p-Index From 2021 - 2026
6.379
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Kewirausahaan (JEBIK) The Indonesian Accounting Review Jurnal Akuntansi Multiparadigma Sebatik Owner : Riset dan Jurnal Akuntansi INVENTORY: JURNAL AKUNTANSI Jurnal Aplikasi Akuntansi AKURASI: Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis Journal of Contemporary Accounting Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi) Ilomata International Journal of Tax and Accounting Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Studi Akuntansi dan Keuangan Indonesia (SAKI) Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Jurnal Akuntansi dan Keuangan Economics and Digital Business Review Jurnal Akuntansi dan Keuangan Kontemporer (JAKK) Berajah Journal ABDI EQUATOR Educoretax Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Sibatik Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Jurnal Akutansi Manajemen Ekonomi Kewirausahaan (JAMEK) Apssai Accounting Review (ApAR) Jurnal Akuntansi dan Keuangan Journal of Trends Economics and Accounting Research Jurnal Akuntansi dan Keuangan Jurnal Akuntansi Manajerial (Managerial Accounting Journal) Journal of Accounting and Finance Management (JAFM) Journal of Innovation in Management, Accounting and Business Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Media Riset Akuntansi Auditing & Informasi Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) PERMANA : Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Akurasi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Akuntansi Multiparadigma

INTRINSIC VALUE DARI PELAPORAN KEANEKARAGAMAN HAYATI Heniwati, Elok; Asni, Nur
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/jamal.2019.08.10012

Abstract

Abstrak: Intrinsic Value dari Pelaporan Keanekaragaman Hayati. Penelitian ini berusaha untuk memahami model pengungkapan informasi keanekaragaman hayati oleh industri ekstraktif dan mengevaluasi kesesuaian dengan tujuan regulasi yang mendasarinya. Analisis isi berbasis konsep deep ecology digunakan sebagai metode pada laporan berkelanjutan PT ANTAM periode 2006-2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaporan keanekaragaman hayati dapat dievaluasi dalam kategori sasaran, implementasi, dan evaluasi di mana informasi tentang implementasi menjadi fokus pelaporan. Prinsip-prinsip deep ecology sangat relevan bagi korporasi karena memandu pemikiran dan tindakan manusia ke arah hubungan yang lebih harmonis dan konsisten dengan alam. Abstract: Intrinsic Value of Biodiversity Reporting. This study seeks to understand the biodiversity information disclosure model by the extractive industry and evaluate its compliance with the underlying regulatory objectives. Content analysis is used based on deep ecology concept used as a method in the ongoing report of PT ANTAM for the period 2006-2017. This study indicates that biodiversity reporting can be evaluated in the target, implementation, and evaluation categories where information about implementation is the focus of reporting. The principles of deep ecology are very relevant to corporations because they guide human thoughts and actions toward more harmonious and consistent relationships with nature.
HARUSKAH VALUE CREATION HANYA TERDAPAT PADA INTEGRATED REPORTING? Nina Febriana Dosinta; Handi Brata; Elok Heniwati
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.064 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2018.04.9015

Abstract

Abstrak: Haruskah Value Creation Hanya Terdapat pada Integrated Reporting? Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah Integrated Reporting (IR) layak dijadikan media tunggal untuk mengungkapkan value creation, atau ada alternatif lain. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana pada pelaporan berkelanjutan beberapa perusahaan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa value creation yang merupakan esensi dari IR tidak harus diungkapkan dalam IR. Hal ini disebabkan karena pengungkapan multiple capitals, value creation, dan informasi keberlanjutan tidak hanya diungkapkan dalam IR. Informasi ini juga terdapat dalam annual report dan laporan berkelanjutan pada perusahaan yang tidak menyajikan IR.                                                                                        Abstract: Must Value Creation be Only Included in Integrated Reporting? This research aimed to review whether Integrated Reporting (IR) can became the only medium for disclosing value creation, or there is another alternative. This research used discourse analysis at several companies reporting in Indonesia. The research findings showed that the value creation, that essential in IR, didn’t have to be disclosed in IR. This was due to disclosures of multiple capitals, value creation and sustainability information were not only disclosed in IR. It could be seen in the annual report and sustainability report of the company which doesn’t make IR.
VERACITY DALAM PELAPORAN NONKEUANGAN PROYEK KOMUNITAS Elok Heniwati; Helisa Noviarty; Rusliyawati Rusliyawati
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 11, No 3 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2020 - April 2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2020.11.3.36

Abstract

Abstrak: Veracity dalam Pelaporan Nonkeuangan Proyek Komunitas. Penelitian ini berupaya untuk mengevaluasi realitas pengungkapan tentang pelibatan masyarakat. Metode yang digunakan adalah semiotika Greimas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya beberapa perusahaan saja yang melaporkan keterlibatannya pada proyek-proyek komunitas. Sebagian besar laporan menyajian rincian tentang amal kebajikan secara detil, yang secara ontologi dipertimbangkan sebagai meragukan dan tidak nyata. Oleh karena itu, keterlibatan manajemen puncak sangat penting dalam menyiapkan laporan sosial untuk memastikan kualitas dan keandalannya. Selain itu, auditor perlu meningkatkan kredibilitas laporan sosial dan lingkungan khususnya terkait dengan keabsahan informasi nonkeuangan. Abstract: Veracity in Community Project Non-financial Reporting. This study sought to evaluate the reality of disclosure about community involvement. The method used was Greimas semiotics. The results showed that only a few companies reported their involvement in community projects. Most of the reports provided details about good deeds in detail, which was ontologically considered dubious and unreal. Therefore, the involvement of top management was very important in preparing social reports to ensure their quality and reliability. In addition, auditors needed to increase the credibility of social and environmental reports, especially in relation to the validity of non-financial information.