dengan integrasi program kesehatan ibu hamil, dinas dan pemerintah terkait yang dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.  Kata kunci : Anemia, Sayur Daun Kelor   Abstract A health problem that often occurs in pregnant women is anemia. Iron deficiency anemia is one of the most common disorders, especially during pregnancy. Based on Riskesdas in 2018 the rate of gestational anemia was 48.9%, this figure shows an increase when compared to the results of Riskesdas in 2013 which was 37.1%. One alternative to meet iron needs can be done by consuming vegetables that contain iron, including moringa leaf vegetables. The iron content in spinach plays a role in the formation of hemoglobin. The purpose of this community service is to increase the knowledge of pregnant women about the benefits of moringa leaf vegetables.The method carried out was counseling and distribution of moringa leaf vegetables for extension participants. The results obtained in this activity were an increase in knowledge by 58,85% about the use of moringa leaf vegetables. It is hoped that the development of community service programs will be more optimal with the integration of health programs for pregnant women, related agencies and governments which are carried out periodically and sustainably. Keywords: Anemia, Moringa Leaf, Vegetables
Sosialisasi Sistem Informasi Akuntansi Anggaran Dana Kas Kecil UMKM di Sasana Suksa School Pattani Thailand Yanti; Savitri, Citra; Septiawati, Rohma; Sujaya, Fista Apriani; Rahayu, Septiana; Istianingsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan (April - Juni 2025)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpmpt.v3i2.912

Abstract

Pengabdian dilakukan di sasana suksa school Pattani Thailand. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengsosialisasikan system informasi Akuntansi anggaran dana kas kecil kepada siswa menengah atas . Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan datang langsung dan memberikan pemahaman langsung tentang pentingnya mempelajari system informasi anggaran dana kas kecuil khususnya siswa menengah atas di sasana susksa school. Kegiatan diawali dengan pendampingan sosialisasi sistem informasi akuntansi anggaran dana kas kecil UMKM, dimulai sisisalisasi system informasi akuntansi selanjutnya sosialisasi penyusunan anggaran dana kas kecil untuk UMKM, Permasalahan yang muncul dalam Pengabdian masyarakat ini adalah Terjadinya Error pada aplikasi Microsoft Excel dikarenakan koneksi LAN yang kurang baik, karena keterbatasan infrastruktur dan teknolgi sehingga koneksi antara komputer tempat menyimpan data Microsoft Excel dengan komputer lain terputus,kurangnya keterampilan teknis : keterampilan semua peserta pengabdian siswa dan siswi sasana suksa school masih sangat terbatas .Kesalahan penggunaan rumus dalam penginputan data seperti tanggal, nama dan keterangan yang disebabkan oleh human error ini dapat berakibat fatal maka sebisa mungkin harus dihindari.
Edukasi Pemanfaatan Air Rebusan Daun Mint Dalam Emesis Gravidarum Rahayu, Septiana; Contesa, Lina; Eriyani, Novi Rida
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 3 (2024): Journal of Human And Education
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i3.800

Abstract

Emesis gravidarum merupakan hal yang wajar dan ditemukan pada lebih dari 70% ibu hamil. Kondisi ini tidak akan membahayakan janin dan bisa membaik dengan sendirinya seiring bertambahnya usia kehamilan. Banyak ibu hamil yang mulai sering merasa mual saat memasuki usia enam minggu kehamilan dan merasakan puncaknya pada minggu kesembilan. Tujuan pengabdian masyarakat ini memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan ibu tentang pentingnya pemanfaatan air rebusan daun mint dalam mengurangi emesis gravidarum pada ibu hamil. Sangatlah penting melakukan penyuluhan dan edukasi ini sebagai upaya untuk mencegah terjadinya emesis gravidarum pada ibu hamil. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan memberikan penyuluhan atau pendidikan kesehatan yang dilakukan pada ibu hamil di PMB Sri Gundarti Palembang berjumlah 12 orang. Media yang digunakan adalah leafleat yang berisikan tentang informasi rebusan daunt mint. Hasil dari penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu yang sebelumnya saat pretest sebesar 64 %, setelah dilakukan penyuluhan mencapai 95%. hal ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 31% dari penyuluhan materi tentang pentingnya rebusan daunt mint untuk mengurangi emesis gravidarum. Sebagai petugas kesehatan perlunya melakukan edukasi kepada masyarakat dan memberikan informasi yang akurat tentang pentingnya pemnberian daun mint dengan sasaran yang tepat sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan skill masyarakat dalam menangani permasalahan yang dihadapi semasa kehamilan.
EDUKASI PEMANFAATAN AIR REBUSAN DAUN MINT DALAM EMESIS GRAVIDARUM: EDUCATION ON THE USE OF MINT LEAF BOILED WATER IN EMESIS GRAVIDARUM Rahayu, Septiana
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i2.199

