Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Staging Bali: The Transformation of Cultural Performance Through Disneyfication and Spectacle Bestari, Ni Made Prasiwi; Srikandi, Melati Budi; Shantika, Budi
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 9 No. 1 (2025): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, JUNE 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v9i1.66525

Abstract

This study explores the transformation of Balinese and Indonesian cultural performances through the processes of Disneyfication and spectacle, focusing on three popular case studies: the Kecak dance at Uluwatu Temple, the Devdan Show in Nusa Dua, and the Varuna Show at Bali Safari. Through comparative analysis and the integration of audience reviews, this research examines how traditional rituals are increasingly repackaged as theatrical entertainment designed to appeal to global tourists. The findings reveal a progressive shift from sacred, community-centered expressions to visually driven, commercially oriented performances. While these adaptations enhance the accessibility and visibility of Indonesian culture, they also raise critical questions about authenticity, commodification, and the loss of spiritual depth. The study argues that cultural performances are not only shaped by tradition but are continually reimagined through the dynamics of tourism, technology, and global consumer expectations. This evolution invites reflection on the broader implications of cultural tourism in shaping how heritage is presented, perceived, and preserved in contemporary society.
Eksplorasi Potensi Alam dan Kuliner Lokal dalam Pengembangan Paket Ekowisata di Desa Tua, Tabanan, Bali Wulandari, Pande Putu; Bestari, Ni Made Prasiwi; Tirtawati, Ni Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol 30 No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pariwisata Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jip.v30i3.1928

Abstract

Tua Village in Marga District, Tabanan Regency, holds significant natural and cultural potential for ecotourism development, yet its resources remain underutilized. This study aims to explore and design ecotourism packages that integrate the village’s natural landscape and local culinary heritage to enhance community-based tourism. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through interviews, observations, documentation, and desk research. Informants were selected using purposive and snowball sampling, involving local leaders, community elders, and residents near key attractions such as the Bayan Ancient Tree. The findings propose two ecotourism packages, Tabanan Breeze (half-day) and Tabanan Treasures (full-day), which combine cycling tours, rice field experiences, traditional games, and local cooking activities featuring Kaliadrem cake made with Marigold flowers, a primary agricultural commodity in Tua Village. These packages emphasize environmental sustainability, cultural preservation, and local empowerment. The research highlights the importance of ecotourism as a tool to strengthen rural economies, extend tourist stays, and promote Bali’s sustainable tourism development. Keywords: tourism potential, ecotourism, local cuisine, community-based tourism
Eksplorasi Pola Komunikasi Interpersonal Generasi Z dalam Fenomena Love Bombing di Denpasar Alyandi, Made Sandhya; Bestari, Ni Made Prasiwi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pola komunikasi interpersonal dalam fenomena love bombing di kalangan Generasi Z di Denpasar serta menelusuri dinamika emosional dan bentuk manipulasi yang menyertainya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelaku love bombing cenderung mempercepat proses pengungkapan diri (self-disclosure) dan menampilkan afeksi secara berlebihan, intens, dan terus-menerus. Pola komunikasi yang dibangun pada tahap awal hubungan ini sengaja dirancang untuk menciptakan kesan kedekatan emosional yang cepat, meskipun sifatnya semu dan tidak mencerminkan keterikatan yang sehat. Intensitas perhatian, pujian, dan janji-janji masa depan yang diberikan pelaku menjadi alat untuk membangun ketergantungan emosional pada diri korban. Setelah kedekatan semu tersebut terbentuk, pola komunikasi berubah menjadi bentuk kontrol halus maupun eksplisit. Pelaku mulai membatasi ruang pribadi korban, mengatur perilaku, serta memunculkan tekanan emosional melalui penarikan afeksi tiba-tiba atau sikap tidak konsisten. Perubahan dinamika ini menimbulkan kebingungan dan ketidakstabilan emosional bagi korban. Para informan dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa mereka sering meragukan keaslian perhatian yang diterima, merasa terjebak dalam dinamika hubungan yang tidak seimbang, dan mengalami kesulitan membedakan antara cinta yang tulus dan manipulasi. Dengan demikian, fenomena love bombing tidak hanya mempercepat tahapan hubungan secara tidak wajar, tetapi juga mendistorsi fondasi komunikasi interpersonal yang seharusnya berkembang secara alami, jujur, dan saling menghormati. Penelitian ini menegaskan bahwa love bombing merupakan strategi komunikasi manipulatif yang berdampak signifikan terhadap kesehatan emosional dan persepsi diri korban.