Abstract

Abstrak Emesis gravidarum merupakan hal yang wajar dan ditemukan pada lebih dari 70% ibu hamil. Kondisi ini tidak akan membahayakan janin dan bisa membaik dengan sendirinya seiring bertambahnya usia kehamilan. Banyak ibu hamil yang mulai sering merasa mual saat memasuki usia enam minggu kehamilan dan merasakan puncaknya pada minggu kesembilan. Tujuan pengabdian masyarakat ini memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan ibu tentang pentingnya pemanfaatan air rebusan daun mint dalam mengurangi emesis gravidarum pada ibu hamil. Sangatlah penting melakukan penyuluhan dan edukasi ini sebagai upaya untuk mengurangi terjadinya emesis gravidarum pada ibu hamil. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan memberikan penyuluhan atau pendidikan kesehatan yang dilakukan pada ibu hamil di PMB Sri Gundarti Palembang berjumlah 12 orang. Media yang digunakan adalah leafleat yang berisikan tentang informasi rebusan daunt mint. Hasil dari penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu yang sebelumnya saat pretest sebesar 64 %, setelah dilakukan penyuluhan mencapai 95%. hal ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 31% dari penyuluhan materi tentang pentingnya rebusan daunt mint untuk mengurangi emesis gravidarum. Sebagai petugas kesehatan perlunya melakukan edukasi kepada masyarakat dan memberikan informasi yang akurat tentang pentingnya manfaa pemberian daun mint dengan sasaran yang tepat sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan skill masyarakat dalam menangani permasalahan yang dihadapi semasa kehamilan.  Kata Kunci : Edukasi, rebusan daun mint, emesis gravidarum   Abstract Emesis gravidarum is natural and is found in more than 70% of pregnant women. This condition will not harm the fetus and can improve on its own as you get older in pregnancy. Many pregnant women begin to often feel nauseous when entering the age of six weeks of pregnancy and feel the peak in the ninth week. The purpose of this community service is to educate and increase mothers' knowledge about the importance of using mint leaf boiled water in reducing emesis. It is very important to conduct this counseling and education as an effort to prevent emesis gravidarum in pregnant women. The method of implementing activities is carried out by providing counseling or health education carried out to pregnant women at PMB Sri Gundarti Palembang totaling 12 people. The media used is leafleat which contains information on mint leaf decoction. The results of counseling showed an increase in maternal knowledge previously during the pretest by 64% After counseling, it reached 95%. This shows a 31% increase in material counseling on the importance of mint leaf decoction to reduce emesis gravidarum. As health workers, it is necessary to educate the public and provide accurate information about the importance of giving mint leaves with the right target so as to increase community knowledge and skills in dealing with problems faced during pregnancy.  Keywords : Education, Mint Leaf Decoction, Emesis gravidarum
Analisis Pengaruh Literasi Keuangan dan Penggunaan Financial Technologi (Fintech) terhadap Penggelolaan Keuangan pada UMKM Kabupaten Karawang Trianthy, Novy; Rahayu, Septiana; Umami, Ropiah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh literasi keuangan dan penggunaan financial technology (Fintech) terhadap pengelolaan keuangan pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Karawang. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan survei sebagai metode pengumpulan data. Sampel penelitian ini adalah pemilik atau manajer UMKM yang tersebar di Kabupaten Karawang. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap pengelolaan keuangan pada UMKM. Selain itu, penggunaan financial technology juga memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap pengelolaan keuangan UMKM di Kabupaten Karawang. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya peningkatan literasi keuangan dan adopsi teknologi keuangan modern untuk meningkatkan pengelolaan keuangan yang lebih efektif dan efisien bagi UMKM, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi di daerah tersebut
Pengaruh Green Accounting dan Struktur Modal terhadap Sustainable Development: Studi Kasus pada Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2021-2023 Nurlaela, Siti; Astriani, Devi; Rahayu, Septiana
Jurnal Ekonomi Efektif Vol. 7 No. 4 (2025): JURNAL EKONOMI EFEKTIF
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/JEE.v7i4.52009

Abstract

Pembangunan berkelanjutan berfokus pada optimalisasi konsumsi sumber daya dan juga melestarikan komponen lingkungan dan sosial masyarakat di masa kini atau masa depan. Pembangunan berkelanjutan dapat tercapai jika aktivitas perusahaan selain mengejar profit atau keuntungan bisnis, juga tetap menjaga kepentingan sosial masyarakat dan kelestarian lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengukur pengaruh akuntansi lingkungan dan struktur modal terhadap pembangunan berkelanjutan. Metode yang diaplikasikan yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis data sekunder yang bersumber dari www.idx.co.id dan website resmi perusahaan. Perusahaan pertambangan yang tercatat di BEI tahun 2021-2023 menjadi populasi dalam penelitian ini. Pemilihan sampel ditetapkan dengan purposive sampling hingga diperoleh 36 data untuk dianalisis. Analisis linier berganda ditetapkan untuk menganalisis data dengan software SPPS versi 27. Hasil penelitiannya mengindikasikan bahwa akuntansi lingkungan berperan positif terhadap pembangunan berkelanjutan. Namun, struktur modal tidak memiliki peran pada pembangunan berkelanjutan. Jika dilihat secara simultan, akuntansi lingkungan dan struktur modal tidak memiliki peran terhadap pembangunan berkelanjutan.
Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Mengkonsumsi Asam Folat Selama Kehamilan Rahayu, Septiana
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i3.3750

Abstract

Asam folat adalah bentuk sintetis dari folat yang merupakan salah satu bagian dari vitamin B, yaitu B9. Defisiensi asam folat merupakan kadar asam folat di bawah normal, yaitu folat serum < 3 ng/ml dan folat eritrosit < 130 ng/mL. Defisiensi folat ini dapat terjadi karena akibat langsung dari kurangnya konsumsi harian, absorbsi yang buruk dari folat yang dimakan serta peningkatan penggunaan (misalnya saat beraktivitas fisik, kehamilan); dapat pula disebabkan oleh kondisi liver patologis dan gangguan metabolisme folat oleh karena defek genetik atau interaksi obat. Metode penelitian deskriptif bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang akurat dari sejumlah karakteristik masalah yang diteliti yaitu untuk melihat distribusi frekuensi dari masing-masing variabel. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil memeriksakan kehamilannya ke PMB Marsia pada bulan Juni - Juli tahun 2024. Sampel yang diambil sebanyak 94 orang dengan menggunakan teknik pengambilan besar sampel menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner yang berisi pertanyaan pengetahuan ibu hamil tentang manfaat asam folat. Teknik analisa data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisa data secara univariat. Kesimpulan secara keseluruhan pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi asam folat menunjukkan bahwa sebanyak 8 responden (8,51%) memiliki pengetahuan baik, 37 responden (39,36%) memiliki pengetahuan cukup, dan 49 responden (52,13%) memiliki pengetahuan kurang. Adanya peran serta dari tenaga kesehatan pada setiap ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan dapat diberikan penyuluhan tentang konsumsi asam folat sehingga dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tersebut.
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN MINT UNTUK MENGURANGI EMESIS GRAVIDARUM PADA TRIMESTER I: THE EFFECT OF GIVING BOILED WATER FROM MINT LEAVES TO REDUCE EMESIS GRAVIDARUM IN THE 1ST TRIMESTER Rahayu, Septiana; Contesa, Lina
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v6i1.203

Abstract

ABSTRAK Emesis gravidarum merupakan keluhan umum yang terjadi pada kehamilan muda. Keluhan mual muntah pada emesis gravidarum merupakan hal yang fisiologis, akan tetapi apabila keluhan ini tidak segera diatasi maka akan menjadi hal yang berbahaya, diperlukan penangganan baik farmakologi maupun non farmakologi. pengobatan non farmakologi dapat dilakukan dengan pemberian aromaterapi menggunakan air rebusan daun mint, diketahui bisa menjadi obat yang aman dan efektif untuk mengobati mual muntah pada ibu hamil. Tujuan penelitian : untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun mint terhadap penurunan emesis gravidarum di PMB Sri Gundarti Palembang. Metode: menggunakan  design penelitian Pra-eksperimen yang bersifat one  grup  pretest-postest Sampel ambil  secara purposive  sampling sebanyak  38  orang.  Analisis  bivariat  menggunakan  uji paired  t-test untuk melihat  pengaruh  pemberian air  rebusan daun  mint  terhadap  emesis gravidarum. Hasil  penelitian : di  dapatkan  bahwa  mayoritas  responden  berada  pada  umur 20 –30  tahun  yaitu sebanyak  18  orang  (59,3%).  Berdasarkan  variabel  paritas  mayoritas  multigravida  sebanyak  21  orang  (65,6%). Berdasarkan  variable  pekerjaan  Mayoritas  ibu  rumah  tangga  atau  tidak  bekerja  sebanyak  25  orang  (78,1%). Pengaruh  pemberian air  rebusan daun  mint  terhadap  mual  dan  muntah,  sebelum  diberikan  intervensi  rata-rata responden  mengalami  emesis gravidarum  sebanyak  7  kali  sehari,  setelah  diberikan  intervensi air  rebusan daun mint  rata-rata  frekuensi  emesis gravidarum   menurun  menjadi  3,8  kali  dalam  sehari  dengan  nilai  Pvalue=0,000. Untuk para ibu hamil harus sering dilakukan penyuluhan oleh tenaga kesehatan tentang manfaat air rebusan daun mint bagi ibu dan janin sehingga sehinga mengurangi emesis gravidarum selama kehamilan. Abstract Emesis gravidarum is a common complaint that occurs in young pregnancies. Complaints of nausea vomiting in emesis gravidarum are physiological, but if this complaint is not immediately overcome it will be a dangerous thing, both pharmacological and non-pharmacological treatment is needed. Non-pharmacological treatment can be done by giving aromatherapy using mint leaf boiled water, known to be a safe and effective remedy to treat nausea vomiting in pregnant women. The purpose of the study: to determine the effect of mint leaf decoction on reducing emesis gravidarum in PMB Sri Gundarti Palembang. Method: using a pre-experimental research design that is one group pretest-postest Samples take purposive sampling as many as 38 people.  Bivariate analysis used paired t-test to see the effect of mint leaf cooking water on emesis gravidarum. The results of the study: it was found that the majority of respondents were at the age of 20-30 years, namely as many as 18 people (59,3%).  Based on the variable parity of the majority of multigravida as many as 21 people (65,6%). Based on job variables, the majority of housewives or non-working as many as 25 people (78,1%). The effect of giving mint leaf decoction water on nausea and vomiting, Before the intervention was given, the average respondent experienced emesis gravidarum 7 times a day, after being given the intervention of mint leaf boiled water, the average frequency of emesis gravidarum decreased to 3.8 times a day with a value of Pvalue = 0.000. For pregnant women, frequent counseling by health workers about the benefits of mint leaf boiled water for the mother and fetus so as to reduce emesis gravidarum during pregnancy.
PENYULUHAN RELAKSASI AROMATERAPY LEMON DALAM MENGURANGI MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL Rahayu, Septiana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.24627

Abstract

Mual (nausea) dan muntah (emesis) adalah gejala yang wajar dan sering kedapatan pada kehamilan trimester I. Mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari gejala-gejala ini kurang lebih 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu. Relaksasi Dengan Aromateraphy adalah salah satu teknik pengobatan atau perawatan menggunakan bau-bauan yang menggunakan minyak esensial aromaterapi. Salah Satu terapi non farmakologi yang aman untuk diberikan pada ibu mual muntah selama kehamilan adalah aromaterapi lemon. Aromaterapi lemon memiliki kandungan aktif D-Limonene dan L-Limonene yang merangsang sistem saraf pusat dan kandungan lainnya adalah linalool yang berguna untuk menstabilkan sistem saraf sehingga dapat menimbulkan efek tenang bagi siapapun yang menghirupnya. Hasil penelitian Putri Febby (2021) bahwa relaksasi aromatherapy lemon dapat mengurangi mual muntah (p value = 0,004). Tujuan penyuluhan ini untuk memberikan penyuluhan tentang manfaat aromatherapy lemon dalam mengurangi mual muntah kegiatan dilakukan di PMB Fauziah Hatta pada Desember 2023, subjek ibu hamil trimester I yang mengalami mual muntah. Hasil kegiatan : ibu hamil mengetahui manfaat aromateraphy lemon untuk mengalami mual muntah. Hasil kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil rata-rata sebesar 80 %. Diharapkan ibu hamil dan petugas kesehatan dapat bekerja sama mencari Solusi permasalahan ual muntah melalui terapi komplementer.